Al-Fatihah
Want to lose the weight of sins? Make the masjid
your gym, prayer your workout, Qur’an and sunnah your diet, and jannah your
motivation. Itu adalah kata-kata yang saya dapet dari suatu akun line. Ya,
shalat atau ibadah adalah salah satu wujud hubungan daripada manusia dengan
Tuhannya. Tentu kini setelah kita
selesai memecahkan ketiga simpul besar di dunia, kini kita tahu kenapa kita
harus shalat karena kita tahu juga kenapa kita muslim, dan shalatadalah
salahsatu wujud ibadah kepada Allah yang mana itu merupakan tujuan hidup kita.
Islam bukan hanya seputar ibadah ritual saja, tapi mencangkup seluruh aspek
kehidupan. Tapi berhubung disini akan dibahas sedikit tentang shalat, maka
tentu hanya akan dibahas hubungan kita dengan Allah saja,yakni terkait dengan
ibadah ritual.
Guru saya pernah mengatakan jikakita melaksanakan
shalat dengan baik dan benar—benar-benar mengahyati shalat kita. Dengan
memahami setiap bacaan dan gerakan shalat, kita akan menangis sejadi-jadinya
dan berdiri pun tak kuasa. Itu kata guru saya. Dan teman saya pernah membaca
suatu buku, dalam buku itu dikatakan bahwa niatkan shalat itu untuk bertemu
dengan Allah. Tapi yang membuat miris sekarang ini adalah kebanyakan dari kita
melaksanakan shalat semata-mata hanya untuk mengugurkan suatu kewajiban, maka
yang terjadi adalah shalat kita menjadi
tidak khusyu dan terburu-buru. Tak jarang dalam shalat kita sering memikirkan
hal yang lain, yang mengakibatkankita lupa sedang rakaat ke berapa. Selesai
shalat pun tak sempat untuk kita berdzikir kepada Allah. Padahal semua hal itu
sangatlah mudah untuk dilakukan, Allah lah yang telah memberi segala kemudahan,
tapi kenapa kita malah melunjak dan mempersulit diri? Padahal seharusnya waktu
shalat menjadi waktu yang kita nantikan, karna kita akan berjumpa dengan Allah,
kita akan berbincang dengan Allah. Sesungguhnya kitalah yang membutuhkan Allah,
karna kitalah manusia yang lemah dan terbatas. Memang saat shalat kita akan
berhadapan langsung dengan Allah, tapi bukan berarti Allah hanya ada saat kita
shalat saja. Itulah salah satu wujud nyata darisistem sekarang ini, sekuler.
Bagaimana tidak,sekuler sendiri artinya meisaha agama dari kehidupan. Agama
tidak perlu mencampuri urusan kita, agama tidak perlu mengatur kehidupan kita.
Pada akhirnya yang terjadi adalah seperti sekarang ini, sebagai contoh ada
seorang perempuan yang hendak shalat tapi sebelumnya iatidak mengenakan hijab
dan ketika shalat tentunya ia memakai mukena tapi ketika shalatnya selesaiia
lagsung membuka mukenanya dan kembali mengumbar auratnya. Ini jelas sekali
bahwa system sekuler ini berhasil memisahkan agama dari kehidupan.
Seperti yang telah disampaikan dalam paragraph
pertama, apabila kita ingin diet salah satunya adalah dengan melaksanakan
shalat dengan benar. Tentu dengan meniatkan sepenuh hati semata-mata hanya
untuk meraih ridho Allah, bukan untuk mengugurkan kewajiban saja. Baik shalat
ataupun membaca Al-Quran seharusnya kita melaksanaknnya layaknya kita membaca
sebuah puisi, bait perbait kita hayatisepenuhnya, hingga memunculkan berbagai
emosi dalam diri. Sebuah puisi apabila dibaca dengan terbru-buru dan tidak ada
penghayatnnya sama sekali tentu sangat tidak enak didengar bukan? Begitu pun
dengan shalat. Apalagi ketika kita membaca surat Al-Fatihah, karna surat
Fatihah sudah kita hapal sejak kecil maka kita pun membacanya dengan
tergesa-gesa. Padahal dalam sebuah hadits Qudsi Allah SWT berfirman: “aku
membagi shalat menjadi dua bagian, untukKu dan untuk hambaKu.”
Ketika kita mengucapkan
“Alhamdulillahirabbil ‘alamin” Allah menjawab: “hambaKu telah memujiKu.”
Ketika kita mengucapkan
“Ar-rahmaanir Rahiim.” Allah menjawab: “hambaKu telah mengagungkanKu.”
Ketik kita mengucap “Iyyakana’budu
wa iyya ka nasta’in.” Allah menjawab: “inilah perjanjian antara Aku dan
hambaKu.”
Ketika kita mengucapkan “Ihdinash
shiraatal mustaqiim, shiratalladzina an’amta alaihim ghairil maghdubi ‘alaihim
waladh-dhoolin.” Allah menjawab: “Inilah perjanian antara Aku dan hambaKu. Akan
kupenuhi yang ia minta.” (HR Muslim da At-Tirmidzi)
Hayatilah setiap bacaannya, dan rasakanlah jawaban
indah dari Allah. Selanjutnya kita ucapkan “Aamiin”, sebab malaikatpun sedang
mengucapkan hal yang sama dengan kita. “barangsiapa yang mengucapkan Aamiin Nya
bersamaan dengan para malaikat, maka Allah akan memberikan ampunan kepadanya.”
(HR Bukhari, Muslim,Abu Dawud dan An-Nas).
Sudahkah kita memuliakan Allah saat kita berdapan
denganNya? Perbaikilah akhiratmu, maka Allah akan beri dunia untukmu.
SUMBER: akun line dakwah islam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar