Rabu, 28 Desember 2016

Terorisme

Terorisme
Dari definisi radikalisme yakni radikalisme adalah suatu paham yangdibuat oelh sekelompok orang yang menginginkan perubahan atau pembaruan sosial dan politik secara drastic dengan cara kekerasan, maka berangkat dari definisi ini kafir Barat terus melancarkan upaya-upaya lainnya agar mereka dapat menguasai kaum muslim. Dengan mencap orang-orang yang menyeru pada Islam menggunakan istilah radikalisme, maka upaya selanjutnya adalah mengatakan bahwa gerakan radikalisme adalah pemicu terorisme, yang lagi-lagi ditujukkan untuk umat Islam. ketika ada suatu gerakan terror, yang pertama dicurigai adalah orang Islam dengan dalih si penyebab terror dulunya pernah ikut salah satu organisasi Islam. Namun ketika tidak ditemui bukti, mereka mengatakan para aktivis dakwah Islam khususnya tidak melakukan aksi terorisme, namun mereka memiliki pemahaman radikalisme. Perlu diketahui oleh teman-teman, jika memang terbukti ada salah seorang aktivis dakwah melakukan aksi terror, ada dua kemungkinan. Pertama, dalam organisasinya diajarkan demikian. Kedua, orangnya salah memahami. Tapi yang jelas, itu adalah perbuatan manusia, tidak ada siapa pun yang berhak menuduh Islam sebagai pemicu terorisme, bagaimana bisa agama yang apabila diterapkan dalam kehidupan akan  membawa kesejahteraan dan itu telah jelas terbukti, malah membuat kekacauan di bumi?
Sebagai contoh, ketika ada kasus pembakaran masjid dan penyerangan oleh kelompok Kristen GIDI di Tolikara meski jelas itu adalah gerakan terorisme, apa yang media katakan? Dengan seenak jidat mereka mengatakan bahwa kebakaran yang terjadi karna masalah konslet listrik. Sebaliknya, jika pelakunya umat Islam, seluruh media massa meliput secara live dan siarannya diulang-ulang dengan berbagai ‘bumbu penyedap’, hingga seluruh anggota keluarganya diperiksa.
Terorisme sendiri berasal dari kata terror, yang secara bahasa artinya adalah suatu usaha menciptakan ketakutan, kengerian dan kekejaman oleh seorang atau golongan. Jika ditambah dengan isme jadilah terorisme yang dalam KBBI adalah penggunaan kekerasanuntuk menimbulkan ketakutan untuk mencaai tujuan (terutama tujuan politik) praktik tindakan terror. Dari definisi di atas, sudahkah kita bisa mengira siapa terorisme sesungguhnya? Jika kita berpikir secara krtitis dan mendalam, benarkah Islam adalah pemicu bagi pengikutnya untuk melakukan terorisme? Lantas, siapakah terorisme sesungguhnya? William Blum dalam bukunya,  America’s Deadline and Everything Else, menyebutkan; Amerika telah mengebom warga sipil di lebih 30 negara, mencoba membunuh lebih dari 50 pemimpin negara, berupaya untuk menggulingkan pemerintahan di 50 negara. Dan tak lupa dalam sejarah kita ketahui bahwa terbukti Amerika telah menjatuhkan bom nuklir di Hiroshima dan Nagasaki. Amerika telahbrutal membunuh anak-anak, wanita, dan orang jompo di Afghanistan dan Irak. Amerika juga lah yang telah mensponsori pembantaian di Suriah dll. Dari fakta tersebut, sudah tahu kan siapa sebenarnya terorisme?

Di Indonesia sendir, densus 88 dengan kewnangannya tak segan-segan membunuh orang yang masih dicap sebagai terduga teroris. Masih teringat dalam benak kita, bagaimana Siyono yang baru terduga sebagai teroris, kini sudah meninggalkan dunia yang fana ini akibat kekrasan yang dilakukan oleh densus 88. Maka disini patut dipertanyakan, dimana peran negara yang seharusnya memberikan pelayanan dan perlindungan pada rakyatnya? Fakanya saat ini peran negara hanyalah sebagai lembaga tempat pemuja nafsu untuk memuaskan semua ambisinya. Apakah negara seperti ini yang kita harapkan? Tentu tidak, bukan? Hanya Islam lah yang patut kita jadikan pedoman hidup,  maka marilah kita berjuang bersama untuk mewujudkan perubahan yang hakiki, mengembalikan kehidupan Islam dalam naungan Khilafah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar