Yuk
Berhijab!
Adapun syarat tata cara
berpakaian dan tentunya harus kita ikuti dan taati agar ini senantiasa menjadi
amal kita, dan syarat agar suatu amal diterima yakni ikhlas dan benar. Syarat
wanita berpakaian dalam islam adalah sesuai dengan apa yang diperintahkan-Nya
karna hanya aturan-Nya lah yang mengerti sepenuhnya tentang manusia.
Agar amalan kita
diterima oleh Allah, maka haruslah menjauhi larangannya. Larangan dalam
berpakaian salahsatunya adalah tabarruj. “wanita yang berpakaian tapi telanjang
berlenggak lenggok dan menggoda kepala mereka seperti punuk unta yang miring.
Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya,
meskipun baunya tercium dari perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim) “hadis
ini merupakan mukjizat Rasulullah SAW, apa yang beliau kabarkan kini terjadi.”
(imam nawawi). Melihat fakta kaum muslim saat ini begitu memprihatinkan, merka
menafikan perintah Allah—dalam berpakaian. Ustad Felix Siauw mengatakan bahwa
wanita saat ini digandrungi oleh 3F; food,fun, and fashion. Yang mana dalam
berpakaian pun muslimah saat ini mengikuti tren yang ada agar dibilang ga
ketinggalan jaman.
Adapun terkait dengan
berpakaian tapi telanjang yakni pakaiannya serba ketat, tipis dan tidak
tertutup aurat nya secara sempurna. Dan wanita yang berlenggak lenngok seraya
untuk mencari perhatian khususnya perhatian kepada lawan jenis, mereka
berdandan dengan beegitu menornya dan memakai wewangian yang beeegitu semerbak
sehingga mengundang perhatian. Tentu hal ini tidak diperbolehkan karna wanita
hanya boleh berbuat yang demikian hanya di hadapan suaminya. Dan kepala mereka
bagaikan punuk unta, imam qurthubi berkata “membesarkan kepala dengan kerudung
atau selempang dan semisalnya yang disambungkan atau ditumpuk di atas rambut
agar terlihat seperti punuk unta.” Kalau saya pribadi yang melihat hal yang
seperti ini saya lebih mengatakan kalau itu lebih seperti microphone. Jadi
tabarruj adalah menampakkan perhiasannya kepada lelaki yang bukan mahram (ibnu
madzur). Juga dalam berpakaian janganlah kita memakai pakaian syuhrah
(popularitas) yang berarti ‘terlihatnya sesuatu’ imam asy-syauki mengatakan
‘yang pakaiannya tenar diantara manusia disebabkan warnanyayang menyelisihi
pakaian manusia pada umumnya sehingga manusia mengangkat pandangan untuk
melihatnya sehingga ia berbangga terhadap orang lain dengan ujub dan sombong.’
Bisa dikatakan bahwa dalam hal ini manusia ‘tidak ingin ada yang menyaingi’
maka dari itu ia ‘melebih-lebihkan’ apa yag ia pakai agar terlihat oleh orang
lain dan berbangga atas dirinya sendiri.
Kini sudah ada julukan
‘Hijabers’ yakni orang-orang yang mengenakan hijab dengan berbagai fashion yang
ada dan menjadikan hijab malah sebagai sebuah perhiasan. Padahal seharusnya
dengan adanya komunitas hijabers itu bisa mengajak teman-teman yang belum
berhijab untuk hijrah, bukan alah menghilangkan hakikat hijab itu sendiri.
Hakikat hijab adalah menutupi aurat dan keindahan bukan malah mengekspos
keindahan.
Allah sudah memudahkan
dan meyedehanakan aturan-Nya, tapi kenapa justru manusia nya sendiri yang
mempersulit? Ketaatan itu sederhana, berhijablah dengan sederhana. Yuk
berhijab, hijab tanpa nanti, taat tanpa tapi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar