Rabu, 28 Desember 2016

Gharizah Tadayyun

Gharizah Tadayyun (Naluri Beragama)
Berdasarkan teori Adams dan Gulota (1983) menyatakan bahwa agama memberi sebuah kerangka moral, sehingga mampu membandingkan tingkah laku dan bisa menjelaskan mengapa dan untuk apa seorang ada di dunia juga memberikan perlindungan rasa aman terutama baginya yang mencari eksisensi diri. Setuju dengan teori ini, karena memang agama akan memberikan arahan dan pandangan hidup atas manusia. Gharizah tadayun ini sendiri merupakan penampakan yang mendorong manusia untuk mensucikan sesuatu yang mereka anggap sebagai sang pencipta karna dalam hal ini manusia sangat menyadari bahwa dirinya serba kurang, lemah dan terbatas dan sangatlah membutuhkan sesuatu yang ia agung-agungkan, dan ini merupakan hal yang fitri padadiri manusia. Sebagai buktinya yakni orang atheis sekalipun yang tidak mempercayai tuhan, tapi mereka tetap mensucikan orang yang mereka agung-agungkan semacam lenin dan stelin.
Sebelumnya telah disampaikan bahwa apabila kebutuhan naluri ini tidak terpenuhi maka akan menimbulkan kegelisahan-kegelisahan. Dan dalam pemenuhannya haruslah senantiasa dikaitkan dengan akal, apabilahanya berdasarkan pada perasaan saja maka akan menimbulkan hayalan-hayalan yang dimana nantinya malah akan memanusiakan tuhan atau menuhankan manusia. Contohnya: sesembahan kepada berhala, kepada dewa-dewa yang bentuknya layaknya mahluk hidup, kepada pohon, dsbg. Ini terjadi karna apa, karna wujud dari sang pencipta diluar ketiga unsure utama—kehidupan, manusia dan alam semesta. Yang dimana itu adalah suatu hal yang tidak dapat di indra oleh manusia, karnasamahalnya dengan ketiga unsure tadi, akal manusia pun terbatas.

Bisa dikatakan bahwa pemenuhan gharizah ini adalah dalam rangka kita menemukan tuhan,yang dimana nantinya akan senantiasa membuat kita tunduk. Dan prosesnya itu dengan memecahkan ketiga simpul besar yang sudah dibahas sebelumnya. Apabila kita telah berhasil memecahkan simpul besar itu dengan cara berfikir yang cemerlang, maka simpul yang lain pun akan ikut terurai termasuk permasalahan gharizah ini. Adannya kebutuhan naluri ini ada dalam firman Allah SWT: “dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepada-Nya. Kemudian apabila Tuhan memberi nikmat-Nya kepadanya lupalah dia akan kemudharatan yang pernah ia berdoa (kepada Allah) untuk (menghilangkannya) sebelum itu dan dia mengada-adakan sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah: “bersenang-senanglah dengan kekafiranmu itu sementara waktu, sesungguhnya kamu termasuk penghuni neraka.””(Q.S Az-Zumar:8)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar