Masih soal fatwa MUI. Ketika fatwa itu dikeluarkan,
MUI mendapat berbagai reaksi dari masyarakat. Ada yang langsung menjudge bahwa
MUI tidak toleransi, tidak memperhatikan kebhinekaan yang ada, telalu cepat
tanpa menimbang-nimbang. Ada juga yang bersikap bijak dan menerima atas fatwa
itu. Bahkan ketika fatwa itu dikeluarkan, ada yang bersikap lebih toleransi
lagi. Ya, Sahat Edison Sitorus lah orangnya, seperti yang ditulisnya dalm akun
fb nya (22/12/2016): “Umat kristiani tak perlu khawatir dengan fatwa yang
dikeluarkan MUI…tak perlu juga memperbincangkannya apalagi menganggap fatwa
tersebut mengganggu umat kristiani… Semua alim ulamaberkewajiban mengingatkan
hal yangbisa jadi umatnya yang awam…tak mengetahui atau memahami apa yang ada
dalam kitab sucinya…Fatwa label halal bagi suatu makanan dimana sebagian umat
muslim ragu ragu akan memudahkan pilihan bagi makanan yang akan dibeli… Paus di
Roma mengeluarkan fatwa atau ensiklik bahwa umat katolik dilarang menggunakan
kontrasepsi buatan seperti IUD.. Semua fatwa pastilah mengikat umatnya. TIDAK
berlaku bagi umat kepercayaan lain..Beda dengan HUKUMAN POSITIF…seperti tindak
pidana korupsi…membunuh…menyelndupkan…tak bayar pajak…semua warga negara dimana
aturan atau hukum itu dikeluarkan WAJIB
menaatinya…dan berlaku sangsi yang sama apapun suku, kepercayaan, tingkat
pendidikan, ekonomi, sosial, atau jabatan…Semoga kitasemua bisa menerimanya.”
Seperti itulah kira-kira toleransi yang seharusnya
kita perbuat. Dan kita pun harus lebih kritis dan berpikir lebih mendalam lagi
agar kita tak serta merta termakan omongan media atau apapun. Yang jelas sekali
media amatlah meyudutkan Islam. Maka selain toleransi, kita pun perlu pemikiran
yang demikian, agar tidak terjadi kesalahpahaman karena jika sudah demikian, kesalahpahaman
ituakan menjadi pemikiran dan bahkan sebuah persetujuan. Jika sudah salah
paham, maka semuanya akan terasa salah, ini yang bahaya. Maka dari itu,
toleransi amatlah perlu karna akan menciptakan kedamaian dan kesejahteraan.
Tapi perlu diingat kembali, toleransi disini adalah membiarkan bukannya
ikut-ikutan. Dan tidak ada toleransi akidah dalam Islam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar