Rabu, 28 Desember 2016

Akan Kemana Setelah Mati?

Akan Kemana Setelah Mati?
            “Today is yesterday, tomorrow is today.” Kehidupan hari ini adalah hasil daripada pilihan dari hari kemarin. Dan hari ini akan menentukan masa depan kita. Ya, life is a choice. Makan tempe atau tahu atau keduanya, itu pilihan. Berangkat kerja mau tepat waktu atau santai yang akhirnya jadi telat, itu pilihan. Mau oplas atau bersyukur dengan apa yang udah dikasih, itu pilihan. Mau taat atau ngga, itu pilihan. Namun banyak orang yang mengartikan takdir bahwa takdir lah yang sudah membuat saya seperti sekarang ini, kalau saya belum berbuat sesuatu berarti memang belum takdirnya. Mengartikan bahwa Allah lah yang mengurusi semua takdir itu sehingga kita manusia hanya tinggal menunggu takdir itu menghampiri kita, jika memang begitu berarti memberi kesan seola-olah manusia ‘dipaksa’ untuk melakukan perbuatannya. Memang Allah maha mengeahui setiap perbuatan manusia, dan menjadikan segala sesuatu bagi Allah itu adalah perkara yang mudah. Hanya saja itu adalah bagian daripada ilmu Allah yang benar-benar diluar kuasa manusia dan sulit dijangkau, sehingga itu adalah benar-benar urusan Allah.
            Apabila kita mengamati seluruh perbuatan manusia, akan kita jumpai bahwa manusia hidup dalam dua area: area yang menguasainya dan area yang dikuasainya—Syaikh Taqiyudin An-Naabhani (Nizhamul Islam, 2001). Terkait dengan area yang pertama yakni area yang menguasainya. Ini berarti manusia tidak memiliki andil atas kejadiannya, dan manusia dipaksa untuk tunduk dan diatur serta tidak bebas memilih. Dengan kata lain inilah yang dikatakan sebagai suatu takdir yang ditimpakan kepada manusia.sebagai contoh, hidup mati seseorang sangtlah tidak bisa ditentukan oleh siapa pun, hanya Dialah yang berhak menentukannya. Yang bisa manusia lakukan hanyalah tunduk kepada aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh Allah, agar takdir ini tidak memberikan beban sedikit pun pada kita serta di area ini kita tidak dimintai pertanggungjawaban, karna ini adalah keputusan Allah—apakah itu baik atau buruk. Dan  jika Allah menghendaki kita akan senantiasa dilapangkan dadanya dan senantiasa ikhlas juga qanaah.
            Adapun area kedua yakni area yang dikuasainya. Berarti manusia memegang penuh kendali atas ini, tidak seperti area yang menguasainya, disini manusia bebas menentukan pilihannya. “telah kami tunjukkan kepadanya dua jalan hidup (baik dan buruk)” (Q.S Al-Balad: 10) “maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaan.” (Q.S Asy-Syams: 8) dan disinilah andil manusia, ia dibebaskan untuk memilih. Allah lah yang memberikan akal kepada manusia agar ia bisa memahami dan mempertimbangkan segala sesuatu yang Allah berikan pula. Sebagai contoh, hari Jumat adalah hari dimana umat muslim berkumpul. Tapi ketika dalam perjalanan, masih banyak sekali pedangang kaki lima, masih banyak sekali mobil dan kendaraan umum yang berseliweran. Tak menghiraukan seruan-Nya. Ketika pedagang ataupun tukang angkot dihadapkan pada pilihan dimana yang satu adalah untuk memenuhi kebutuhan pokoknya dan mencari rezeki yang menjadi suatu kewajiban untuk menafkahi anak istrinya yang menunggu dirumah. Mereka rela untuk tidak memenuhi panggilan-Nya, padahal dalam waktu shalat jumat yang ga mencapai satu jam lebih kira-kira mereka hanya mendapat 20 ribu, syukur-syukur kalau lebih dari itu. Demi 20 ribu mereka rela tidak mengindahkan panggilan-Nya.
            Itulah salah satu kasus dimana manusia memegang andil penuh atas segala perbuatannya Dimana tentunya hal yang demikian itu akan dimintai pertanggung jawaban di akhirat kelak. Jadi seharusnya apabila kita diberi kekuasaan penuh atas apa yang akan kita lakukan, lakukan lah  hal yang sebermanfaat mungkin agar hidup kita senantiasa produktif. “Dan kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan sendagurau. Sedangkan negeri akhirat itu sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?” (Q.S Al-An’am: 32) jadikanlahh dunia ini sebagai ladang untuk terus berlomba-lomba dalam kebaikan dengan niat hanya untuk meraih ridho-Nya. Dan setelah kehidupan dunia selesai,kita pun akan kembali lagi kepada Allah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar