Terorisme
Dari definisi radikalisme yakni radikalisme adalah
suatu paham yangdibuat oelh sekelompok orang yang menginginkan perubahan atau
pembaruan sosial dan politik secara drastic dengan cara kekerasan, maka
berangkat dari definisi ini kafir Barat terus melancarkan upaya-upaya lainnya
agar mereka dapat menguasai kaum muslim. Dengan mencap orang-orang yang menyeru
pada Islam menggunakan istilah radikalisme, maka upaya selanjutnya adalah
mengatakan bahwa gerakan radikalisme adalah pemicu terorisme, yang lagi-lagi
ditujukkan untuk umat Islam. ketika ada suatu gerakan terror, yang pertama
dicurigai adalah orang Islam dengan dalih si penyebab terror dulunya pernah
ikut salah satu organisasi Islam. Namun ketika tidak ditemui bukti, mereka
mengatakan para aktivis dakwah Islam khususnya tidak melakukan aksi terorisme,
namun mereka memiliki pemahaman radikalisme. Perlu diketahui oleh teman-teman,
jika memang terbukti ada salah seorang aktivis dakwah melakukan aksi terror,
ada dua kemungkinan. Pertama, dalam organisasinya diajarkan demikian. Kedua,
orangnya salah memahami. Tapi yang jelas, itu adalah perbuatan manusia, tidak
ada siapa pun yang berhak menuduh Islam sebagai pemicu terorisme, bagaimana
bisa agama yang apabila diterapkan dalam kehidupan akan membawa kesejahteraan dan itu telah jelas
terbukti, malah membuat kekacauan di bumi?
Sebagai contoh, ketika ada kasus pembakaran masjid
dan penyerangan oleh kelompok Kristen GIDI di Tolikara meski jelas itu adalah
gerakan terorisme, apa yang media katakan? Dengan seenak jidat mereka
mengatakan bahwa kebakaran yang terjadi karna masalah konslet listrik.
Sebaliknya, jika pelakunya umat Islam, seluruh media massa meliput secara live
dan siarannya diulang-ulang dengan berbagai ‘bumbu penyedap’, hingga seluruh
anggota keluarganya diperiksa.
Terorisme sendiri berasal dari kata terror, yang
secara bahasa artinya adalah suatu usaha menciptakan ketakutan, kengerian dan
kekejaman oleh seorang atau golongan. Jika ditambah dengan isme jadilah
terorisme yang dalam KBBI adalah penggunaan kekerasanuntuk menimbulkan
ketakutan untuk mencaai tujuan (terutama tujuan politik) praktik tindakan
terror. Dari definisi di atas, sudahkah kita bisa mengira siapa terorisme
sesungguhnya? Jika kita berpikir secara krtitis dan mendalam, benarkah Islam
adalah pemicu bagi pengikutnya untuk melakukan terorisme? Lantas, siapakah
terorisme sesungguhnya? William Blum dalam bukunya, America’s
Deadline and Everything Else, menyebutkan; Amerika telah mengebom warga
sipil di lebih 30 negara, mencoba membunuh lebih dari 50 pemimpin negara,
berupaya untuk menggulingkan pemerintahan di 50 negara. Dan tak lupa dalam
sejarah kita ketahui bahwa terbukti Amerika telah menjatuhkan bom nuklir di
Hiroshima dan Nagasaki. Amerika telahbrutal membunuh anak-anak, wanita, dan
orang jompo di Afghanistan dan Irak. Amerika juga lah yang telah mensponsori
pembantaian di Suriah dll. Dari fakta tersebut, sudah tahu kan siapa sebenarnya
terorisme?
Di Indonesia sendir, densus 88 dengan kewnangannya
tak segan-segan membunuh orang yang masih dicap sebagai terduga teroris. Masih
teringat dalam benak kita, bagaimana Siyono yang baru terduga sebagai teroris,
kini sudah meninggalkan dunia yang fana ini akibat kekrasan yang dilakukan oleh
densus 88. Maka disini patut dipertanyakan, dimana peran negara yang seharusnya
memberikan pelayanan dan perlindungan pada rakyatnya? Fakanya saat ini peran
negara hanyalah sebagai lembaga tempat pemuja nafsu untuk memuaskan semua
ambisinya. Apakah negara seperti ini yang kita harapkan? Tentu tidak, bukan?
Hanya Islam lah yang patut kita jadikan pedoman hidup, maka marilah kita berjuang bersama untuk
mewujudkan perubahan yang hakiki, mengembalikan kehidupan Islam dalam naungan
Khilafah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar