Sudah sering saya
katakan, makin berkembang zaman makin mahal kebutuhan hidup. Tak heran angka
kemiskinan makin meningkat pun dengan pengangguran. Meningkatnya tingkat
kemiskinan dan penganguran, meningkat pula angka kejahatan yang ada. Semua hal ini terjadi karna dunia saat
ini menuntut kita untuk hidup hanya mencari materi. Ya, kapitalisme. System
yang sudah jelas rusak dan bobrok ini telah menghasilkan 26.500-30.000
anak-anak mati setiap hari karena kemiskinan (UNICEF 2008), 27-28%
anak-anak di semua negara berkembang kurang gizi (UNDP 2008), 1 diantara 3 anak-anak di negara berkembang
tidak mempunyai bahkan tempat berteduh, 1 antara 5 anak-anak di negara
berkembang tidak mendapatkan air bersih, 1 diantara 7 orang anak-anak di negara
berkembang tidak mendapatkan layanan kesehatan (UNICEF 2005). Hal yang
demikian terjadi karena di system ekonomi kapitalis ini yang menjadi
permasalahan utama adalah kelangkaan sumberdaya. Maka solusi daripada
kelangkaan adalah dengan memproduksi banyak barang, dengan ini mereka
menganggap apabila produksi dan konsumsi meningkat maka pertumbuhan ekonomi pun
akan meningkat. Alhasil, kapitalisme berhasil merangsang untuk terus
berproduksi dan konsumsi. Yang memiliki kuasa tentu akan berlomba-lomba
menimbun kekayaan, tapi apa kabar dengan yang tak memiliki kuasa? Mereka harus
terus berjuang dengan susah payah demi kelangsungan hidupnya.
Maka dengan berlomba-lombanya para penguasa untuk menimbun kekuasaan,
pendistribusian pun menjadi tidak merata. Tak heran apabila kemiskinan terus
meningkat. Kapitalisme sekarang sedang memimpin, tak heran jika seluruh dunia
mengenakan system ini. Adapun program IMF dalam hal ini adalah: 1) campur
tangan pemerintah harus dihapuskan 2) penyerahan perekonomian Indonesia pada
swasta seluas-luasnya 3) liberalisasi seluruh kegiatan ekonomi dengan
menghilangkan proteksi dan subsisdi 4) memperbesar dan memperlancar arus modal
asing (Sritua Arief, 2001). Dengan adanya program ini maka yang kaya
semakin kaya yang miskin semakin miskin. Pun dengan adanya program ini rakyat
Indonesia yang seharusnya menikmati kekayaan sumber daya alamnya sendiri, tapi
nyatanya orang Indonesia nya sendiri tak menikmati hasilnya. Contohnya tambang
emas yang ada di Papua kini dikelola oleh Amerika tepatnya PT Freeport, rakyat
Indonesia khususnya Papua haruslah menikmati keuntungan dari perusahan
tersebut. Tapi nyatanya Indonesia hanya mendapatkan 1% saja, padahal ini tanah
kita. Di atas tanah emas, pun dengan yang ada di bawah tanahnya. Bahkan saking
bergelimangnya emas disana, dalam limbah pabrik tersebut masih terdapat
butiran-butiran emas. Tatkala orang pribumi akan memungutnya, malah ditembaki
oleh orang yang ada di Freeport.
Hal yang demikian itulah yang menjadi sumber permasalahan utama negeri
ini, bahkan dunia. Dan itulah yang terjadi apabila kewenangan diserahkan
sepenuhnya pada manusia. lantas adakah solusi dari segala permasalahan ini?
Tentu ada, satu-satunya solusi adalah kembali pada system Islam. Dalam islam,
cara untuk mengatasi masalah ini yaitu menjamin kebutuhan pokok rakyatnya,
mangatur kepemilikan rakyatnya, menyediakan lapangan kerja juga pendidikan.
Semua ini bisa terjadi karna fokusutama dalam ekonomi Islamadalah
pendistribusian yang merata. Jika ada salah satu rakyatnya tidak terbagi maka
Negara bertanggung jawab penuh atasnya. Dan semua ini bisa terlaksana hanya
dalam bingkai Khilafah Islamiyah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar