Sekilas
Dunia Saat Ini
Melihat fakta saat ini,
banyak sekali pemuda atau siapapun yang belum menemukan tujuan hidupnya,
alhasil mereka hidup sesuai dengan apa yang mereka mau. Apalagi di jaman
sekarang yang katanya ‘uang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang.’
Jadilah orang-orang berlomba-lomba untuk mencari uang, siapa yang kuat ia dapat
siapa yang tidak sanggup maka ia gugur. Segalanya butuh uang lah yang
menjadikan uang segalanya di jaman sekarang ini, tanpa uang layaknya tidak
hidup. Sebagai contoh, banyak pelajar yang kini melanjutkan pendidikanya ke
perguruan tinggi yang bagus dan mahal tentunya, ketika ditanya kenapa masuk
universitas tersebut ia jawab biar dapet kerjaan yang bagus. Adapun siswa yang
tidak melanjutkan ke perguruan tinggi, mereka langsung berpikir kerja apa ya? lantas
jika memang tujuan akhirnya adlah kerja kenapa ga langsung kerja saja? Kenapa
harus cape-cape sekolah? 12 tahun loh. Persiapan anak didik atau siswa menjadi
tenaga kerja muncul saat pemerintahan Soeharto. Selain itu memang system yang
sekarang diterapkan di Indonesia adalah Kapitalisme dengan ide liberalisme,
pluralisme, demokrasi dan sebagainya. Ideologi ini berasaskan manfaat ‘saya
bantu kamu, saya dapet apa?’ atas asas inilah yang menjadikan setiap orang
begitu berlomba-lomba untuk menjadi kaya dengan menghalalkan segala cara. Loh
kok bisa sampai menghalalkan segala cara? Ya, karna akidah atau pondasi dari
ideologi ini adalah sekularisme; memisahkan agama dari kehidupan, agama tidak
perlu mengatur manusia dalam kehidupan, agama hanya akan menjadi candu. Itulah
yang menjadikan dunia menjadi seperti sekarang ini.
Kapitalisme yang
berakidahkan sekularisme ini muncul tatkala komunisme runtuh yang ditandai
dengan runtuhnya Uni Soviet. Sudah dikatakan dalam tulisan sebelumnya bahwa di
dunia ini hanya ada 3 ideologi; Kapitalisme, Komunisme, dan Islam. ideology itu
adalah sekumpulan pemikiran yang memiliki segenap aturan yang terpancar dari
pemikiran tersebut. Nah untuk menerapkan suatu ideology diperlukan lah suatu
wadah yang bisa menampun segenap aturan tersebut. Wadah yang paling tepat
adalah sebuah Negara, maka dari itu perang-perang yang terjadi sampai saat ini
adalah perang ideology. Siapa yang menang, maka ia yang akan menerapkan
ideologinya. Komunisme yang dijuluki sebagai tangan besi pernah menguasai 26 negara,
Indonesia salah satunya. Tapi sayang komunisme mempunyai kenangan buruk dalam
ingatan rakyat Indonesia dengan adanya G30 S/PKI. Hingga akhirnya komunisme pun
runtuh tatkala Uni Soviet runtuh. Semenjak Komunisme runtuh, sampai saat ini
yang memegang kendali terhadap dunia adalah Kapitalisme, aturan kapitalis sudah
bercokol di berbagai Negara. Walau sebenarnya saat ini mulai banyak tanda-tanda
runtuhnya Kapitalis, tinggal menunggu sampai pada titik dimana ia benar-benar
hancur. Dan yang terakhir ada sebuah system kepemimpinan Negara yang tidak
pernah disebut dalam sejarah, padahal pernah menguasai 2/3 dunia dan Berjaya
selama 1400 tahun. Semenjak masa Rasulullah SAW hingga berakhir di Turki
Usmani. Dan baru berakhir pada 1924. Dan itulah Khilafah, system kepemimpinan
Islam. Komunisme dan Islam pernah berjaya pada masanya. Kini kapitalisme lah
yang sedang memimpin. Jika kita berpikir kritis,kapitalisme adalah sebuah
system yang rusak dan merusak, tak bisa dipungkiri lagi karna semakin kesini
sisitem itu malah semakin jelas kebobrokannya, mulai dari ekonomi, politik,
kesehatan, pendidikan, dan masih banyak lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar