Rabu, 28 Desember 2016

Yuk Berhijab!

Yuk Berhijab!
Adapun syarat tata cara berpakaian dan tentunya harus kita ikuti dan taati agar ini senantiasa menjadi amal kita, dan syarat agar suatu amal diterima yakni ikhlas dan benar. Syarat wanita berpakaian dalam islam adalah sesuai dengan apa yang diperintahkan-Nya karna hanya aturan-Nya lah yang mengerti sepenuhnya tentang manusia.
Agar amalan kita diterima oleh Allah, maka haruslah menjauhi larangannya. Larangan dalam berpakaian salahsatunya adalah tabarruj. “wanita yang berpakaian tapi telanjang berlenggak lenggok dan menggoda kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, meskipun baunya tercium dari perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim) “hadis ini merupakan mukjizat Rasulullah SAW, apa yang beliau kabarkan kini terjadi.” (imam nawawi). Melihat fakta kaum muslim saat ini begitu memprihatinkan, merka menafikan perintah Allah—dalam berpakaian. Ustad Felix Siauw mengatakan bahwa wanita saat ini digandrungi oleh 3F; food,fun, and fashion. Yang mana dalam berpakaian pun muslimah saat ini mengikuti tren yang ada agar dibilang ga ketinggalan jaman.
Adapun terkait dengan berpakaian tapi telanjang yakni pakaiannya serba ketat, tipis dan tidak tertutup aurat nya secara sempurna. Dan wanita yang berlenggak lenngok seraya untuk mencari perhatian khususnya perhatian kepada lawan jenis, mereka berdandan dengan beegitu menornya dan memakai wewangian yang beeegitu semerbak sehingga mengundang perhatian. Tentu hal ini tidak diperbolehkan karna wanita hanya boleh berbuat yang demikian hanya di hadapan suaminya. Dan kepala mereka bagaikan punuk unta, imam qurthubi berkata “membesarkan kepala dengan kerudung atau selempang dan semisalnya yang disambungkan atau ditumpuk di atas rambut agar terlihat seperti punuk unta.” Kalau saya pribadi yang melihat hal yang seperti ini saya lebih mengatakan kalau itu lebih seperti microphone. Jadi tabarruj adalah menampakkan perhiasannya kepada lelaki yang bukan mahram (ibnu madzur). Juga dalam berpakaian janganlah kita memakai pakaian syuhrah (popularitas) yang berarti ‘terlihatnya sesuatu’ imam asy-syauki mengatakan ‘yang pakaiannya tenar diantara manusia disebabkan warnanyayang menyelisihi pakaian manusia pada umumnya sehingga manusia mengangkat pandangan untuk melihatnya sehingga ia berbangga terhadap orang lain dengan ujub dan sombong.’ Bisa dikatakan bahwa dalam hal ini manusia ‘tidak ingin ada yang menyaingi’ maka dari itu ia ‘melebih-lebihkan’ apa yag ia pakai agar terlihat oleh orang lain dan berbangga atas dirinya sendiri.
Kini sudah ada julukan ‘Hijabers’ yakni orang-orang yang mengenakan hijab dengan berbagai fashion yang ada dan menjadikan hijab malah sebagai sebuah perhiasan. Padahal seharusnya dengan adanya komunitas hijabers itu bisa mengajak teman-teman yang belum berhijab untuk hijrah, bukan alah menghilangkan hakikat hijab itu sendiri. Hakikat hijab adalah menutupi aurat dan keindahan bukan malah mengekspos keindahan.


Allah sudah memudahkan dan meyedehanakan aturan-Nya, tapi kenapa justru manusia nya sendiri yang mempersulit? Ketaatan itu sederhana, berhijablah dengan sederhana. Yuk berhijab, hijab tanpa nanti, taat tanpa tapi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar