Sami’na
Wa Atho’na
Itulah yang dilakukan para sahabat ketika ada suatu
hukum yang berkaitan dengan suatu perbuatan. Meski hukum tersebut bertentangan
dengannya, ia tetap harus melaksanakan hukum tersebut demi meraih keridhoan
Allah SWT semata. Bangsa Arab jaman dulu minuman yang tak terpisahkan dari
dirinya adalah khamr, tapi saat ada ayat yang turun yang di dalamnya berisikan
tentang larangan meminum khamr, masyarakat Arab saat itu langsung memecahkan
semua kendi-kendi yang berisikan khamr, bahkan ada yang masih meneguknya sudah
sampai tenggorokkan, ia muntahkan kembali. Adapun terkait hukum berpakaian
wanita, saat itu wanita Arab senantiasa mengenakan pakaian yang tipis dan
kerudung yang seadanya. Tatkala turun ayat yang memerintahkan untuk mengenakan
khimar sampai menutup dadanya (Q.S An-Nur: 31) dan ayat yang memerintahkan
untuk mengenakan jilbab yang terulur hingga mata kakinya (Q.S Al-Ahzab:59) mereka langsung mencari kain yag lebar-lebar
dan tebal untuk menutupi badannya, sampai ada yang menggunakan gorden untuk
menutup badannya. Ya itulah ketaatan umat saat masa Rasulullah SAW, untuk
melakuka suatu perbuatan mereka akan menanyakan hukumnya dulu kepada Rasul
sebelum melakukan perbuatannya itu. Jika dibandingkan dengan zaman sekarang,
zaman yang sudah serba enak. Kita tak perlu lagi menunggu-nunggu perintah,
semuanya sudah tercantum dalam Al-Quran Kariim, zaman Rasul dulu Al-Quran masih
ditulis dalam lembaran-lembaran pelepah kurma, di batu-batu, dan di tulan
belulang. tapi kini Al-Quran sudah menjadi mushaf yang sangat mudah sekali
untuk mendapatkannya. Tapi kenapa justru sekarang dengan segala kemudahn yang
Allah berikan, masih saja banyak diantara kita yang mengingkari ayat Allah? Ketika
masa kekhalifahan Abu Bakar As-sidiq sudah muali banyak umatnya yan enggan
membayar zakat, padahal zakat adalah salah satu perintah Allah yang harus
dijalani bagi setiap muslim. Melihat kemungkaran itu Abu Bakar langsung
memrangi siappun yang enggan membayar zakat, karna apabila kita mengingkari
satu ayat saja dari Al-Quran maka itu ibaratnya sudah mengingkari semua isi
Al-Quran. Sekarang, sudah berapa banyak ayat yang kita ingkari?
Kita sebagai muslim yang sudah diberi segala
kemudahan oleh Allah tugas kita seharusnya hanya satu yakni; Sami’a Wa Atho’na.
kami dengar dan kami taat.
Seperti Nabi Musa yang tak bertanya mengapa harus
membelah lautan..
Seperti Nabi Nuh yang tak bertanya mengapa harus
membuat kapal besar
Seperti Nabi Ibrahim yang tak bertanya mengapa harus
menyembelih Ismail
Atau seperti Nabi Muhammad yang tak bertanya mengapa
harus berhijrah
Maka seperti itu pula, kita tak perlu bertanya
mengapa harus berjilbab, mengapa harus menjauhi pacaran, mengapa harus sholat,
mengapa harus menjauhi alcohol, atau mengapa harus taat pada Allah.
Karena sadarilah, bahwa itu adalah perintah dari
Rabb mu yang menciptakanmu. Bahwa itu yang disampaikan oleh Rasulullah SAW,
teladanmu. Bahwa Allah tidak akan melarang jika itu baik untuk umatNya. Bahwa
Allah tidak akan mewajibkan jika itu buruk untuk umatNya.
SUMBER: akun line duniajilbab
Tidak ada komentar:
Posting Komentar