Rabu, 28 Desember 2016

Sami'na Wa Atho'na

Sami’na Wa Atho’na
Itulah yang dilakukan para sahabat ketika ada suatu hukum yang berkaitan dengan suatu perbuatan. Meski hukum tersebut bertentangan dengannya, ia tetap harus melaksanakan hukum tersebut demi meraih keridhoan Allah SWT semata. Bangsa Arab jaman dulu minuman yang tak terpisahkan dari dirinya adalah khamr, tapi saat ada ayat yang turun yang di dalamnya berisikan tentang larangan meminum khamr, masyarakat Arab saat itu langsung memecahkan semua kendi-kendi yang berisikan khamr, bahkan ada yang masih meneguknya sudah sampai tenggorokkan, ia muntahkan kembali. Adapun terkait hukum berpakaian wanita, saat itu wanita Arab senantiasa mengenakan pakaian yang tipis dan kerudung yang seadanya. Tatkala turun ayat yang memerintahkan untuk mengenakan khimar sampai menutup dadanya (Q.S An-Nur: 31) dan ayat yang memerintahkan untuk mengenakan jilbab yang terulur hingga mata kakinya (Q.S Al-Ahzab:59)  mereka langsung mencari kain yag lebar-lebar dan tebal untuk menutupi badannya, sampai ada yang menggunakan gorden untuk menutup badannya. Ya itulah ketaatan umat saat masa Rasulullah SAW, untuk melakuka suatu perbuatan mereka akan menanyakan hukumnya dulu kepada Rasul sebelum melakukan perbuatannya itu. Jika dibandingkan dengan zaman sekarang, zaman yang sudah serba enak. Kita tak perlu lagi menunggu-nunggu perintah, semuanya sudah tercantum dalam Al-Quran Kariim, zaman Rasul dulu Al-Quran masih ditulis dalam lembaran-lembaran pelepah kurma, di batu-batu, dan di tulan belulang. tapi kini Al-Quran sudah menjadi mushaf yang sangat mudah sekali untuk mendapatkannya. Tapi kenapa justru sekarang dengan segala kemudahn yang Allah berikan, masih saja banyak diantara kita yang mengingkari ayat Allah? Ketika masa kekhalifahan Abu Bakar As-sidiq sudah muali banyak umatnya yan enggan membayar zakat, padahal zakat adalah salah satu perintah Allah yang harus dijalani bagi setiap muslim. Melihat kemungkaran itu Abu Bakar langsung memrangi siappun yang enggan membayar zakat, karna apabila kita mengingkari satu ayat saja dari Al-Quran maka itu ibaratnya sudah mengingkari semua isi Al-Quran. Sekarang, sudah berapa banyak ayat yang kita ingkari?
Kita sebagai muslim yang sudah diberi segala kemudahan oleh Allah tugas kita seharusnya hanya satu yakni; Sami’a Wa Atho’na. kami dengar dan kami taat.
Seperti Nabi Musa yang tak bertanya mengapa harus membelah lautan..
Seperti Nabi Nuh yang tak bertanya mengapa harus membuat kapal besar
Seperti Nabi Ibrahim yang tak bertanya mengapa harus menyembelih Ismail
Atau seperti Nabi Muhammad yang tak bertanya mengapa harus berhijrah
Maka seperti itu pula, kita tak perlu bertanya mengapa harus berjilbab, mengapa harus menjauhi pacaran, mengapa harus sholat, mengapa harus menjauhi alcohol, atau mengapa harus taat pada Allah.
Karena sadarilah, bahwa itu adalah perintah dari Rabb mu yang menciptakanmu. Bahwa itu yang disampaikan oleh Rasulullah SAW, teladanmu. Bahwa Allah tidak akan melarang jika itu baik untuk umatNya. Bahwa Allah tidak akan mewajibkan jika itu buruk untuk umatNya.

SUMBER: akun line duniajilbab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar