Rabu, 28 Desember 2016

Mengatasi Anak yang Suka Berbohong

Mengatasi Anak yang Suka Berbohong
Bisa dikatakan bahwa usia remaja adalah batas akhir daripada masa kanak-kanak. Dan pada usia inilah akal seorang remaja sudah mulai matang, dan disini pula lah bimbingan amat diperlukan, agar seseorang bisa mengenali dan memahami dirinya sendiri, dari pemahaman tentang diri ini seseorang bisa memutuskan segala sesuatunya berdasar apa yang ia pilih, dan ia bertanggung jawab atas pilihannya tersebut. Masa remaja identik dengan kelabilannya, bingung atas segala sesuatu, dan selalu mengandalkan ego di atas segalanya, merasa paling benar, dan sulit diberitahu karna merasa sudah tahu segalanya. Tak jarang kita temui banyak remaja yang sering berbohong pada orangtuanya demi kepentingan mereka sendiri.
Ketika anak sering berbohong, menjadi tantangan tersendiri untuk para orangtua. Dan tentu kebiasaan buruk ini tak bisa terus dibiarkan. Maka peran orangtua amatlah besar disini. Bagi para orangtua, cobalah cari tahu kenapa anak sering berbohong. Karna pasti ada banyak alasan dibalik kebohongannya itu. Beberapa alasan anak berbohong yakni karna ingin melindungi dirinya sendiri , bisa juga karna membutuhkan perhatian dari orangutan dan lingkungan, melindungi teman atau orang lain dari serangan atau kritikan, bahkan bisa jadi mencontoh orangtua dan perilaku orang di sekitarnya. Jika kebiasaan berbohong ini terus berlanjut, maka kemungkinan besar anak akan tumbuh menjadi anak yang tidak jujur dan tak dapat dipercaya..
Kebiasaan berbohong ini bisa diatasi dengan mempererat hubungan keluarga antara orangtua dan anak. Dan ketika anak memasuki usia remaja, cara berkomunikasi orangtua kepada anaknya pun tentu haruslah berbeda, tidak bisa disamakan ketika sang anak masih kecil yang masih harus ‘didikte’ untuk menjalani kehidupan. Jalin komunikasi layaknya kepada seorang teman, karna saat remaja ia butuh sekali seseorang untuk dijadikannya tempat mencurahkan seluruh isi hatinya. Sekali lagi peran orangtua amatlah penting, apa jadinya orangtua tidak berperan dalam hal yang ddemikian urgent ini?  pastilah anak akan mencari pelampiasan keluar yang belum tentu lingkungan luar ‘baik’ kepadanya. Dan ciptakanlah rasa aman dan nyaman, karena itu merupakan salah satu aspek terpenting untuk menjadikan anak terbuka. Dan jelaskan pula bahwa segala tindakan akan ada konsekuensinya, dan dari sini anak bisa diajarkan tentang rasa tanggungjawab.


SUMBER: tulisan Dra(Psi) Zulia Ilmawati dalam tabloid media umat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar