Kini kita kembali
berduka, setelah muslim Rohingya diusir da terkatung-katung di lautan sekarang
Aleppo, Suriah kembali dibantai oleh Rusia, pendukung Bashar Asad dan didukung
penuh oleh Amerika dan sekutunya, Iran. Pembantaian yang dilakukan di Aleppo
amatlah keji hingga menurut Duta Besar Prancis untuk PBB, Francois Delattre,
“Aleppo menjadi salah satu tempat pembantaian terbesar terhadap penduduk sipil
sejak Perang Dunia II” . Konflik di Suriah bermula ketika Suriah mengalami
revolusi panjang yang memunculkan iklim Islami yang berbahaya bagi kepentingan
Amerika dengan kapitalisme sera demokrasi sebagai idenya. Penduduk Suriah bukan hanya menginginkan pergantian rezin, tapi
juga tata kelola system pemerintahan yag baru, yakni Khilafah. Suriah yang
menolak tawaran Amerika itu yakni dengan menawarkan demokrasi, langsunglah
ditindak dengan cara yang pengecut oleh Amerika. Yakni dengan mengadakan
operasi militer yang ‘keras’. Dan tentu Amerika tidak mengadakan operasi
militer secara langsung, Rusia ‘dimainkan’ oleh Amerika untuk mendorong Rusia
mempercepat pengiriman satuan militer. Amerika pun mendorong Iran untuk
mengirimkan pasukan tambahan ke wilayah Aleppo. Cara yang seperti itu pengecut
bukan? Gak berani maju sendiri.
Ketika saudara kita di
Timur sana menungu bala bantuan kita, bukan hanya bantuan kebutuhan pokok tapi
lebih kepada perlindungan. Disini, di negeri kaum Muslim, diam seribu bahasa.
Apalgi dengan negeri yang mayoritasnya muslim terbesar di dunia, penguasanya
malah mengadakan kerjasama dengan negara yang menjadi salah satu pelaku
pembantaian Aleppo, ya, Iran. Rakyat disini amat sangat tidak mengerti
denganapa yang dilakukan oleh penguasa negeri ini.
Sampai saat ini bukan
hanya Aleppo saja yang menjadi sasaran target kaum kapitalis, tapi kini masih
berlangsung pembantaian umat di Myanmar. Pun halnya dengan muslim di Xinjiang,
Cina; Kashmir, India; Afrika; Afgahanistan, Irak, Pakistan, dan Palestina.
Dengan bebagai penderitaan umat di belahan bumi sana, adakah yang tulus membela?
PBB kah? Penguasa Arab dan negeri Muslim? Tidak. Untuk mengirimkan bala bantuan
tentara untuk melawan dan menghentikan serangan brutal Rusia dan sekutunya pun
tidak. Maka dengan segala hal yang terhjadi di dunia ini, khususnya kaum muslim
terbukti umat hanya membutuhkan Khilafah yang dipimpin oleh seorang Khalifah.
Karna sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Imam (khalifah) itu laksana perisai;
kaum Muslim diperangi (oleh kaum kafir) di belakang dia dan dilindungi oleh
dirinya.” (HR Muslim)
SUMBER: bulletin Al-Islam edisi 836; Pelajaran
Penting dari Aleppo: Umat Makin Butuh Khilafah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar