Rabu, 28 Desember 2016

Al-Fatihah

Al-Fatihah
Want to lose the weight of sins? Make the masjid your gym, prayer your workout, Qur’an and sunnah your diet, and jannah your motivation. Itu adalah kata-kata yang saya dapet dari suatu akun line. Ya, shalat atau ibadah adalah salah satu wujud hubungan daripada manusia dengan Tuhannya.  Tentu kini setelah kita selesai memecahkan ketiga simpul besar di dunia, kini kita tahu kenapa kita harus shalat karena kita tahu juga kenapa kita muslim, dan shalatadalah salahsatu wujud ibadah kepada Allah yang mana itu merupakan tujuan hidup kita. Islam bukan hanya seputar ibadah ritual saja, tapi mencangkup seluruh aspek kehidupan. Tapi berhubung disini akan dibahas sedikit tentang shalat, maka tentu hanya akan dibahas hubungan kita dengan Allah saja,yakni terkait dengan ibadah ritual.
Guru saya pernah mengatakan jikakita melaksanakan shalat dengan baik dan benar—benar-benar mengahyati shalat kita. Dengan memahami setiap bacaan dan gerakan shalat, kita akan menangis sejadi-jadinya dan berdiri pun tak kuasa. Itu kata guru saya. Dan teman saya pernah membaca suatu buku, dalam buku itu dikatakan bahwa niatkan shalat itu untuk bertemu dengan Allah. Tapi yang membuat miris sekarang ini adalah kebanyakan dari kita melaksanakan shalat semata-mata hanya untuk mengugurkan suatu kewajiban, maka yang terjadi  adalah shalat kita menjadi tidak khusyu dan terburu-buru. Tak jarang dalam shalat kita sering memikirkan hal yang lain, yang mengakibatkankita lupa sedang rakaat ke berapa. Selesai shalat pun tak sempat untuk kita berdzikir kepada Allah. Padahal semua hal itu sangatlah mudah untuk dilakukan, Allah lah yang telah memberi segala kemudahan, tapi kenapa kita malah melunjak dan mempersulit diri? Padahal seharusnya waktu shalat menjadi waktu yang kita nantikan, karna kita akan berjumpa dengan Allah, kita akan berbincang dengan Allah. Sesungguhnya kitalah yang membutuhkan Allah, karna kitalah manusia yang lemah dan terbatas. Memang saat shalat kita akan berhadapan langsung dengan Allah, tapi bukan berarti Allah hanya ada saat kita shalat saja. Itulah salah satu wujud nyata darisistem sekarang ini, sekuler. Bagaimana tidak,sekuler sendiri artinya meisaha agama dari kehidupan. Agama tidak perlu mencampuri urusan kita, agama tidak perlu mengatur kehidupan kita. Pada akhirnya yang terjadi adalah seperti sekarang ini, sebagai contoh ada seorang perempuan yang hendak shalat tapi sebelumnya iatidak mengenakan hijab dan ketika shalat tentunya ia memakai mukena tapi ketika shalatnya selesaiia lagsung membuka mukenanya dan kembali mengumbar auratnya. Ini jelas sekali bahwa system sekuler ini berhasil memisahkan agama dari kehidupan.
Seperti yang telah disampaikan dalam paragraph pertama, apabila kita ingin diet salah satunya adalah dengan melaksanakan shalat dengan benar. Tentu dengan meniatkan sepenuh hati semata-mata hanya untuk meraih ridho Allah, bukan untuk mengugurkan kewajiban saja. Baik shalat ataupun membaca Al-Quran seharusnya kita melaksanaknnya layaknya kita membaca sebuah puisi, bait perbait kita hayatisepenuhnya, hingga memunculkan berbagai emosi dalam diri. Sebuah puisi apabila dibaca dengan terbru-buru dan tidak ada penghayatnnya sama sekali tentu sangat tidak enak didengar bukan? Begitu pun dengan shalat. Apalagi ketika kita membaca surat Al-Fatihah, karna surat Fatihah sudah kita hapal sejak kecil maka kita pun membacanya dengan tergesa-gesa. Padahal dalam sebuah hadits Qudsi Allah SWT berfirman: “aku membagi shalat menjadi dua bagian, untukKu dan untuk hambaKu.”
Ketika kita mengucapkan “Alhamdulillahirabbil ‘alamin” Allah menjawab: “hambaKu telah memujiKu.”
Ketika kita mengucapkan “Ar-rahmaanir Rahiim.” Allah menjawab: “hambaKu telah mengagungkanKu.”
Ketik kita mengucap “Iyyakana’budu wa iyya ka nasta’in.” Allah menjawab: “inilah perjanjian antara Aku dan hambaKu.”
Ketika kita mengucapkan “Ihdinash shiraatal mustaqiim, shiratalladzina an’amta alaihim ghairil maghdubi ‘alaihim waladh-dhoolin.” Allah menjawab: “Inilah perjanian antara Aku dan hambaKu. Akan kupenuhi yang ia minta.” (HR Muslim da At-Tirmidzi)
Hayatilah setiap bacaannya, dan rasakanlah jawaban indah dari Allah. Selanjutnya kita ucapkan “Aamiin”, sebab malaikatpun sedang mengucapkan hal yang sama dengan kita. “barangsiapa yang mengucapkan Aamiin Nya bersamaan dengan para malaikat, maka Allah akan memberikan ampunan kepadanya.” (HR Bukhari, Muslim,Abu Dawud dan An-Nas).
Sudahkah kita memuliakan Allah saat kita berdapan denganNya? Perbaikilah akhiratmu, maka Allah akan beri dunia untukmu.

SUMBER: akun line dakwah islam


Tidak ada komentar:

Posting Komentar