Rabu, 28 Desember 2016

Ar-Rayah


Ar-Rayah
Siapa sangka bendera yang tadinya diklaim sebagai bendera ISIS yang jika ada yang melihat bendera ini maka pikiran orang-orang langsung berkata ISIS. Dan berhasil sudah dengan isu ISIS dan benderanya, jauh sudahlah umat dari agama ini, tidak kenal lah umat dengan agamanya sendiri, takutlah umat dengan agamanya sendiri. Ketika isu ISIS menyebar, ibu-ibu kini takut untuk berangkat ke pengajian, anaknya dilarang ikut kajian-kajian Islam, karna takut ISIS katanya. Padahal sesungguhnya ISIS adalah buatan Amerika yang ditujukkan kepada umat Islam bahwa jika Islam kembali tegak maka yang terjadi adalah apa yang selama ini ISIS lakukan, dan akhirnya menghasilkan Islamicphobia. Juga bendera ini kata orang adalah cirri salah satu kelompok agama Islam, yang ingin mengganti Indonesia ini menjadi negara Islam. Termakan sudahlah masyarakat oleh omongan-omongan yang belum pasti kebenarannya dan bukti akurat daripadanya. Masyarakat begitu gampang menerima suatu informasi tanpa mencari tahu dulu apakah ini adalah suatu informasi yang benar dan akurat.
Kini, bendera itu telah berkibar dengan gagahnya tatkala aksi 212 kemarin, bendera raksasa yang dibuat oleh para pejuang Islam. Ketika umat bersatu, akidah yang menyatukan mereka. Ketika ada bendera ini berkibar diantara lautan manusia, bukan lagi rasa takut yang umat hadapi dan rasakan. Karna, inilah panji Rasulullah SAW, benderanya umat Islam, berwarna hitam dan bertuliskan kalimat ‘Laa illa ha illalah Muhammad Rasulullah’. Ar-rayah namanya.
Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Panji Rasulullah SAW (raayat) berwarna hitam, sedangkan liwa’ (bendera) nya berwarna putih,” Jabir ra menuturkan, “bendera Nabi Muhammad SAW (liwa’) pada saat masuk kota Makkah berwarna putih.” Dari Aiyah ra berkata, “Liwa’ Nabi SAW berwarna putih.” Dari Ibnu Umar ra berkata, “tatkala Rasulullah SAW memasangkan bendera (liwa’) yang berwarna putih.” Riwayat Ibnu Abbas yanglain menurut Abi Syaikh dengan lafaz,”bahwa pada bendera nabi Muhammad SAW tertulis kalimat Laa illa ha illalah Muhammad Rasulullah.
Jadi, ini bukanlah labang daripada terorisme, bukan pula radikalisme apalagi ISIS. Ini adalah lambang kejayaan, lambang kedamaian, lambang kemuliaan, lambang kemajuan. Dan inilah lambang ketauhidan. Inilah bendera yang kelak saat Imam Mahdi menjadi Khalifah akan menjadi bendera seluruh negeri. Inilah panji Rasulullah SAW, Nabi kita, teladan kita.


SUMBER: akun instagram; indonesiabertauhid

Tidak ada komentar:

Posting Komentar