Rabu, 28 Desember 2016

Ideologi


Ideology atau mabda adalah suatulandasan yang dapat menentukan arah pikir manusia dan pandangan hidupnya. Sebagaimana dijelaskan dalam tulisan sebelumnya, bahwa pancasila hanyalah sebuah fikrah benar adanya. Juga pancasila adalah gagasan yang muncul dalam benak atau akal manusia, yang mana akal sendiri pun terbatas sifatnya. Apabila pembuatan peraturan diserahkan pada manusia sepenuhnya, maka aturan itu akan bersifat relative. Sebagai contoh, dalam perihal tata cara makan dalam satu daerah dengan daerah lainnya akan berbeda, seperti jika kita bertamu ke orang Tasikmalaya jam berapapun itu kita akan disuguhi makanan dan tak tanggung-tanggung makanannya bukanlah makanan ringan melainkan makanan berat dan ketika sudah disuguhi kita pun harus menghabiskannya. Jika kita tidak menghabiskan makanan tersebut kita akan dibilang tidak sopan karna dianggap tidak menghhargai pemberiannya. Nah jika di Tasikmalaya hal yang demikian itu merupakan aturan yang apabila kita tidak mengikutinya akan dibilang tidak sopan dan tidak mengahrgai, tentu beda dengan daerah lainnya. misal, di Jakarta hal yang demikian adalah hal yang biasa. Nah itulah contoh daripada aturan manusia yang sifatnya relative, serta selalu menimbulkan perbedaan bahkan perselisihan dan pertentangan. Juga dilihat dari contoh yang tadi membuktikan bahwa aturan yang dibuat manusia selalu terpegaruh lingkungan dimana ia hidup. Maka dari itu, ideology atau mabda yang lahir dari benak seseorang adalah mabda yang salah baik dari akidahnya maupunaturan yang lahir dari akidah tersebut. Terkait pancasila yang hanya merupakan fikrah, maka pancasila tidak bisa dijadikan landasan suatu Negara, karna tidak adanya thariqah di dalamnya. Yang mana keberadaan thariqah adalah suatu keharusan yang akan menjelaskan tentang bagaimana cara praktis pemecahannya, bagaimana cara melindungi akidah, bagaimana cara menemban ideology. Maka boleh dikatakan, pancasila hanya akan menjadi bentuk pemikiran yang tercantum dalam lembaran buku tanpa bisa mempengaruhi kehidupan.

Adanya fikrah dan thariqah hanya menunjukan itu adalah sebuah mabda atau ideology, benar salahnya tergantung dari akidah yang diembannya. Karena akidah menjadi asas dari tiap pemikiran yang muncul dan akan mempengaruhi pandangan hidup manusia. Dan akidah yang benar haruslah sesuai dengan fitrah manusia. Adapun mabda yang muncul dari benak seseorang melalui wahyu Allah adalah mabda yang benar. Karena baik akidah maupun aturan yang ada di dalamnya berasal dari Allah, sang Pencipta, dan Allah lah yang tahu segala hal tentang ciptaannya, termasuk manusia. Dan Allah telah menulis segala aturanNya dalam Al-Quran yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW.  Kita, hambaNya kewajiban kita hanyalah tunduk pada segala aturanNya dan menjauhi segala laranganNya, segenap aturanyangAllahberikan kepada kita tidaklah rumit, sulit, atau apapun. Justru Allah telah memudahkan segalanya karna Allah tau segala hal tentang ciptaanNya. Hanya kita saja yang mempersulitnya. Sebagaimana firmanNya dalam Q.S At-Takwir: 25-27: “Dan Al-Quran itu bukanlah perkataan setan yang terkutuk. Maka kemankah kamu akan pergi? Al-Quran itu tidak lain adalah peringatan bagi seluruh alam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar