Mengenal
Rasulullah SAW
Kemuliaan dan ketaatannya pada Allah serta berbagai
akhlakul karimah yang adapada dirinyalah yang membuat ia dikenal, bahkan orang barat pun tahu siap itu
Muhammad. Dan mereka menyampaikan kekagumannya melauli lisan mereka sendiri.
Ø “Jika
kita mengukur kebesaran dengan pengaruh, Ia adalah seorang raksasa sejarah. Ia
berjuang meningkatkan tahap ruhaniyah dan moral suatu bangsa yang tenggelam
dalam kebiadaban karena panas kegersangan. Dia berhasil lebih sempurna dari
pembaharu manapun. Belum pernah ada orang yang begitu berhasil mewujudkan
mimpi-mimpinya seperti Dia” [Will Durat, The Story of
Civilization]
Ø “Dia
datang seperti sepercik sinar dari langit jatuh ke padang pasir yang tandus,
kemudian meledakkan butir-butir debu menjadi mesiu yang membakar angkasa sejak
Delhi sampai Granada” [Thomas Carlyle, On Heros and Hero
Workship]
Ø “Dialah
orang yang paling berpengaruh sepanjang sejarah kehidupan manusia melebihi dari
Newton dan Yesus (Nabi Isa) atau siapapun di dunia ini” [Michael
Hart, Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh di Dunia]
Berbagai pujian dan
kekaguman keluar dari mulut tiap orang tatkala ditanya tentang Muhammad,
kecuali mereka yangsudah keras hatinya sampai datang kebenaran yang nyata pada
mereka. Berbagai pujian itu dikeluarkan karena memang Rasulullah SAW memiliki
karakter berakhlakul karimah, ahli strategi perang, pendidik, pedagang yang
ulung, dan kepala Negara yang unggul. Maka sudah sepatutnyalah kita menjadikan
Rasulullah sebgai suri tauladan kita, sebgaimana dalam firman Allah: “Sesungguhnya
Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi
orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak
menyebut Allah.” (QS. Al-Ahzab [33]: 21)
“apa yang diberikan Rasul kepadamu, Maka
terimalah. dan apa yang dilarangnya bagimu, Maka tinggalkanlah. dan bertakwalah
kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.” (QS. Al-Hasyr [59]: 7)
“Katakanlah: "Jika kamu
(benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan
mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS.
Ali Imran [3]: 31)
Pernahkah merasakan cinta
bertepuk sebelah tangan? Sakit, bukan? Mungkin itulah yang Rasulullah rasakan
ketika ia berjuang mati-matian untuk membela agama Allah demi terwujudnya
kesejahteraan untuk umatnya, tapi kini kita sebagai umatnya berjuang untuk
mempertahankan ajarannya saja tidak, shalawat sekalipun kerap kali kita
lupakan. Padahal ketika maut merenggut nyawanya yang ia sebut bukanlah Khadijah,
bukan Aisyah, bukan pula ibunya, atau para sahabatnya. Tapi dengan rintihan ia
memanggil “ummatiii….ummatiiii…ummatii..” ketika sakaratul maut ia masih sempat
mengingat kita, tapi kini kita yang hidup sudah serba enak karna perjuangannya
tentunya,tak sedikitpun kita mengingatnya. Yang kita ingat hanyalah idola
rendahan kita yang amat tidak layak untuk kita jadikan seorang idola. Untuk
bertaqarub illallah pun tidak sempat, bagaimana kita akan mencintai Allah dan
RasulNya? Apa balasan kita untuk Allah dan RasulNya yang sudah menyerahkan
segala cintaNya pada kita?
Dari Anas bin Malik: “Ada seorang laki-laki bertanya kepada Rosulullah,
kapankah hari kiamat itu ya Rosululah? Rosulullah bertanya kepada orang
tersebut: “Apa yang telah engkau persiapkan untuknya? “Lelaki itu menjawab: Aku
tidak mempersiapkan untuknya dengan banyak sholat, puasa dan tidak pula banyak
shadaqah. Tetapi aku mencintai Allah dan Rosul-Nya. Maka beliau bersabda: “Kamu
akan dibangkitkan bersama siapa yang kamu cintai”.
Marilah mulai sekarang
kita mencintai siapa yang harusnya dicintai dengan mengamalkan seluruh
ajaranNya dan menjauhi seluruh laranganNya. Dan ingat “Barang siapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk
salah seorang dari mereka” (HR. Abu Dawud, Ahmad, dan ath-Thabrani)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar