Ar-Rayah
Siapa sangka bendera yang tadinya diklaim sebagai
bendera ISIS yang jika ada yang melihat bendera ini maka pikiran orang-orang
langsung berkata ISIS. Dan berhasil sudah dengan isu ISIS dan benderanya, jauh
sudahlah umat dari agama ini, tidak kenal lah umat dengan agamanya sendiri,
takutlah umat dengan agamanya sendiri. Ketika isu ISIS menyebar, ibu-ibu kini
takut untuk berangkat ke pengajian, anaknya dilarang ikut kajian-kajian Islam,
karna takut ISIS katanya. Padahal sesungguhnya ISIS adalah buatan Amerika yang
ditujukkan kepada umat Islam bahwa jika Islam kembali tegak maka yang terjadi
adalah apa yang selama ini ISIS lakukan, dan akhirnya menghasilkan
Islamicphobia. Juga bendera ini kata orang adalah cirri salah satu kelompok
agama Islam, yang ingin mengganti Indonesia ini menjadi negara Islam. Termakan
sudahlah masyarakat oleh omongan-omongan yang belum pasti kebenarannya dan
bukti akurat daripadanya. Masyarakat begitu gampang menerima suatu informasi
tanpa mencari tahu dulu apakah ini adalah suatu informasi yang benar dan
akurat.
Kini, bendera itu telah berkibar dengan gagahnya
tatkala aksi 212 kemarin, bendera raksasa yang dibuat oleh para pejuang Islam.
Ketika umat bersatu, akidah yang menyatukan mereka. Ketika ada bendera ini
berkibar diantara lautan manusia, bukan lagi rasa takut yang umat hadapi dan
rasakan. Karna, inilah panji Rasulullah SAW, benderanya umat Islam, berwarna
hitam dan bertuliskan kalimat ‘Laa illa ha illalah Muhammad Rasulullah’.
Ar-rayah namanya.
Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Panji Rasulullah SAW
(raayat) berwarna hitam, sedangkan liwa’ (bendera) nya berwarna putih,” Jabir
ra menuturkan, “bendera Nabi Muhammad SAW (liwa’) pada saat masuk kota Makkah
berwarna putih.” Dari Aiyah ra berkata, “Liwa’ Nabi SAW berwarna putih.” Dari
Ibnu Umar ra berkata, “tatkala Rasulullah SAW memasangkan bendera (liwa’) yang
berwarna putih.” Riwayat Ibnu Abbas yanglain menurut Abi Syaikh dengan lafaz,”bahwa
pada bendera nabi Muhammad SAW tertulis kalimat Laa illa ha illalah Muhammad
Rasulullah.
Jadi, ini bukanlah labang daripada terorisme, bukan
pula radikalisme apalagi ISIS. Ini adalah lambang kejayaan, lambang kedamaian,
lambang kemuliaan, lambang kemajuan. Dan inilah lambang ketauhidan. Inilah
bendera yang kelak saat Imam Mahdi menjadi Khalifah akan menjadi bendera
seluruh negeri. Inilah panji Rasulullah SAW, Nabi kita, teladan kita.
SUMBER: akun instagram; indonesiabertauhid

Tidak ada komentar:
Posting Komentar