Rabu, 28 Desember 2016

Kapitalisasi

Kapitalisasi
Pada tanggal 21 Desember 2016 kemarin, berlangsungnya aksi bakar ban Gerakan Akhir Tahun Tolak Kapitalisasi Pendidikan dan Ciptakan Dewan Mahasiswa oleh Forum Mahasiswa Untirta bersatu. Aksi ini tepatnya dilaksanakan di depan gedung rekotorat. Sebelumnya aksi ini kerap kali berlangsung dengan tuntutan yang sama, yakni tolak kapitalisasi pendidikan. Mahasiswa menolak adanya pungutan liar, jalur masuk haram, fasilitas yang tidak memadai dan administrasi lainnya yang tidak semestinya dilakukan oleh pihak manapun termasuk Perguruan Tinggi Negeri. Ya, tepat sekali bahwa hal yang demikian adalah kapitalisasi. Kapitalisasi sendiri berasal dari bahasa Inggris, capital yang berarti modal. Kemudian menadi serapan bahasa Indonesia yaitu capital. Akhiran isasi disini memiliki makna upaya atau usaha atau proses. Kapitalisasi adalah usaha untuk mengkapitalkan. Jadi kapitalisasi pendidikan adalah usaha untuk menjadikan prinsip kapitalisme agar digunakan dalam sector pendidikan. Dari bahasa Inggris yang berarti capital tadi dapat disimpulkan bahwa kapitalisme adalah suatu paham yang meyakini bahwa pemilik modal bisa melakukan usahanya dengan bebas untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya. Peran pemerintah dalam kapitalisme disingkirkan malah dibuat tunduk olehnya hingga kini pemerintahan diatur oleh para pemilik modal.
Dari aksi ini, kita bisa tahu siapa mendzolimi siapa. Mahasiswa yang kritis dan maju pemikirannya tentu tidak bisa diam saja melihat ketidakadilan seperti ini. Namun, sadarkah kalian adanya kapitalisasi ini berasal dari mana? Apakah kapitalisasi ini ulah tangan-tangan nakal rektor beserta jajarannya? Asap tidak mungkin ada dengan sendirinya tanpa adanya api bukan? Pun halnya dalam kasus ini, ulah tangan-tangan nakal rkctor beserta jajarannya hanyalah dampak daripada api tersebut hingga ini hanyalah menjadi asap. Jika kita hanya membenahi asap, besar kemungkinankah asap itu akan hilang tanpa memadamkan penyebab timbulnya asap? Tidak, bukan? Maka jelas, api dari segala macam permasalahan saat ini adalah kapitalisme. Dan segalanya ini sudah tersistem dengan amat rapi meski hanya dalam beberapa kurun waktu, kini perlahan-lahan api itu mulai terlihat akan padam karena banjuran-banjuran teriakan  dari orang-orang yang menuntut keadilan. Kemunduran demi kemunduran bahkan kehancuran  sudah mulai  terasa  ketika kapitalisme bercokol di negeri ini. Tak tanggung-tanggung system ini berdampak pada seluruh aspek kehidupan termasuk pendidikan tadi.
Saatnya kita sadar dan buka mata kita lebar-lebar bahwa akar dari segala permasalahan yang ada adalah karena system yang saat ini diterapkan. Jangan lagi menuntut perubahan yang bersifat parsial saja, tapi bawalah perubahan yang hakiki. Disaat dunia berubah, di jalan perjuangan ini kita harus semakin berbenah.

SUMBER: 1.  Bidikutama



Tidak ada komentar:

Posting Komentar