Rabu, 28 Desember 2016

Solusi Ekonomi


Sudah sering saya katakan, makin berkembang zaman makin mahal kebutuhan hidup. Tak heran angka kemiskinan makin meningkat pun dengan pengangguran. Meningkatnya tingkat kemiskinan dan penganguran, meningkat pula angka kejahatan yang  ada. Semua hal ini terjadi karna dunia saat ini menuntut kita untuk hidup hanya mencari materi. Ya, kapitalisme. System yang sudah jelas rusak dan bobrok ini telah menghasilkan 26.500-30.000 anak-anak mati setiap hari karena kemiskinan (UNICEF 2008), 27-28% anak-anak di semua negara berkembang kurang gizi (UNDP 2008), 1 diantara 3 anak-anak di negara berkembang tidak mempunyai bahkan tempat berteduh, 1 antara 5 anak-anak di negara berkembang tidak mendapatkan air bersih, 1 diantara 7 orang anak-anak di negara berkembang tidak mendapatkan layanan kesehatan (UNICEF 2005). Hal yang demikian terjadi karena di system ekonomi kapitalis ini yang menjadi permasalahan utama adalah kelangkaan sumberdaya. Maka solusi daripada kelangkaan adalah dengan memproduksi banyak barang, dengan ini mereka menganggap apabila produksi dan konsumsi meningkat maka pertumbuhan ekonomi pun akan meningkat. Alhasil, kapitalisme berhasil merangsang untuk terus berproduksi dan konsumsi. Yang memiliki kuasa tentu akan berlomba-lomba menimbun kekayaan, tapi apa kabar dengan yang tak memiliki kuasa? Mereka harus terus berjuang dengan susah payah demi kelangsungan hidupnya.

Maka dengan berlomba-lombanya para penguasa untuk menimbun kekuasaan, pendistribusian pun menjadi tidak merata. Tak heran apabila kemiskinan terus meningkat. Kapitalisme sekarang sedang memimpin, tak heran jika seluruh dunia mengenakan system ini. Adapun program IMF dalam hal ini adalah: 1) campur tangan pemerintah harus dihapuskan 2) penyerahan perekonomian Indonesia pada swasta seluas-luasnya 3) liberalisasi seluruh kegiatan ekonomi dengan menghilangkan proteksi dan subsisdi 4) memperbesar dan memperlancar arus modal asing (Sritua Arief, 2001). Dengan adanya program ini maka yang kaya semakin kaya yang miskin semakin miskin. Pun dengan adanya program ini rakyat Indonesia yang seharusnya menikmati kekayaan sumber daya alamnya sendiri, tapi nyatanya orang Indonesia nya sendiri tak menikmati hasilnya. Contohnya tambang emas yang ada di Papua kini dikelola oleh Amerika tepatnya PT Freeport, rakyat Indonesia khususnya Papua haruslah menikmati keuntungan dari perusahan tersebut. Tapi nyatanya Indonesia hanya mendapatkan 1% saja, padahal ini tanah kita. Di atas tanah emas, pun dengan yang ada di bawah tanahnya. Bahkan saking bergelimangnya emas disana, dalam limbah pabrik tersebut masih terdapat butiran-butiran emas. Tatkala orang pribumi akan memungutnya, malah ditembaki oleh orang yang ada di Freeport.

Hal yang demikian itulah yang menjadi sumber permasalahan utama negeri ini, bahkan dunia. Dan itulah yang terjadi apabila kewenangan diserahkan sepenuhnya pada manusia. lantas adakah solusi dari segala permasalahan ini? Tentu ada, satu-satunya solusi adalah kembali pada system Islam. Dalam islam, cara untuk mengatasi masalah ini yaitu menjamin kebutuhan pokok rakyatnya, mangatur kepemilikan rakyatnya, menyediakan lapangan kerja juga pendidikan. Semua ini bisa terjadi karna fokusutama dalam ekonomi Islamadalah pendistribusian yang merata. Jika ada salah satu rakyatnya tidak terbagi maka Negara bertanggung jawab penuh atasnya. Dan semua ini bisa terlaksana hanya dalam bingkai Khilafah Islamiyah.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar