Rabu, 28 Desember 2016

Gharizah Baqa

Gharizah Baqa (Naluri Mempertahankan Diri)
Nasionalisme adalah suatu ikatan yang terjadi ketika manusia hidup bersama dalam suatu wilayah tertentu dan tidak beranjak dari situ. Dari penjelasan tadi mulailah tampak naluri mempertahankan diri yang dimana mendorong mereka untuk mempertahankan negerinya. Juga naluri ini memang sudah fitri pada diri manusia sehingga apabila dalam pemenuhannya dilandaskan pada perasaan saja, maka yang terjadi adalah ikatan nasionalisme, yang terus dikampanyekan khusunya di Indonesia agar menjaga kebhinekaan, katanya. Padahal jika dikaitkan dengan akal, ikatan ini adalah ikatan yang lemah dan rendah, bersifat emosional yang berpeluang berubah-ubah, serta bersifat temporal yakni muncul saat ada anacaman. Contoh: ketika ada sepakbola Indonesia vs Malaysia, saat itu juga kita merasa sangat Indonesia sekali. Dan ketika ada salah satu kekayaan negeri ini keadaan nya terancam seperti ketika batik ‘dicuri’ oleh negeri tetangga, betapa mati-matian kita membelanya. Tapi bila suasanya aman dari suatu ancaman, hilanglah ikatan ini.
Contoh yang kedua adalah banyaknya kelompok-kelompok agama yang ada di Indonesia. Setiap kelompok sebetulnya memiliki tujuan yang relative sama, hanya cara untuk mewujudkan tujuan itulah yang berbeda-beda. Dan kebanyakan dari kita sudah tahu bahwa banyak antar kelompok agama saling ‘bermusuhan’ satu sama lain dikarenakan menganggap bahwa metode yang dilakukan dalam kelompoknya adalah yang terbaik. Dan disinilah tampak naluri mempertahankan diri, yang dimana berkali-kali ditekankan apabila dilandaskan dengan perasaan  saja maka yang timbul adalah ego, ego yang malah memunculkan suatu perpecahan. Mereka lebih mementingkan ego mereka ketimbang mengingat bahwa muslim adalah bersaudara yang diibaratkan dengan satu tubuh,  apabila yang satu sakit yang lainpun merasakannya. Jika kita mengaitkannya dengan akal, maka naluri mempertahankan diri akan tunduk sesuai dengan aturan Allah. Itu hanyalah contoh penampakan dari naluri mempertahankan diri.

Jika melihat aksi bela Islam 4 november lalu, itulah bukti dimana naluri mempertahankan diri nya telah ditundukkan. Aksi tersebut diikuti oleh kurang lebih 2,3 juta jiwa yang disitu diikuti berbagai kelompok agama ada. Tapi lihat, apabila naluri ini berhasil ditundukkan yang ada hanyalah kedamaian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar