Ideology atau mabda
adalah suatulandasan yang dapat menentukan arah pikir manusia dan pandangan
hidupnya. Sebagaimana dijelaskan dalam tulisan sebelumnya, bahwa pancasila
hanyalah sebuah fikrah benar adanya. Juga pancasila adalah gagasan yang muncul
dalam benak atau akal manusia, yang mana akal sendiri pun terbatas sifatnya.
Apabila pembuatan peraturan diserahkan pada manusia sepenuhnya, maka aturan itu
akan bersifat relative. Sebagai contoh, dalam perihal tata cara makan dalam
satu daerah dengan daerah lainnya akan berbeda, seperti jika kita bertamu ke
orang Tasikmalaya jam berapapun itu kita akan disuguhi makanan dan tak
tanggung-tanggung makanannya bukanlah makanan ringan melainkan makanan berat
dan ketika sudah disuguhi kita pun harus menghabiskannya. Jika kita tidak
menghabiskan makanan tersebut kita akan dibilang tidak sopan karna dianggap
tidak menghhargai pemberiannya. Nah jika di Tasikmalaya hal yang demikian itu
merupakan aturan yang apabila kita tidak mengikutinya akan dibilang tidak sopan
dan tidak mengahrgai, tentu beda dengan daerah lainnya. misal, di Jakarta hal
yang demikian adalah hal yang biasa. Nah itulah contoh daripada aturan manusia
yang sifatnya relative, serta selalu menimbulkan perbedaan bahkan perselisihan
dan pertentangan. Juga dilihat dari contoh yang tadi membuktikan bahwa aturan
yang dibuat manusia selalu terpegaruh lingkungan dimana ia hidup. Maka dari
itu, ideology atau mabda yang lahir dari benak seseorang adalah mabda yang
salah baik dari akidahnya maupunaturan yang lahir dari akidah tersebut. Terkait
pancasila yang hanya merupakan fikrah, maka pancasila tidak bisa dijadikan
landasan suatu Negara, karna tidak adanya thariqah di dalamnya. Yang mana
keberadaan thariqah adalah suatu keharusan yang akan menjelaskan tentang
bagaimana cara praktis pemecahannya, bagaimana cara melindungi akidah,
bagaimana cara menemban ideology. Maka boleh dikatakan, pancasila hanya akan
menjadi bentuk pemikiran yang tercantum dalam lembaran buku tanpa bisa
mempengaruhi kehidupan.
Adanya fikrah dan thariqah
hanya menunjukan itu adalah sebuah mabda atau ideology, benar salahnya
tergantung dari akidah yang diembannya. Karena akidah menjadi asas dari tiap
pemikiran yang muncul dan akan mempengaruhi pandangan hidup manusia. Dan akidah
yang benar haruslah sesuai dengan fitrah manusia. Adapun mabda yang muncul dari
benak seseorang melalui wahyu Allah adalah mabda yang benar. Karena baik akidah
maupun aturan yang ada di dalamnya berasal dari Allah, sang Pencipta, dan Allah
lah yang tahu segala hal tentang ciptaannya, termasuk manusia. Dan Allah telah
menulis segala aturanNya dalam Al-Quran yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad
SAW. Kita, hambaNya kewajiban kita
hanyalah tunduk pada segala aturanNya dan menjauhi segala laranganNya, segenap
aturanyangAllahberikan kepada kita tidaklah rumit, sulit, atau apapun. Justru
Allah telah memudahkan segalanya karna Allah tau segala hal tentang ciptaanNya.
Hanya kita saja yang mempersulitnya. Sebagaimana firmanNya dalam Q.S At-Takwir:
25-27: “Dan Al-Quran itu bukanlah perkataan setan yang terkutuk. Maka kemankah
kamu akan pergi? Al-Quran itu tidak lain adalah peringatan bagi seluruh alam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar