Gharizah
Tadayyun (Naluri Beragama)
Berdasarkan teori Adams
dan Gulota (1983) menyatakan bahwa agama memberi sebuah kerangka moral,
sehingga mampu membandingkan tingkah laku dan bisa menjelaskan mengapa dan
untuk apa seorang ada di dunia juga memberikan perlindungan rasa aman terutama
baginya yang mencari eksisensi diri. Setuju dengan teori ini, karena memang
agama akan memberikan arahan dan pandangan hidup atas manusia. Gharizah tadayun
ini sendiri merupakan penampakan yang mendorong manusia untuk mensucikan
sesuatu yang mereka anggap sebagai sang pencipta karna dalam hal ini manusia
sangat menyadari bahwa dirinya serba kurang, lemah dan terbatas dan sangatlah
membutuhkan sesuatu yang ia agung-agungkan, dan ini merupakan hal yang fitri
padadiri manusia. Sebagai buktinya yakni orang atheis sekalipun yang tidak
mempercayai tuhan, tapi mereka tetap mensucikan orang yang mereka
agung-agungkan semacam lenin dan stelin.
Sebelumnya telah
disampaikan bahwa apabila kebutuhan naluri ini tidak terpenuhi maka akan menimbulkan
kegelisahan-kegelisahan. Dan dalam pemenuhannya haruslah senantiasa dikaitkan
dengan akal, apabilahanya berdasarkan pada perasaan saja maka akan menimbulkan
hayalan-hayalan yang dimana nantinya malah akan memanusiakan tuhan atau
menuhankan manusia. Contohnya: sesembahan kepada berhala, kepada dewa-dewa yang
bentuknya layaknya mahluk hidup, kepada pohon, dsbg. Ini terjadi karna apa,
karna wujud dari sang pencipta diluar ketiga unsure utama—kehidupan, manusia
dan alam semesta. Yang dimana itu adalah suatu hal yang tidak dapat di indra
oleh manusia, karnasamahalnya dengan ketiga unsure tadi, akal manusia pun
terbatas.
Bisa dikatakan bahwa
pemenuhan gharizah ini adalah dalam rangka kita menemukan tuhan,yang dimana
nantinya akan senantiasa membuat kita tunduk. Dan prosesnya itu dengan
memecahkan ketiga simpul besar yang sudah dibahas sebelumnya. Apabila kita
telah berhasil memecahkan simpul besar itu dengan cara berfikir yang cemerlang,
maka simpul yang lain pun akan ikut terurai termasuk permasalahan gharizah ini.
Adannya kebutuhan naluri ini ada dalam firman Allah SWT: “dan apabila manusia
itu ditimpa kemudharatan, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan
kembali kepada-Nya. Kemudian apabila Tuhan memberi nikmat-Nya kepadanya lupalah
dia akan kemudharatan yang pernah ia berdoa (kepada Allah) untuk
(menghilangkannya) sebelum itu dan dia mengada-adakan sekutu-sekutu bagi Allah
untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah: “bersenang-senanglah
dengan kekafiranmu itu sementara waktu, sesungguhnya kamu termasuk penghuni
neraka.””(Q.S Az-Zumar:8)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar