Gharizah
Baqa (Naluri Mempertahankan Diri)
Nasionalisme
adalah suatu ikatan yang terjadi ketika manusia hidup bersama dalam suatu
wilayah tertentu dan tidak beranjak dari situ. Dari penjelasan tadi mulailah
tampak naluri mempertahankan diri yang dimana mendorong mereka untuk
mempertahankan negerinya. Juga naluri ini memang sudah fitri pada diri manusia
sehingga apabila dalam pemenuhannya dilandaskan pada perasaan saja, maka yang
terjadi adalah ikatan nasionalisme, yang terus dikampanyekan khusunya di
Indonesia agar menjaga kebhinekaan, katanya. Padahal jika dikaitkan dengan
akal, ikatan ini adalah ikatan yang lemah dan rendah, bersifat emosional yang
berpeluang berubah-ubah, serta bersifat temporal yakni muncul saat ada
anacaman. Contoh: ketika ada sepakbola Indonesia vs Malaysia, saat itu juga
kita merasa sangat Indonesia sekali. Dan ketika ada salah satu kekayaan negeri
ini keadaan nya terancam seperti ketika batik ‘dicuri’ oleh negeri tetangga,
betapa mati-matian kita membelanya. Tapi bila suasanya aman dari suatu ancaman,
hilanglah ikatan ini.
Contoh
yang kedua adalah banyaknya kelompok-kelompok agama yang ada di Indonesia.
Setiap kelompok sebetulnya memiliki tujuan yang relative sama, hanya cara untuk
mewujudkan tujuan itulah yang berbeda-beda. Dan kebanyakan dari kita sudah tahu
bahwa banyak antar kelompok agama saling ‘bermusuhan’ satu sama lain
dikarenakan menganggap bahwa metode yang dilakukan dalam kelompoknya adalah
yang terbaik. Dan disinilah tampak naluri mempertahankan diri, yang dimana berkali-kali
ditekankan apabila dilandaskan dengan perasaan
saja maka yang timbul adalah ego, ego yang malah memunculkan suatu
perpecahan. Mereka lebih mementingkan ego mereka ketimbang mengingat bahwa
muslim adalah bersaudara yang diibaratkan dengan satu tubuh, apabila yang satu sakit yang lainpun
merasakannya. Jika kita mengaitkannya dengan akal, maka naluri mempertahankan
diri akan tunduk sesuai dengan aturan Allah. Itu hanyalah contoh penampakan
dari naluri mempertahankan diri.
Jika
melihat aksi bela Islam 4 november lalu, itulah bukti dimana naluri
mempertahankan diri nya telah ditundukkan. Aksi tersebut diikuti oleh kurang
lebih 2,3 juta jiwa yang disitu diikuti berbagai kelompok agama ada. Tapi
lihat, apabila naluri ini berhasil ditundukkan yang ada hanyalah kedamaian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar