Melted
Hai k-popers. Tentu tahu
dong ajang pencarian bakat terbesar di korea? Yap, acaranya yaitu k-pop star
yang sampai saat ini udah berlangsung 6 season, dan dari k-pop star ini
lahirlah idol-idol yang bertalenta. Sebenernya ga terlalu ngikutin acara ini,
cuman tertarik banget sama pemenang k-pop star season 2,yap akdong musician.
Mereka adalah 2 saudara (Lee Su Hyun dan Lee Chan Hyuk) mereka emang pantes
menang, karena emang mereka tuh bagusssss banget. Dan liat mv nya mereka suka
banget sama mv nya yang melted. Maka dari itu saya mau bahas terkait mv melted
ini. Singkatnya mv ini berceritakan tentang gimana kehidupan orang dewasa yang
bersikap ‘dingin’ karena mereka terlalu disibukkan dengan masalah-masalah
mereka dan mereka terasa amat terbebani. Dan umumnya orang dewasa yang tidak
bijak melampiaskan amarahnya itu pada anak-anak. Dan di akhir mv ini akhirnya
seorang pemuda yang menjadi pemeran utama di mv tersebut bertemu dengan orang
dewasa yang ramah, yang sepangjang harinya ia dihadapkan dengan kedinginan
orang dewasa.
Dari mv melted ini kita
bisa lihat, problema-problema yang dihadap orang dewasa saat ini seakan tidak
ada habisnya. Lagi-lagi ketika mereka sedang mengalami permasalahan, anak yang
menjadi korban lampiasan mereka. Ketika hal itu terus terjadi kemanakah anak
harus bersandar? Bukankah keluarga yang menjadi sandaran utama bagi anak?
Ketika anak melampiaskannya keluar, dengan lingkungan yang kini bobrok,
dimanakah peran Negara sebagai pilar utama sebuah pertahanan dan menjadi
pelayan utama bagi rakyat. Ketika pertahanan keluarga sebagai pertahanan yang
terakhir sudah mulai rusak, ditambah tidak adanya peran Negara. Resmi sudahlah
kehancuran demi kehancuran perlahan terjadi. Dari mv ini jelas sekali
digambarkan sikap individualisme yang amat berbahaya bagi ketahanan dan
pertahanan keluarga bahkan Negara. Jelas sekali bahwa yang sedang kita rasakan
adalah kerusakan system, kapitalisme yang nyatanya rusak dan merusak masih saja
dipuja-puja bagi mereka yang haus akan kesenangan dunia. Sudah semestinya kita
meninggalkan system ini, dan mengganti dengan system yang mana bisa benar-benar
mewujudkan kesejahteraan yang sesungguhnya. Hanya dalam islam lah kesejahteraan
dapat diwujudkan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar