Rabu, 28 Desember 2016

Idola Sejati

Mengenal Rasulullah SAW
Kemuliaan dan ketaatannya pada Allah serta berbagai akhlakul karimah yang adapada dirinyalah yang membuat ia dikenal,  bahkan orang barat pun tahu siap itu Muhammad. Dan mereka menyampaikan kekagumannya melauli lisan mereka sendiri.
Ø  “Jika kita mengukur kebesaran dengan pengaruh, Ia adalah seorang raksasa sejarah. Ia berjuang meningkatkan tahap ruhaniyah dan moral suatu bangsa yang tenggelam dalam kebiadaban karena panas kegersangan. Dia berhasil lebih sempurna dari pembaharu manapun. Belum pernah ada orang yang begitu berhasil mewujudkan mimpi-mimpinya seperti Dia[Will Durat, The Story of Civilization]
Ø  “Dia datang seperti sepercik sinar dari langit jatuh ke padang pasir yang tandus, kemudian meledakkan butir-butir debu menjadi mesiu yang membakar angkasa sejak Delhi sampai Granada” [Thomas Carlyle, On Heros and Hero Workship]
Ø  “Dialah orang yang paling berpengaruh sepanjang sejarah kehidupan manusia melebihi dari Newton dan Yesus (Nabi Isa) atau siapapun di dunia ini” [Michael Hart, Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh di Dunia]
Berbagai pujian dan kekaguman keluar dari mulut tiap orang tatkala ditanya tentang Muhammad, kecuali mereka yangsudah keras hatinya sampai datang kebenaran yang nyata pada mereka. Berbagai pujian itu dikeluarkan karena memang Rasulullah SAW memiliki karakter berakhlakul karimah, ahli strategi perang, pendidik, pedagang yang ulung, dan kepala Negara yang unggul. Maka sudah sepatutnyalah kita menjadikan Rasulullah sebgai suri tauladan kita, sebgaimana dalam firman Allah: “Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al-Ahzab [33]: 21)
“apa yang diberikan Rasul kepadamu, Maka terimalah. dan apa yang dilarangnya bagimu, Maka tinggalkanlah. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.” (QS. Al-Hasyr [59]: 7)
“Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali Imran [3]: 31)
Pernahkah merasakan cinta bertepuk sebelah tangan? Sakit, bukan? Mungkin itulah yang Rasulullah rasakan ketika ia berjuang mati-matian untuk membela agama Allah demi terwujudnya kesejahteraan untuk umatnya, tapi kini kita sebagai umatnya berjuang untuk mempertahankan ajarannya saja tidak, shalawat sekalipun kerap kali kita lupakan. Padahal ketika maut merenggut nyawanya yang ia sebut bukanlah Khadijah, bukan Aisyah, bukan pula ibunya, atau para sahabatnya. Tapi dengan rintihan ia memanggil “ummatiii….ummatiiii…ummatii..” ketika sakaratul maut ia masih sempat mengingat kita, tapi kini kita yang hidup sudah serba enak karna perjuangannya tentunya,tak sedikitpun kita mengingatnya. Yang kita ingat hanyalah idola rendahan kita yang amat tidak layak untuk kita jadikan seorang idola. Untuk bertaqarub illallah pun tidak sempat, bagaimana kita akan mencintai Allah dan RasulNya? Apa balasan kita untuk Allah dan RasulNya yang sudah menyerahkan segala cintaNya pada kita?
Dari Anas bin Malik:  Ada seorang laki-laki bertanya kepada Rosulullah, kapankah hari kiamat itu ya Rosululah? Rosulullah bertanya kepada orang tersebut: “Apa yang telah engkau persiapkan untuknya? “Lelaki itu menjawab: Aku tidak mempersiapkan untuknya dengan banyak sholat, puasa dan tidak pula banyak shadaqah. Tetapi aku mencintai Allah dan Rosul-Nya. Maka beliau bersabda: “Kamu akan dibangkitkan bersama siapa yang kamu cintai”.
Marilah mulai sekarang kita mencintai siapa yang harusnya dicintai dengan mengamalkan seluruh ajaranNya dan menjauhi seluruh laranganNya. Dan ingat “Barang siapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk salah seorang dari mereka” (HR. Abu Dawud, Ahmad, dan ath-Thabrani)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar