Rabu, 28 Desember 2016

Toleransi


Masih soal fatwa MUI. Ketika fatwa itu dikeluarkan, MUI mendapat berbagai reaksi dari masyarakat. Ada yang langsung menjudge bahwa MUI tidak toleransi, tidak memperhatikan kebhinekaan yang ada, telalu cepat tanpa menimbang-nimbang. Ada juga yang bersikap bijak dan menerima atas fatwa itu. Bahkan ketika fatwa itu dikeluarkan, ada yang bersikap lebih toleransi lagi. Ya, Sahat Edison Sitorus lah orangnya, seperti yang ditulisnya dalm akun fb nya (22/12/2016): “Umat kristiani tak perlu khawatir dengan fatwa yang dikeluarkan MUI…tak perlu juga memperbincangkannya apalagi menganggap fatwa tersebut mengganggu umat kristiani… Semua alim ulamaberkewajiban mengingatkan hal yangbisa jadi umatnya yang awam…tak mengetahui atau memahami apa yang ada dalam kitab sucinya…Fatwa label halal bagi suatu makanan dimana sebagian umat muslim ragu ragu akan memudahkan pilihan bagi makanan yang akan dibeli… Paus di Roma mengeluarkan fatwa atau ensiklik bahwa umat katolik dilarang menggunakan kontrasepsi buatan seperti IUD.. Semua fatwa pastilah mengikat umatnya. TIDAK berlaku bagi umat kepercayaan lain..Beda dengan HUKUMAN POSITIF…seperti tindak pidana korupsi…membunuh…menyelndupkan…tak bayar pajak…semua warga negara dimana aturan atau hukum itu dikeluarkan  WAJIB menaatinya…dan berlaku sangsi yang sama apapun suku, kepercayaan, tingkat pendidikan, ekonomi, sosial, atau jabatan…Semoga kitasemua bisa menerimanya.”


Seperti itulah kira-kira toleransi yang seharusnya kita perbuat. Dan kita pun harus lebih kritis dan berpikir lebih mendalam lagi agar kita tak serta merta termakan omongan media atau apapun. Yang jelas sekali media amatlah meyudutkan Islam. Maka selain toleransi, kita pun perlu pemikiran yang demikian, agar tidak terjadi kesalahpahaman karena jika sudah demikian, kesalahpahaman ituakan menjadi pemikiran dan bahkan sebuah persetujuan. Jika sudah salah paham, maka semuanya akan terasa salah, ini yang bahaya. Maka dari itu, toleransi amatlah perlu karna akan menciptakan kedamaian dan kesejahteraan. Tapi perlu diingat kembali, toleransi disini adalah membiarkan bukannya ikut-ikutan. Dan tidak ada toleransi akidah dalam Islam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar