Pada pembahasan sebelumnya telah kita bahas terkait radikalisme dan terorisme. Seperti yang kita tahu, radikalisme erat kaitannya dengan terorisme. Bahkan menurut mereka yang melabelkan radikalisme terhadap kelompok yang dianggap mengganggu kepentingan mereka adalah pemicu daripada terorisme. Menurut pasal 14 ayat 1 The Prevention of Terrorism, "setiap penggunaan kekerasan demi mencapai kepentingan poltik dan menimbulkan ketakutan publik secara meluas" itulah radikalisme. sedangkan terorisme menurut UU No.15 tahun 2003, "Setiap orag yang dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan menimbulkan ancaman teror atau rasa takut secara meluas atau menimbulkan korban secara masal dengan cara merampas kemerdekaan atau hilangnya nyawa atau harta berharga orang lain atau mengakibatkan kehancuran atau kerusakan objek-objek vital yang strategis atau lingkungan hidup atau fasilitas publik atau fasilitas internasional." Tapi meskipun UU yang tertera begitu jelas, faktanya mereka orang-orang Barat, khususnya Amerika yang telah berbuat aksi teror dari zaman Hiroshima dan Nagasaki malah dianggap sebagai negara adidaya bahkan dipuja-puja oleh kebanyakan orang. Bahkan dalam media Wonderlist, disitu menyatakan "Siapa saja yang megancam politik, ekonomi, dan pertahanan keamanan Amerika Serikat harus dainggap teroris." dan Josh Bush mengatakan ketika pasca peristiwa WTC, September 2011 lalu, "...from the day on, every nation in every region has decision to make, either you wih us or with terrorist" Juga jika ada yang mengancam keamanan nasional atau lebih jelasnya mengancam imperialisme Barat, seperti penerapan Islam Kaffah, maka ialah teroris.
Jadi, deradikalisasi adalah upaya untuk merubah sikap dan cara pandang radikal yang dianggap keras/fundamentalis menjadi lunak; toleran, plularis, moderat dan liberal. juga merupakan upaya untuk memunculkan Islam Phobia. Dan yangmenjadi target deradikalisasi awalnya hanya para ulama dan tokoh-tokoh masyarakat. Tapi kini remaja pun menjadi sasaran empuk. karna seperti yangkita tahu bahwa remaja adalah tonggak sautu perubahan, apa jadinya jika ada remaja yang teguh akan keislamannya dan ingin berjuang untuk mengembalikan kehidupan Islam? Pastilah itu membuat kafir Barat takut dan jadilah remaja dijadikan salah satu sasaran empuk untuk deradikalisasi ini. Deradikalisasi ini membuat kita agar tidak mempelajari agama, khsusnya Islam secara menyeluruh karna jika demikian akan dicap teroris dan radikal. Hingga membuat pemahaman bahwa semua agama itu sama, penanaman rasa cinta tanah air atau nasionalisme yang melahirkan sifat individualisme, pengaburan sejarah, dan penyempitan berfikir.
Back to Islam, Back to Muslim Identity
Kamis, 29 Desember 2016
Rabu, 28 Desember 2016
Indahnya Perbedaan
Ajaran Islam secara garis besar terbagi menjadi dua karakter, yang pertama yakni terkait ushul atau hal-hal pokok. Dalam perkara ushul akidah, kita tidak boleh berbeda. kita harus mengakui, mnyembah dan menaati Tuhan yang satu yakni Allah. Dan bersumber pada kitab yang benar yakni Al-Quran. Aspek yang kedua adalah furu' atau permasalahan cabang. Dalam perkara furu' kita boleh berbeda dan wajib menghormati. Dalam hal furu' ini perbedaan jelas terlihat dari mazhab siapa yang kita pegang. Karna tiap-tiap mazhab memiliki pandangan dan cara penafsiran yang berbeda-beda. Meskipun begitu, perbedaan antar mazhab tidaklah menjadi perkara yang utama, karena tujuan daripada mazhab itu sendiri sama. Dan masalah perbedaan ini adalah permasalahan cabang, yang mana ketika kita sudah bisa menguraikan ketiga simpul besar dalam hidup kita, maka simpul lain pun akan terurai. Jadi, tidak perlu adu jotos karna permasalahan perbedaan ini. Apalagi kepada sesama umat muslim. Dan disinilah toleransi kita diuji.
Wawacan
1.
Wawacan Regganis
Ngagambarkeun kahébatan raja jeung prajurit Arab nu ngageum agama Islam
ngéléhkeun raja-raja nu kapir, nu sanggeus taluk jadi muslim.
2.
Wawacan Darmawulan
Nyaritakeun Puteri Brawijaya di Karajaan Majapahit anu ngarana Déwi
Kencana Wungu ngawaris tahta karajaan kalawan gelar Prabu Kanya Ayu Kencana
Wungu.
3.
Wawacan Layang Muslim Muslimat
Eusina sastra kagamaan ngeunaan bebedaan istilah wajib jeug fardu, solat
5 waktu, 4 rupa napsu, rukun Islam, rukun Iman, 4 kitab, 4 amal, carita Nabi
Adam jeung Siti Hawa diturunkeun ka alam dunya, jeung jumlah poé dina saminggu.
4.
Wawacan Batara Rama
Anggitan R.A.A Martanagara, asalna tina carita India, Ramayana. Dina
wangun carita pantun, eusina nyaritakeun anak-anak Batara, Ramayana.
5.
Wawacan Rusiah Nu Kasép
Ngagambarkeun lalaki kasép, turunan ménak, anu meunang jodo ka istri
binangkit. Tapi, resep nyolowédor jeung awéwé.
6.
Wawacan Mintaraga
Dumasar kana carita Arjuna Wiwaha, Arjuna nu keur tatapa di gunung,
digoda ku tujuh widadari, kusabab dina tatapana geus mepet sakabéh indra tujuh,
jadi katujuh widadari éta teu bisa kukumaha. Arjuna nu panteng tatapa geus
“mati raga”
7.
Wawacan Iman, Élmu, Reujeung Amal
Anggitan Ba’ing (H.Mardjoeki). Wawacan ieu ngeunaan Agama Islam. Ba’ing
ngajarkeun jeung nglaksanakeun tarékat Naqsyabandiah, nu dibaca kitab
Syarussalikin.
8.
Wawacan Purnama Alam
Nyaritakeun putra raja nu kasép, nu ditenung jadi arca sarta diteundeun
di guha racun Pajarangan di nagara Tolongtelengan di puseur bumi, nyaéta Purnama
Alam. Putri jin di nagara Tolongtelengan, kapincut ku kakasépanana, tapi
Purnama Alam nikah jeung putra guruna, Déwi Kania. Wawacan ieu téh mangrupa
carita perlambang hirup manusa.
9.
Wawacan Wayang Purwa
Dianggit ku M. Winatahardja dumasar kana pakem Tegal numutkeun dalang
Djaja Atmaja. Jeung dumasar kana carita wayang kanda Tegal.
10. Wawacan Rasiah Pariangan
Nyaritakeun kajayaan nagri Bandung, kusabab gaduh pamingpin anu alus
sagala sikapna, taat ibadahna, sareng gaduh kakayaan nu bisa dibabagi, pokona
bisa jadi conto. Pamingpin éta nyaéta Kanjeng Adipati Wiranata Koesoema.
Untirta, Immanuel Kant dan B&K
Untirta,
Immanuel Kant dan B&K
Terkait dengan pertanyaan Immanuel Kant seputar
kehidupan, ketika menempati tempat yang baru atau memulai suatu yang baru pasti
timbulah beberapa pertanyaan yang serupa dengan pertanyaan Immanuel Kant pada
setiap individu. Pertanyaan tersebut yakni:
1. Apa
yang dapat saya harapkan?
2. Apa
yang dapat saya ketahui?
3. Apa
yang dapat saya lakukan?
4. Siapakah
saya/manusia itu?
Berangkat dari sebuah hadits yang diriwayatkan oleh
Bukhari “Barang siapa yang keadaan amalnya hari ini lebih jelek dari hari
kemarin, maka ia terlaknat. Barang siapa yang hari ini sama dengna hari
kemarin, maka ia termasuk orang yang merugi. Dan barang siapa yang hari ini
lenih baik dari hari kemarin, maka ia termasuk orang yang beruntung.” Setiap
individu yang telah memasuki babak baru dalam hidupnya pastilah, tidak mungkin
tidak. Ingin menjadi pribadi yang lebih baik lagi, juga memiliki motivasi yang
besar untuk kehidupan yang lebih baik lagi. Dan pastilah memiliki pertanyaan
yang dipertanyakan oleh Immanuel Kant.
Begitupun yang terjadi pada saya. Kini saya telah
memasuki babak baru. Yang tadinya hanya berstatus sebagai siswa, kini ada
sebuah kata tambahan dalam status tersebut. Ya, Maha. Mahasiswa, pemuda dengan
berjuta potensi, para intelektual yang dijuluki sebagai “Agen of Change”, garda
terdepan untuk suatu perubahan. Tentunya setelah mendengar julukan-julukan
mahasiswa, layaknya ada sebuah dorongan untuk melakukan sebuah perubahan.
Meskipun dorongan tersebut tidak terlalu kuat, tapi saya yakin setiap Mahasiswa
pasti berpikiran untuk melakukan sebuah perubahan jika di alam semesta ini
menuntut adanya suatu perubahan.
Babak baru yang akan saya jalani dimulai di salah
satu universitas negeri di Banten yakni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
(Untirta). Sebelumnya untirta adalah Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH), karena
Banten mengalami pemekaran maka memisahkan diri dari Jawa Barat dan akan
membentuk provinsi, berubahlah STIH menjadi universitas negeri pada tahun 2001.
Tidak mungkin tidak didirikannya sesuatu tanpa ada sebuah tujuan. Begitupun
dengan Untirta, ada tujuan yang mendasari mengapa Untirta ini didirikan. Yang
lebih kita kenal dengan visi. Visi ini ada kaitannya dengan pertanyaan pertama
dari Immanuel Kant, yakni; apa yang dapat saya harapkan?
Visi Untirta: “Terwujudnya Universitas Sultan Ageng
Tirtayasa yang maju, bermutu, berkarakter, dan berdaya saing dalam kebersamaan
tahun 2025”
Penjelasan dari visi Untirta adalah:
1. Maju:
terwujudnya kondisi Untirta yang mengalami pertumbuhan, peningkatan, dan
perubahan dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.
2. Bermutu:
tercapainya kualitas layanan yang memberikan kepuasan pada pelanggan. Juga
menguasai Iptek dan mampu berkomunikasi demi kemajuan bangsa.
3. Berdaya
saing: terwujudnya suatu dorongan pada diri pendidik untuk menjadi lebih
kompetitif lagi.
4. Berkarakter:
tercapainya tenaga pendidik yang menguasai iptek dengan menjunjung tinggi
kejujuran, amanah, berwibawa, adil, religius, dan akuntabel.
5. Kebersamaan:
mengutamakan semangat gotong royong sebagai sebuah tim kerja yang menjunjung
tinggi solidaritas dan soliditas.
Dari penjelasan tadi dapat diketahui bahwa adanya
tujuan salah satunya adalah untuk melakukan suatu perubahan kea rah yang lebih
baik lagi. Untuk melakukan suatu perubahan hanya diperlukan individu yang
bertekad kuat dan yang berpikiran maju lah yang dapat mewujudkan suatu
perubahan. Itulah harapan dari seluruh masyrakat Untirta. Dan tentunya sebagai
individu yang berintelektualitas, haruslah selalu fokus pada tujuan tersebut.
Demi terwujudnya visi Untirta tadi.
Lantas, harus menjadi mahasiswa seperti apakah yang
bisa ikut berkontribusi dalam mewujudkan visi Untirta? Pertanyaan ini sama
halnya dengan pertanyaan Immanuel Kant yang ketiga, yakni; apa yang dapat saya
lakukan?
Sebagai pemuda yang memiliki berjuta potensi
tentunya ada banyak cara untuk mewujudkan cita-cita nya. Tapi tak bisa
dipungkiri bahwa manusia adalah mahluk lemah dan terbatas, yang dalam melakukan
sesuatu pastilah membutuhkan sesamanya. Berkaitan dengan hal itu, pastilah ada
individu yang akan berusaha sekeras mungkin untuk menggali potensi dalam
dirinya sehingga ia mengetahui dirinya sendiri dan juga ia bisa menempatkan
dirinya dimanapun berada. Juga tentunya ia bisa berkontribusi dalam hal apapun,
termasuk mewujudkan visi untirta. Dengan caranya aktif mengikuti berbagai
oragnisasi yang ada untuk membawa nama baik Untirta. Dan tak hanya itu, agar
Untirta menjadi universitas yang bermutu, tentunya ia akan terus memperluas
pengetahuannya agar menjadi masyarakat Untirta yang berintelektualitas. Dan ada
pula yang sebaliknya. Yang hanya mengikuti arus perkembangan. Yang hanya ingin
menjadi penonton daripada menjadi pemain.
Seperti yang sudah dipaparkan tadi, bahwa untuk
mewujudkan cita-cita, haruslah mengenali diri sendiri terlebih dahulu. Ini
berkaitan ddengan pertanyaan Immanuel Kant yang keempat, yakni; siapakah
saya/manusia itu?
Dalam proses finding
my self saya adalah orang Islam, dan saya tahu kenapa saya memilih Islam. dan
saya adalah orang yang suka mendengarkan daripada mendominasi percakapan. Maka
dari itu saya memilih Bimbingan dan Konseling sebagai pilihan pertama ketika
mengikuti tes masuk universitas. Peran seorang konselor dalam melakukan suatu
perubahan cukup besar, karna Bimbingan dan Konseling ada kaitannya dengan
psikologi yang mempelajari tentang manusia. Hanya bedanya Bimbingan dan
Konseling lebih fokus untuk membantu para konselinya untuk berkonsultasi,
bagaimana caranya menghadapi konseli yang tentunya berbeda karakter. Kenapa
bisa dikatakan peran Bimbingan dan Konseling cukup besar dalam sutu perubahan,
karena melalui konseling yang rutin seorang konselor yang paham akan segala
sesuatu tentang kehidupan, bisa mengubah pola pikir tentang kehidupan seorang
konseli yang nantinya akan menumbuhkan sutu pemahaman dan menghasilkan suatu
perilaku yang nantinya pasti akan timbul suatu perubahan dalam dirinya. Maka
dari itu, itulah tujuan saya kenapa memilih Bimbingan dan Konseling.
A Little Fighter
A LITTLE FIGHTER
AUTHOR POV
Laailahailaullah
Muhammadarrasulullah. Tiada tuhan selain Allah, Muhammad utusan Allah. Hanya
percaya akan hal itu, percaya bahwa nabi Muhammad adalah utusan Allah, Nabi
yang terakhir bagi seluruh umat, percaya akan semua janji-Nya, menaati semua
perintah-Nya, menjauhi semua laranga-Nya, menjalani segala sunnah Rasul.
Percayalah..hidupmu akan baik-baik saja. Hidupmu penuh berkah, hidupmu penuh
keikhlasan yang menentramkan hati.
Tapi entah apa yang merasuki hati,
pikiran, dan akal umat sekarang sehingga banyak dari mereka yang ingkar. Banyak
dari mereka yang tidak lagi percaya akan janji-Nya. Padahal, Dia adalah yang
mengatur segala urusan, Dia yang menghidup matikan manusia, Dia yang
mendatangkan rezeki, Dia adalah Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Pengampun.
Dia adalah segala Maha. Dia adalah Zat yang dengan hanya mengingat-Nya hati
akan menjadi tenang, tapi beda lagi apabila kita tidak mengahadirkan Dia dalam
setiap kehidupan, beda lagi ketika kita terlalu sibuk memikirkan dunia yang
hanya ladang untuk memperbanyak amal untuk menuju akhirat. Padahal, sungguh
dunia ini tak bernilai di sisi Allah walau sehelai sayap nyamuk pun.
Kita ini seakan lupa bahwa dia Maha
Melihat, Maha Mendengar. Dengan mudahnya kita bermaksiat kepadanya, dengan
mudahnya kita melakukan dosa, seakan amal perbuatan kita tak akan pernah di
hisab oleh-Nya. Semakin kita terlena oleh nikmatnya dunia, semakin kita lupa
pada-Nya. Padahal dulu, kita sering bangun di 1/3 malam, melakukan qiyamullail,
mengadu kepada-Nya atas segala permasalahan hidup kita. Tapi sekarang? Subuh
pun terlewat.
*Ketika Allah rindu dengan tangisnya
di keheningan malam, ketika Allah kangen dengan keluhan mesra dalam rangkaian
doa-doanya, ketika Allah rindu kekhusyu’an dalam shalat-shalatnya, maka segera
‘dikaruniakan’ lah kesulita hidup kepadanya.
(*dikutip dari buku
Ahmad Rifa’I Rif’an
Tuhan, maaf, kami sedang sibuk)
FAQIH POV
Namaku Muhammad Faqih Pasha. Biasa dipanggil Faqih kalau
di sekolah, kalau di rumah dipanggil De
Iki karena aku anak bungsu. Besok, tanggal 21 Maret bersama dengan sekolah ku,
TK Ibu Pertiwi, Aku akan pergi ke Dufan, jalan-jalan akhir semester. Tapi
sayang, Aku tidak jadi pergi, tapi yang teman-teman yang lain jadi pergi. Aku
tidak jadi pergi karena tidak bisa pergi, aku harus menjaga Ibunya, takut
tiba-tiba sakit.
“De
Iki gak apa-apa gak jadi pergi?” Tanya ka Ifa sambil mengelap ingusku karena
habis nangis.
Nama
kakak ku Amatullah Hanifah Pasha, biasa dipanggil Ifa. Ka Ifa masih kelas 1
SMP.
“Iya
gak apa-apa lain kali aja perginya. Iki takut Ibu sakit.” Jawab ku sambil
sesenggukan.
“de
Ifa, de Iki, makan dulu yu. Dari pagi belum makan, nanti sakit loh.” Seru ka
Ina
Ka
Ina, kakak kami. Nama lengkapnya Aminah Muslim Pasha. Dia kelas 3 SMP, dan
sudah diterima di SMK Kimia Analis yang notaben anak-anaknya pintar dan kaya
karena sekolahnya ada di kota. Ka Ina pintar sejak kecil, umur 1 tahun sudah hafal surat Al-Fatihah, sudah
pintar baca Al-Qur’an. Dan dia masuk sekolah itu lewat seleksi raport loh.
“Ibu
mana ka?” Tanya ku kepada ka Ina.
“Ibu
lagi tidur, kasian capek. Tapi Ibu udah makan kok, de Iki tenang aja. Ibu kan
cewe strong, gamungkin sakit!” jawab ka Ina dengan senyum yang dipaksakan.
“de
Iki besok libur dulu berarti yah? Jagain Ibu dulu, belajar di rumah dulu yah.
Besok ka Ina sama ka ifa pulangnya abis dzuhur kok, kan kalo lagi ujian
pulangnya suka cepet.” Ucap ka Ifa
“iya
ka.” Jawab Faqih
Keesokan paginya, kami sekeluarga pergi ke
makam ba’da shubuh. Disini pepohonan sudah tak banyak dan tak terlalu rindang.
Jadi ba’da shubuh sudah terang. Sesampainya di makam, suasana nya sangat
mencekam, dan sedikit menakutkan. Padahal tak usah takut, karena itu akan
menjadi rumah terakhir kita.
“bu,
makam bapak masih basah yah? Tanah dan bunganya masih segar.” Ucapku polos
“iyalah
de, kan baru kemarin bapak dikuburnya.”
“aku
gak ngomong ke ka Ifa lah, akunih nanya ke Ibu.” Jawabku sambil memasang muka
jutek ke ka Ifa
”sudah-sudah
jangan berisik. Sekarang kita berdo’a dulu buat bapak, biar tenang disana dan
biar dijauhkan dari fitnah kubur.” Perintah Ibu untuk mencegah perdebatan
anatara aku dan ka Ifa hehe. Padahal kemarin Ibu terlihat sangat sedih. Tapi
sekarang Ibu sudah seperti biasa lagi. Ah, memang Ibu yang strong!
Sepulang
dari makam, kami semua sarapan bersama A Didin, yang dari malam mengaji di
rumah. A Didin menemani kami di rumah, agar tidak takut dan sepi hehe. Bukan,
remaja masjid disini jika ada yang meninggal akan mengaji d rumah keluarga yang
ditinggalkansampai 40 hari, untuk menemani keluarga yang ditinggalkan dan
sekaligus mendoakan orang yang meninggal.
IFA POV
Omong-omong,
bapakku meninggal karena serangan jantung. Bapakku perokok berat. Padahal
merokok itu hukumnya makruh dalam Islam. Jika ditinggalkan mendapat pahala,
jika dikerjakan tidak apa. Dan Rasulullah.SAW. tidak menyukai hal-hal yang
makruh. Saat bapak meninggal, aku sangat kasihan pada Fiqih, dia masih sangat
kecil kalau boleh dibilang untuk menerima kenyataan itu, dan harusnya hari ini
dia pergi ke Dufan bersama temannya, tapi Fiqih bilang tak apa tak jadi pergi.
Padahal aku tahu sekali dia sangat ingin pergi. Dia sudah menyiapkan segalanya
dari jauh-jauh hari. Dia membuat semacam list, permainan apa saja yang harus
dia naiki jika sudah di Dufan. Tapi takdir berkata lain. Jika Dia sudah
berkehendak, apakah kami bisa mengelakkannya? Tentu tidak, apalagi soal
kematian. Kematian bukanlah suatu pilihan, bukan?
”bu,
Ina dan Ifa berangkat dulu ya. Doakan semoga ujiannya lancar” ucap Ina pada Ibu
sambil salam.
”iya,
pasti Ibu doakan. Jangan lupa berdoa dulu sebelum ujiannya mulai. Yang jujur
ya. Kalo gak jujur nanti jadi koruptor loh.” Itulah nasehat Ibu yang selau ia
sampaikan sebelum kami berangkat sekolah. Utamakan kejujuran dalam keadaan
apapun.
”iya
Ibu, siap! Yaudah bu, Ifa sama ka Ina berangkat ya. De Iki jangan lupa belajar!
Assalamualaikum.”
ORIGINAL POV
Yah
inilah hidup. Walau bapak sudah meninggal, kehidupan akan tetap berjalan,
bukan? Malah, inilah pilihan kita, mau ambil hikmahnya atau tidak dari kejadian
ini. Jangan malah terpuruk dan putus
asa. Mungkin ini adalah musibah bagi keluarga kami, karena bapak, sang tulang
punggung keluarga telah dipanggil oleh Yang Mahakuasa. Tapi jangan langsung
menganggap musibah adalah suatu hal yang harus diratapi. Bisajadi ini adlah
salah satu bentuk cinta-Nya dan Dia sudah menyiapkan suatu yang lebih baik lagi
dari ini. Seperti kata pepatah, dibalik musibah pasti ada hikmahnya.
Esoknya,
Faqih sudah masuk sekolah. Kangen temen-temen katanya
“Faqih, sehat nak? Ibu gimana? Sehat juga?” bu
Dewi langsung menyambutku dengan pertanyaan begitu aku tiba
“ Faqih sehat saja bu, Ibu juga sehat.”
Jawabku
“Alahamdulillah. Kamu kesini diantar siapa
nak?”
“
sama uwa, tadi pagi uwa datang katanya sekarang tiap pagi uwa mau antar Faqih
ke sekolah, sekalian berangkat kerja katanya.”
“Oh begitu, syukur
deh ya. Ayo masuk kelas, bentar lagi mau bel.”
IFA POV
Faqih anak yang pintar. Pelajaran matematika
yang paling dia sukai. Dan dia sangat tertarik dengan sejarah Islam.
Waktu
berjalan detik demi detik, hari demi hari, bulan demi bulan. Tak terasa Faqih
sudah lulus TK, dan dia sekarang sekolah
di SD salah satu kecamatan. Prestasi demi prestasi diraihnya. Faqih mudah dekat
dengan orang baru. Sehingga memudahkannya mencari teman. Hingga pada kelas 4 SD
dia sudah mengikuti lomba antar kecamatan. Karena dari kecil dia sudah diajak
main catur oleh bapak, ia pun sekarang jadi pintar main catur. Sayang, pada
suatu perlombaan dia dikalahkan oleh lawannya yang memang sudah terlatih. Tapi
ia tak menyerah, ia bertekad tahun depan dia harus jadi juara.
Ka
Ina yang juga pandai beradaptasi dengan orang baru, ia pun cukup mudah mendapat
teman di sekolahnya yang baru. Dan juga dia ramah, jadi disukai oleh orang.
Tapi ka Ina tidak mudah terbawa oleh pergaulan anak kota, yang terkenal dengan
mainnya yang selalu ke mall.
Aku
sekarang kelas 9 SMP. Bentar lagi mau ujian nasional. Dan harus memutuskan
segera akan dilanjutkan kemana. Karena
aku suka masak, aku pingin melanjutkan ke SMK yang berbasis pariwisata di kota. Tapi aku kurang
tinggi. Rencana lainnya aku ingin masuk ke sekolah yang sama seperti ka Ina,
sekolah yang memunculkan generasi di bidang analis kimia. Tapi pernah aku
mengikuti tes minat bakat dan nilai analis ku 0. Akhirnya aku masuk ke SMA di
kecamatan, bagus juga. Tapi aku tidak pernah merencanakan masuk kesini. Tapi
yasudahlah, yang penting niatnya mau mencari ilmu, mau ibadah. Karena menuntut
ilmu merupakan suatu kewajiban bagi setiap muslim.
Dan
Ibu, ia tetap menjadi wanita yang tegar. Yang kepadanyalah kita menggantung
harap. Kepadanyalah kita harus hormat. Dan dibawah telapak kakinyalah terdapat
surga.
(beberapa tahun kemudian)
Akhirnya
aku sekarang sudah SMA, ka Ina mau naik kelas 3. Dan Faqih, atas kemauannya
sendiri, ia mondok di salah satu pesantren modern di kabupaten. Pingin fokus
pada ilmu agama katanya. Ketertarikan Faqih pada sejarah Islam membuat ia
mengidolakan Muhammad Al-Fatih, seorang pemuda 21 tahun yang menaklukan
Konstatinopel, kota sumber peradaban, sekaligus sumber kekufuran, menjadi
Negara Islam. Dan dia adalah seorang khalifah Utsmani yang sangat disegani dan
dicintai oleh rakyatnya.
FAQIH POV
“sungguh
kau tak tahu bahwa menegakkan khilafah adalah hukumnya wajib?” tanyaku pada
Hilal dengan herannya
“ya.
Bukankah bapak wakil presiden kita bilang bahwa khilafah hanyalah hayalan?
Memang aku tak mengerti mengapa bapak wapres kita bilang begitu.” Jawab Hilal
yang memang kedengarannya belum paham
“dan
kamu percaya apa yang dikatakannya?” tanyaku greget
“tidak.
Karena tidak ada bukti bahwa itu hanyalah hayalan. Karena para pendahulu kita
sudah membuktikannya dengan jatuhnya Konstantinopel ke tangan Turki Utsmani.”
“lantas
mengapa kau tak tahu kalau menegakkan khilafah hukumnya wajib?” yah inilah
dunia yang sekarang. Barat sudah menjajah kita kembali. Salah satunya dengan
cara menghilagkan sosok khalifah. Mereka takut ‘dikalahkan’ apabila seluruh
umat muslim bersatu.
“karena
belum ada pemimpin kita yang ingin menegkkan khilafah. Makanya aku tak tahu
kalau khilafah itu wajib.” Jawab Hilal
“hm,
jika aku sudah menjadi pemberani seperti Dr.Zakir Naik aku ingin teriak di
depan orang-orang yang katanya pemimpin itu.” Jawabku sambil memandang langit
“hanya
teriak?” Tanya Hilal tak habis fikir
“
tidak. Sambil mengucapkan apa yang diucapkan oleh Ust. Nurul Dzikri ‘pemimpin
besar lahir dari orang yang benar-benar menjiwai bahwa dia adlah pengikut Nabi
.SAW dan para sahabat’”
AUTHOR POV
Yah itulah Faqih yang sekarang, dia
benar-benar tumbuh menjadi seorang lelaki. Ia belum terlalu paham tentang
agama, tapi dia sudah mampu berpikr kritis tentang masalah apapun dalam negeri.
“yasudah
nanti kita lanjut lagi perbincangan yang cukup berat itu. Sekarang ambil busur
dan anak panahmu. Ayo, kita latihan lagi.”
Faqih
dan Hilal sudah berteman semenjak mereka ada di pesantren. Hilal merupakan
saingan terberat Faqih karena Hilal sangat pandai dalam bidang matematika. Tapi
jika urusan catur Faqih jagonya. Guru-guru di pesantren pun heran mengapa ada
anak yang sangat pandai dalam mengatur strategi itu. Apalagi KH. Ahmad Karaeng,
ia merasa sangat tersaingi oleh Faqih. Karena pernah suatu waktu mereka berdua
beradu catur dan Faqih menang. Dengan lapang dada KH. Ahmad Karaeng menerima
kekalahan itu, dan tentunya ia memberi hadiah berupa sarung untuk Faqih. Selain
karena kemenangan Faqih atas permainan caturnya, KH. Ahmad Karaeng memberi sarung itu denga alas an
karena sarung yang dipakai Faqih sudah terlihat usang. Yah itulah Faqih, jika
ada suatu barang yang sangat sudah nyaman dipakai dia tak akan menggantinya
meskipu sudah usang. Tapi KH.Ahmad Karaeng mengancam akan membuang sarung yang
sudah usang itu jika Faqih tidak memakai sarung pemberiannya haha. KH. Ahmad
Karaeng memang suka mengancam yang aneh-aneh. Tapi dia merupakan guru yang
sangat Faqih hormati dan segani. Banyak pengalaman hidupnya yang bisa dijadikan
pelajaran katanya.
KH. AHMAD KARAENG POV
“Assalamualaikum. Kau sedang rehat nak?”
“Waalaikumsalam. Iya kiyai. Hari ini banyak
mempelajari teknik-teknik baru yang cukup rumit.” Aku cukup senang ketika
mengetahui yang datang adalah KH. Ahmad
“hm,
begitu. Tapi nampaknya sahabat kau yang satu itu tak kenal lelah ya. kau tak takut jika tersaingi oleh dia lagi?” Tanya
Kiyai sambil memandang Hilal
“Hilal?
Kiyai tak tahu saja, dia baru saja rehat tadi kiyai. Itu dia baru mulai lagi”
jawabku sambil tersenyum penuh kemenangan hehe
“oh
begitu. Sok tahu sekali orang tua ini hehe.” KH. Ahmad tertawa kecil dengan
renyahnya. Walau sedang tertawa, kewibaannnya masih jelas terlihat.
“haha tidak juga kiyai.” Aku langsung menimpali
“ah
ya. Nak, kau belajar catur dari siapa? Bagaimana bisa anak kecil sepertimu
mengalahkan ku?” Tanya Kiyai tiba-tiba
“dari
bapakku kiyai. Sejak kecil aku suka diajaknya main catur. Awalnya aku hanya
memperhatikan bapak ketika sedang main dengan temannya. Tapi lama-lama aku jadi
mengerti bagaimana permainan catur itu. Dan sekali mencoba bermain, aku jadi
ketagihan” Faqih menarik nafas, dan memandang langit yang entah sangat cerah
sekali hari ini. Sembari melanjutkan “ Jika bapak masih ada, bapak pasti ingin
main dengan kiyai. Karena menurutku kiyai cukup handal dalam bermain, dan
mempunyai strategi jitu. Kalau kemarin kiyai kalah, kiyai kurang konsentrasi
saja hehe.”
“
ah, begitu. Maafkan orangtua ini membuatmu mengingat masa lalu itu. Pantas saja
kau jadi pandai begini, dari kecil sudah
diajari. Tapi mengapa sekarang kau malah tertarik dengan memanah? Padahal kau
bisa jadi master catur.” Jawab Kiyai sambil sedikt menghiburku
“hm,
yah menjadi master memang jadi cita-citaku. Tapi setelah aku mengidolakan
Muhammad Al-Fatih, sang penakluk Konstantinopel, aku jadi ingin memperjuangkan
Islam di Negeri ini yang dimana pemimpinnya dzalim terhadap rakyatnya. Dan aku
sangat percaya akan janji Allah, bahwa Islam akan bangkit lagi di muka bumi
ini. Makanya aku ingin ikut berjuang.” Jawabku mantap
“subhanallah,
cita-cita yang mulia sekali nak. Selain itu memanah adalah salah satu olahraga
yang disunahkan oleh Rasulullah .SAW.” jawab KH. Ahmad sambil terkagum dengan
cita-citaku. Sambil mengikuti gaya ku yang sedang memandang langit, KH. Ahmad
melanjutkan, “masih teringat sekali cerita pasukan Yenisari yang sangat tangguh
dan terlatih. Dengan keyakinan yang penuh, tekad yang kuat, dan dengan niat
jihad fiisabilillah. Mereka mebidik anak panah dengan mantap untuk
mengahncurkan pasukan Vlad II untuk merebut kembali Hungaria. Dan tentunya
dengan bantuan Allah mereka semua berhasil merebut Hungaria menjadi Negara
Islam.” KH. Ahmad menceritakannya selalu dengan senyum yang menenangkan. “dank
kau tahu nak apa yang membuat Muhammad Al-Fatih bisa menaklukan
Konstantinopel?”
Penjelasan
Kiyai memang selalu singkat, tapi anehnya selalu membekas
“apa itu kiyai?”
tanyaku penasaran
“
akidah yang kuat, tekad yang kuat, dan keimanan yang kuat.” Jawab KH. Ahmad
sambil menatapku. “aku akan selalu mendoakan yang terbaik untukmu nak. inshaAllah,
Allah akan senantiasa membantumu untuk menegakkan kembali Agama yang hanya di
ridhoi oleh-Nya, yaitu Islam.” jawab Kiyai dengan segala kewibaannya
“Aamiin
kiyai. Terimakasih telah senantiasa ada untukku, dan mendukungku.” Tersenyum
aku sambil meng Aamiini doa Kiyai
“bukankah
itu memang sudah tugasku? Ah, yasudah, sana kembali latihan lagi. Maafkan
orangtua ini yang sudah mengganggu jam istirahat mu.” Ucap Kiyai sambil hendak
beranjak
“taka
apa kiyai. Berbincang dengan kiyai selalu ada manfaatnya, selalu ada pelajaran
yang bisa diambil. Yasudah, Faqih latihan dulu kiyai. Assalamualaikum.” Pamit
ku sambil mencium telapak tangannya. Tanda hormat
“Waalaikumsalam
warrahmatullahi wabaraakatuh.” Kiyai menjawab salam ku dengan hidmat dan
tentunya dengan sepoles senyuman yang menenangkan
FAQIH POV
Cita-citaku yang sekarang adalah memperjuangkan agama
yang benar ini di muka bumi, ya, Islam. Islam adalah agama yang benar.
Satu-satu nya agama yang diridhoi oleh Allah. Segala aspek kehidupan ada di
Islam. segala urusan kehidupan baik sejarah atau ekonomi diatur segalanya dalam
Islam, yaitu melalui kitab nya umat muslim, Al-Qur’an Nul Kariim. Setiap orang
pasti ingin berjuang. Hidup tiada mungkin tanpa perjuangan, bukan?
“hei
Faqih!” Hilal memanggilku dari ujung lab.komputer dengan teriakannya yang masih
merdu. Karena Hilal juga adlah seorang muadzin loh. Dia sangat terinspirasi
oleh Bilal, sahabat Rasulullah .SAW. yang pertama kali mengumandangkan azan,
dan dia rela mati demi membela agamanya.
“ada
apa Hilal?” jawabku dengan bingung karena melihat muka panik Hilal yang datang
dengan tiba-tiba sambil berlarian menghampiriku
“kau!
Kau! Kau dapat beasiswa ke Inggris Faqih!” ucap Hilal antusias sambil masih
ngos-ngosan karena habis berlari
“hah?
Aku tak pernah mendaftar beasiswa itu, Hilal. Memang itu beasiswa untuk apa?”
Jawabku heran setengah mati. Karena memang aku sama sekali tak tahu ada
beasiswa ke Inggris. “sekarang kau taarik nafas dulu, atur nafasnya. Dan mari
kita duduk, bicarakan ini secara
perlahan agar aku mengerti.” Aku membawa Hilal ke tempat duduk terdekat
“haaah,
sebentar..” Hilal masih mengatur nafasnya. “jadi gini Faqih..” sekarang nafas
Hilal sudah terdengar sedikit teratur “beasiswa itu memang ditujukkan untuk
para senior kita di kelas memanah. Setiap tahunnya memang selalu ada beasiswa
itu. Beasiswa ini sebenarnya semacam pertukaran pelajar, hanya saja dikhusukan
untuk para pemanah muda.”
“mengapa
harus para pemanah?” jawabku masih bingung “dan aku ini masih junior, Hilal”
“Inggris
itukan termasuk salah satu Negara yang perkembangan Islamnya cukup pesat. Dan
mereka tahu bahwa ternyata dan seharusnya di muka bumi ini semestinya hanya ada
1 khalifah. Dan untuk itu, mereka ingin berjuang untuk menegakkan khilafah di
muka bumi ini. Menerapkan Islam di segala aspek kehidupan. Dan seperti yang
sudah KH. Ahmad sampaikan, memanah adalah salah satu olahraga yang disunahkan
oleh Rasul. Jadi mereka ingin berjuang melalui itu yang inshaAllah mereka ini
akan menjadi para Ghazi (tentara).”
Hilal
tarik nafas sejenak dan melanjutkan, “KH. Ahmad Karaeng yang mendaftarkanmu.
Bagaimana? Ini salah satu cita-citamu bukan? Kejarlah cita-citamu yang mulia
itu Faqih.” Sambil tersenyum Hilal berkata, “tenang, nanti aku menyusul!”
AUTHOR POV
Ada sebuah kisah menarik. Pada suatu hari, seorang lelaki
bertanya kepada Imam Hasan Al-Bashri, “sesungguhnya aku melakukan banyak dosa.
Tapi ternyata rezeki ku tetap lancar-lancar saja. Bahkan lebih banyak dari
sebelumnya.”
Sang
Imam lantas bertanya, “Apakah semalam engkau melaksanakan qiyamullail?”
Lelaki
itu menjawab, “Tidak.”
Dengan
kalimat bijak, Imam Hasa Al-Bashri menasehatkan pada lelaki tersebut,
“Sesungguhnya jika Allah langsung menghukum semua mahluk yang berbuat dosa
dengan memutus rezekinya, maka semua manusia di muka bumi ini sudah habis
binasa. Sungguh dunia ini tak bernilai di sisi Allah walau sehelai sayap
nyamukpun, maka Allah tetap memberikan rezeki bahkan pada orang kufur sekalipun
kepada-Nya. Adapun kita orang mukmin, hukuman atas dosa adalah terputusnya
kemesraan dengan Allah, Subhanahu wa Ta’ala.
Prakarya dan Kewirausahaan
Pemeliharaan Unggas
Petelur Mulai dari DOC sampai Panen dan Pasca Panen
Untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam usaha beternak unggas
petelur, maka perlu diperhatikan beberapa hal berikut:
1.
Bibit
Bibit mempunyai
kontribusi sebesar 30% dalam keberhasilan suatu peternakan. Ada beberapa cara
untuk memilih bibit/DOC (Day Old Chicken);
-
DOC
berasal dari induk yang sehat
-
Bulu
tampak halus dan penuh serta baik pertumbuhannya
-
Tidak
terdapat kecacatan pada tubuhnya
-
Mempunyai
nafsu makan yang baik
-
Ukuran
badan normal, antara 35-40 gram
Penyiapan bibit ayam petelur yang berkriteria baik tergantung
hal sebagai berikut;
·
Konversi
Ransum, merupakan perbandingan antara ransum yang dihabiskan ayam dalam
menghasilkan sejumlah telur. Keadaan ini sering disebut ran sum/kg telur. Ayam
ayam itu.
·
Poduksi
Telur. Di pilih bibit yang dapat memproduksi telur banyak. Tetapi konversi
ransum lebih utama.
·
Prestasi
bibit di lapangan/ di peternakan. Apabila kedua hal di atas telah baik, maka
kemampuan ayam untuk bertelur hanya dalam sebatas kemampuan bibit itu.
2.
Pemberian Pakan
Untuk pemberian pakan,
ada 2 fase;
-
Fase starter (umur 0-4 minggu)
Minggu ke-1 (umur 1-7 hari)
17 gram/ekor
Minggu ke-2 (umur 8-14
hari) 43 gram/ekor
Minggu ke-3 (umur 15-21
hari) 66 gram/ekor
Minggu ke-4 (umur 22-29
hari) 91 gram/ekor
Jadi, jumlah pakan/ekor
pada umur 1-29 hari adalah 1.520 gram
-
Fase finisher (umur 4-6 minggu)
Minggu ke-5 (umur 30-36
hari) 111 gram/ekor
Minggu ke-6 (umur 37-43
hari) 129 gram/ekor
Minggu ke-7 (umur 44-50
hari) 146 gram/ekor
Minggu ke-8 (umur 51-57
hari) 161 gram/ekor
Jadi, jumlah pakan/ekor
pada umur 30-57 hari adalah 3.829 gram
Pemberian minum
disesuaikan dengan umur ayam.
Minggu ke-1 (umur 1-7)
1,8 liter/hari/100 ekor
Minggu ke-2 (umur 8-14)
3,1 liter/hari/100 ekor
Minggu ke-3 (umur 15-21)
4,5 liter/ har/100 ekor
Minggu ke-4 (umur 22-29)
7,7 liter/hari/100 ekor
Minggu ke-5 (umur 30-36)
9,5 liter/hari/100 ekor
Minggu ke-6 (umur 37-43)
10,9 liter/hari/100 ekor
Minggu ke-7 (umur 44-50)
12,7 liter/hari/100 ekor
Minggu ke-8 (umur 51-57)
14,7 liter/hari/100 ekor
Pemberian air minum pada
hari pertama hendaknya diberi tambahan
gula dan obat anti stress ke dalam air minumnya. Banyaknya gula yang diberikan
50gram/liter air.
3.
Pemberian Vaksin dan Obat
Vaksinasi merupakan salah
satu cara pengendalian penyakit virus menular dengan cara menciptakan kekebalan
tubuh. Vaksin dibagi menjadi 2 macam
·
Vaksin
aktif, yaitu vaksi yang mengandung virus hidup. Kekebalan yang ditimbulkan
lebih lama daripada vaksin inaktif.
·
Vaksin
inaktif, yaitu vaksin yang mengandung virus yang telah dilemahkan /dimatikan
tanpa mengubah struktur antigenic, hingga mampu membentuk zat kebal.
Persyaratan dalam vaksinasi
·
Ayam
yang di vaksinasi harus sehat
·
Dosis
vaksin harus tepat
·
Sterilisasi
alat-alat
4.
Panen Ayam Petelur
§ Hasil Utama
Hasil utama berupa telur.
Sebaiknya telur dipanen 3 kali sehari. Ini bertujuan agar kerusakan telur
akibat virus dapat dihindari. Pengambilan pertama pada pagi hari pukul
10.00-11.00, pengambilan kedua pukul 13.00-14.00, pengambilan ketiga sambil
mengecek seluruh kandang dilakukan pada pukul 15.00-16.00
§ Hasil tambahan yang dapat dinikmati
adalah daging ayam yang telah tua dan kotoran dapat dijual untuk dijadikan
pupuk kandang.
§ Telur yang telah dihasilkan diambil
dan diletakkan di egg tray (nampan telur). Telur yang normal yang berbentuk
oval, bersih dan mulus serta beratnya 57,6 gram dengan volume sebesar 63cc.
Telur yang abnormal telurnya kecil atau terlalu besar, kulitnya retak.
§ Setelah telur dikumpulkan, telur yang
kotor dibersihkan dengan amplas besi yang halus, dicuci secara khusus atau
dengan cairan pembersih. Biasanya pembersihan dilakukan untuk telur tetas.
5.
Pemeliharaan
Sanitasi dan Tindakan
Preventif
Kebersihan lingkungan
kandang pada areal peternakan merupakan usaha pencegahan penyakit yang paling
mura, hanya dibutuhkan tenaga yang ulet atau yang terampil saja. Tindakan
preventif dengan memberikan vaksin pada ternak.
6.
Pemeliharaan Kandang
Agar bangunan kandang
dapat berguna secra efektif, maka bangunan kandang perlu dipelihara secara
baik, seperti kandang selalu dibersihkan dan dijaga apabila ada bagian yang
rusak agar segera diperbaik. Dengan demikian, daya guna kandang bisa maksimal.
7. Pasca Panen
Kegiatan pasca panen meliputi
penyortiran dan pembersihan telur. Telur yang telah dikumpulkan langsung
disortir berdasarkan ukuran dan bentuknya.
Umat Butuh Khilafah
Kini kita kembali
berduka, setelah muslim Rohingya diusir da terkatung-katung di lautan sekarang
Aleppo, Suriah kembali dibantai oleh Rusia, pendukung Bashar Asad dan didukung
penuh oleh Amerika dan sekutunya, Iran. Pembantaian yang dilakukan di Aleppo
amatlah keji hingga menurut Duta Besar Prancis untuk PBB, Francois Delattre,
“Aleppo menjadi salah satu tempat pembantaian terbesar terhadap penduduk sipil
sejak Perang Dunia II” . Konflik di Suriah bermula ketika Suriah mengalami
revolusi panjang yang memunculkan iklim Islami yang berbahaya bagi kepentingan
Amerika dengan kapitalisme sera demokrasi sebagai idenya. Penduduk Suriah bukan hanya menginginkan pergantian rezin, tapi
juga tata kelola system pemerintahan yag baru, yakni Khilafah. Suriah yang
menolak tawaran Amerika itu yakni dengan menawarkan demokrasi, langsunglah
ditindak dengan cara yang pengecut oleh Amerika. Yakni dengan mengadakan
operasi militer yang ‘keras’. Dan tentu Amerika tidak mengadakan operasi
militer secara langsung, Rusia ‘dimainkan’ oleh Amerika untuk mendorong Rusia
mempercepat pengiriman satuan militer. Amerika pun mendorong Iran untuk
mengirimkan pasukan tambahan ke wilayah Aleppo. Cara yang seperti itu pengecut
bukan? Gak berani maju sendiri.
Ketika saudara kita di
Timur sana menungu bala bantuan kita, bukan hanya bantuan kebutuhan pokok tapi
lebih kepada perlindungan. Disini, di negeri kaum Muslim, diam seribu bahasa.
Apalgi dengan negeri yang mayoritasnya muslim terbesar di dunia, penguasanya
malah mengadakan kerjasama dengan negara yang menjadi salah satu pelaku
pembantaian Aleppo, ya, Iran. Rakyat disini amat sangat tidak mengerti
denganapa yang dilakukan oleh penguasa negeri ini.
Sampai saat ini bukan
hanya Aleppo saja yang menjadi sasaran target kaum kapitalis, tapi kini masih
berlangsung pembantaian umat di Myanmar. Pun halnya dengan muslim di Xinjiang,
Cina; Kashmir, India; Afrika; Afgahanistan, Irak, Pakistan, dan Palestina.
Dengan bebagai penderitaan umat di belahan bumi sana, adakah yang tulus membela?
PBB kah? Penguasa Arab dan negeri Muslim? Tidak. Untuk mengirimkan bala bantuan
tentara untuk melawan dan menghentikan serangan brutal Rusia dan sekutunya pun
tidak. Maka dengan segala hal yang terhjadi di dunia ini, khususnya kaum muslim
terbukti umat hanya membutuhkan Khilafah yang dipimpin oleh seorang Khalifah.
Karna sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Imam (khalifah) itu laksana perisai;
kaum Muslim diperangi (oleh kaum kafir) di belakang dia dan dilindungi oleh
dirinya.” (HR Muslim)
SUMBER: bulletin Al-Islam edisi 836; Pelajaran
Penting dari Aleppo: Umat Makin Butuh Khilafah
Langganan:
Komentar (Atom)