“Berikanlah aku 1000
orangtua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Berikan aku 10 pemuda, maka
akan kuguncangkan dunia.” – Soekarno. Generasi muda adalah asset bangsa di masa
mendatang. Generasi muda lah yang akan meneruskan tongkat esafet kepemimpian
bangsa ini. Karena pemuda lah yang akan menjadi garda terdepan untuk suatu
perubahan. Ingatkah ketika era reformasi, siapakah yang berkontribusi membuat
suatu perubahan sampai-sampai menggulingkan suatu pemerintahan? Ya. pemuda lah
jawabannya.
“Pergunakanlah yang
lima sebelum datang masa lima: masa mudamu sebelum datang masa tuamu, masa
sehatmu sebelum datang masa sakitmu, masa kayamu sebelum datang masa miskinmu,
masa kosongmu sebelum masa sibuk mu, dan masa hidupmu sebelum datang masa
kematianmu.” (HR. Hakim)
“Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh
Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, yaitu: (salah
satunya)…pemuda yang tumbuh dalam ibdah (ketaatan) kepada Allah…” (HR. Bukhari)
“Tidak akan bergeser
kaki seorang manusia dari sisi Allah sampai dia ditanya lima perkara: tentang
umurnya, untuk apa dihabiskan? Tentang masa mudanya, untuk apa digunakan?
hartanya, darimana diperoleh dan kemana dibelanjakan? Ilmunya, bagaimana dia
mengamalkannya?” (HR. Tirmidzi)
Dari hadits yang sudah
dipaparkan, sangat terbukti bahwa ketika memasuki masa muda, hendaknya kita
manfaatkan masa muda kita dengan sebaik-baiknya. Berikanlah kontribusi terbesar
untuk suatu perubahan. Mengingat semangat pemuda adalah semagat yang begitu
membara dan menggelora. Jangan sampai kita melewatkan masa muda kita dengan
sia-sia dan dibiarkan diisi dengan hal yang tidak bermanfaat. Karena masa muda
tidak akan datang dua kali, maka berlomba-lomba lah untuk menjadi pemuda yang
membawa kepada perubahan yang hakiki. Karena maju mundurnya suatu bangsa
sangatlah ditentukan oleh pemudanya.
Tapi melihat fakta saat
ini, fakta negeri dan dunia ini yang
sudah tak diragukan lagi menerapkan system kapitalisme-sekulerisme. Dari sisi
akidah, dimana kita sebagai generasi muslim sudah benar-benar kehilangan
identitasnya.mengaku berakidah Islam, tapi dalam kehidupan sehari-hari
menerapkan system sekulerisme tanpa mereka sadari. Ketika membahsa ilmu
politik, agama dilarang dibawa-bawa ke dalam topic pembahasan. Ketika kita
mempelajari ilmu agama secara mendalam, berpakaian sesuai syariat. Malah
dicurigai sebagai teroris, ekstrimis, fanatik. Dan baru-baru ini negeri ini
sedang dihebohkan ole kasus Dimas Kanjeng Taat Pribadi beserta pengikutnya yang
notabene nya adalah para intelektual. Mereka percaya bahwa dia benar-benar bisa
menggandakan uang. Ini membuktikan bahwa masyarakat saat ini lebih percaya
kepada figure daripada Tuhannya
sendiri. Dari sisi sosial, maraknya kasus pelecehan seksual, perzinahan, seks
bebas, dll. Dan pelaku dari kasus tersebut kebanyakan adalah pemuda. Ini
membuktikan bahwa moral pemuda saat ini sudah benar-benar sampai pada titik
terendah. Dari sisi ekonomi, riba dimana-mana. Korupsi tal tertahankan. Utang
Negara semakin bertambah. Yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin
miskin. Dari sisi politik/pemerintahan, aktivis muda saaat ini sepertinya hanya
menginginkan eksistensi semata. Ketika mereka sedang aksi menuntut suatu
perubahan, itu hanyalah perubahan yang parsial saja. Dimana seharusnya
merekalah yang menjadi pelopor perubahan hakiki untuk umat. Dan jika melihat
kursi pemerintahan, adakah dari mereka yang bukan pemilik modal?
Inilah buah dari system
Kapitalisme-sekulerisme, melahirkan cetakan-cetakan pemuda yang tidak memiliki
identitas, tidak jelas tujuan hidupnya, tidak bisa bertanggung jawab atas
dirinya sendiri dan orang lain. Yang akhirnya mereka lebih mengarah kepada
kepentingan individu saja, tidak peduli dengan keadaan sekitar. Memilih diam
ketika ada kemungkaran di depan mata. Diam ketika saudara sesama muslim nya
yang sedang diserang habis-habisan oleh kafir Barat.
Jauh sebelum Indonesia
merdeka, islam pernah Berjaya selama kurang lebih 1300 tahun lamanya dan hampir
menguasai 2/3 dunia. Dan selama itu pula islam benar-benar memimpin dunia
dengan segala kegemilangannya. Siapapun yang berada dalam naungan islam
benar-benar merasakan kesejahteraan sesungguhnya, Negara bertanggung jawab
penuh atas masyarakat. Saking sejahteranya pernah ketika masa kekhalifahan Umar
bin Abdul Aziz saat pembagian zakat tidak ada rakyatnya yang layak mendapatkan
zakat. Dan saat ada 1 keluarga kelaparan, itu dikatakan sebagai krisis pangan.
Itulah Negara Islam yang pada masanya menjadi Negara adidaya nomor 1 yang
mengalahkan 2 imperium besar, yakni Romawi dan Persia. Segala ilmu pengetahuan
dan teknologi berhutang pada islam. Inilah yang terjadi apabila islam
diterapkan, terwujudlah Islam rahmatan lil alamin.
Tepat pada tahun 1924 islam
benar-benar dihancurkan, ‘ditiadakan’ dari dunia ini, generasinya dihasut agar
tergoda dengan kenikmatan dunia. Pelopor pengahancur islam ialah Mustafa Kemal Attaturk, ia adalah sekutu
kafir barat yang turut membantu orang-orang kafir dalam menghancurkan islam.
usaha mereka dalam menghancurkan islam ibaratnya ketika kita mau melipat sebuah
permadani pastilah kita melipatnya dari bagian samping terdahulu, barulah kita
akan sampai ke tengah.
Sesungghunya di dunia
ini hanya ada 3 ideologi: Sosialis-Komunis, Kapitalisme-Sekulerisme, dan Islam.
yang dimana setiap penganut dari ideology tersebut ingin agar ideology nya
diterpkan. Cara termudah untuk menerapkan ideology tersebut adalah denga
mendirikan sebuah Negara. Maka sesungguhnya perang di dunia ini tak lain dan
tak bukan adlah perang ideology, yang dimana mereka berlomba-lomba agar
ideology nya diterapkan. Tak heran ketika islam diterapkan, begitu berambisinya
kafir barat sehingga mereka tau apa yang menjadi titik lemahnya orang islam.
William Ewart Gladstone (1809-1898), mantan perdana menteri Inggris mengatakan:
“Percuma kita memerangi umat Islam, dan tidak akan mampu menguasainya selama di
dalam dada pemuda Islam bertengger Al-Qur’an. Tugas kita sekarang adalah
mencabut Al-Qur’an dari hati mereka, baru kita akan menang dan menguasai
mereka. Minuman keras dan music lebih menghancurkan umat Muhammad daripada
seribu meriam. Oleh karena itu tanamkanlah di hati mereka rasa cinta terhadap
materi dan seks.”
Kini mereka benar-benar
berhasil mengahancurkan Islam. melihat fakta yang sudah dipaparkan di awal,
mereka berhasil membuat generasi muslim jauh dari agamanya, dan seakan tidak
tahu menahu tentang agamanya. Mereka berhasil membuat umat Islam terpecah belah
dengan adanya sekat Negara. Menjadikan umat islam benci terhadap saudaranya
sendiri, yang mengakibatkan perang sesame muslim. Sesungguhnya kemunduran suatu bangsa yakni
telah terjadinya kemunduran berfikir dalam masyarakat. Yang mengakibatkan kita
berfikir secara parsial saja, membuat kita tidak bisa memecahkan suatu
permasalahan. Ini terjadi karena akibat dari system yang diterapkan saat ini,
pemikiran kita pun disekat-sekat. Dibuat malas untuk mencari sebuah kebenaran.
Untuk mengembalikan
pola pikir kita dan agar kita bisa menyelesaikan seluruh permasalahan yang ada,
maka uraikanlah ketiga simpul besar ini:
1. Darimana
kita berasal?
2. Untuk
apa kita hidup?
3. Akan
kemana setelah mati?
Jika kita muslim,
pastilah jawaban kita Allah. Tapi pertanyaan seanjutnya, apakah kita
benar-benar meyakininya? Apabila kita meyakininya, maka simpul atau permasalaha
yang lain akan terurai dengan sendirinya. Maka dari itu kita sebagai hamba
Allah, tak peduli kita berasal dari bangas manapun. Sudah semestinya dan
sepatutnya kita menerapkan hukum Allah dimanapun berada. Allah berfirman dalam
Q.S Al-Baqarah: 208
“wahai orang-orang
yang beriman! Masuklah ke dalam islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu
mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.” Maka
dari itu, marilah kita memperjuangkan kembali agama ini. Karena percayalah,
apabila islam diterapkan kembali, kebangkitan akan benar-benar terwujud
Tidak ada komentar:
Posting Komentar