Selasa, 06 Desember 2016

Darimana Asal Kita?

Berbagai permasalahan di dunia seakan tidak menemukan titik temu untuk pemecahannya. Jangankan permasalahan dunia, permasalahan yang dihadapi tiap individu pun acap kali tidak bisa diselesaikan oleh individu itu sendiri. Besar kemungkinan hal yang demikian terjadi karena individu tidak memahami hakikat dirinya dan kehidupan ini serta tidak mengetahui pasti apa tujuan hidupnya. Uniknya, manusia, kehidupan, dan alam semesta sangatlah berkaitan erat. Dan untuk memahami tiap elemen kehidupan, alam semesta dan manusia, mestilah diketahui asal-usulnya terlebih dahulu. Tentunya dengan pemahaman ini akan memecahkan satu persatu simpul besar tentang kehidupan, alam  semesta dan manusia—(di tulisan sebelumnya).
Berdasarkan teori big bang (dentuman besar) dalam kosmologi adalah salah satu teori ilmu yang menjelaskan perkembangan awal dari alam semesta.Penemu teori big bang ialah Edwin Hubble, ia menyanggah teori yang menyatakan bahwa alam semesta ada dengan sendirinya. Edwin Hubble menyatakan pastilah bumi ini telah mengalami proses pembentukan. Ia menjelaskan galaksi selalu bergerak menjauhi bumi, jarak antar galaksi pun selalu bertambah. Itu berarti alam semesta tidak stastis dan mengalami proses. Menurut Edwin, semua galaksi semula bersatu di satu titik, hingga kemudian terpecah-pecah karena satu dentuman besar.
Berdasarkan teori evolusi Stainley Miller, ia merancang alat unutk membuktikan hipotesis Urey. Dalam percobaannya, ia memasukan gas hydrogen, metana, ammonia, dan air. Kemudian dipanaskan selama seminggu. Sebagai pengganti energy listrik, ia mengaliri alat tersebut dengan loncatan listrik tenaga tinggi. Kemudian dilakukan pemeriksaan terhadapa air  yang tertampung, ternyata terdapat senyawa organic sederhana seperti asam amino. Dengan percobaan nya ini, Miller telah membuktikan bahwa interaksi antar gas hydrogen,metana, ammonia dan air menghasilkan asam amino yang merupakan substansi dasar sel hidup.  Akan tetapi para ilmuwan sampai saat ini belum mengetahui bagaimana proses sel hidup yang pertama. Namun mereka sepakat, menyimpulkan bahwa bahan organic yang terdapat di perairan (sup purba) akan saling berinteraksi membentuk makromolekul yang dibuktikan oleh Sydney W. Fox dengan percobaannya yang mencampur berbagai asam amino yang ternyata menghasilkan makromolekul. Fase ini dianggap sebagai tahap sel hidup pertama.
Berdasarkan teori evolusi Charles Darwin ia menyatakan bahwa spesies yang hidup saat ini berasal dari spesies yang hidup di masa silam. Dan evolusi terjadi melalui seleksi alam, siapa yang kuat ia akan survive dan siapa yang tidak kuat ia akan mati. Ia menegaskan semua mahluk hidup berasal dari keturunan yang sama—manusia dan hewan sama. Jika diajarkan di sekolah berdasar eori ini, menyatakan bahwa manusia berasal dari kera.
Itulah teori-teori yang sampai saat ini belum menemukan titik temu dan sangat mudah  untuk dipatahkan. Seperti teori evolusi kimia yang digagas oleh Stainley Miller dan ilmuwan lainnya, jika memang interaksi gas hydrogen, metana, ammonia dan air menghasilkan asam amino yang nantinya disebut sebagai sup purba, darimanakah asal semua sup purba itu? Tentu tidak ada dengan sendirinya bukan? Kemudian teori evolusi Darwin yang menyatakan bahwa semua mahluk hidup berasal dari keturunan yang sama dan dari spesies sebelumnya dan siapa yang kuat ia akan survive tapi jika sebaliknya ia akan mati—manusia purba maksudnya. Jika memang mahluk hidupberasal dari manusia purba atau kera, seharusnya saat ini sudah tidak ada kera lagi bukan? Karna apabila teori itu benar maka kera-kera sudah berevolusi menjadi manusia. Dan yang terakhir teori big bang, setuju dengan pendapat Edwin Hubble bahwa bumi pastilah mengalami pembentukan. Dan ia menyatakan bahwa kehidupan ini dimulai dari satu titik yang kemudian terus mengalami perkembangan, jika lebih diperdalam lagi, darimanakah asal satu titik itu? Apakah ada dengan sendirinya? Tentu tidak, bukan?
Juga saat penciptaan manusia, itu adalah hal yang paling ajaib. Sperma dalam tubuh laki-laki sangatlah tidak berguna bagi tubuhnya sendiri. Sperma hanya akan berguna apabila telah memasuki ovum pada saat pembuahan. Selamanya sperma yang belum bersatu dengan ovum hanya aka nada di dalam tubuh laki-laki, begitupun dengan ovum yang ada di tubuh wanita. Tapi pertanyaanya, ketika sperma dan ovum bersatu, sebelumnya sperma tidak mengetahui keberadaan ovum tepatnya dimana. Tapi ketika berjuta-juta sperma memasuki tubuh wanita mereka saling berlomba-lomba untuk sampai kepada ovum. Karna dalam perjalanannya menuju ovum banyak sperma yang berguguran dan hanya akan ada satu sperma saja yang berhasil memasuki ovum. Ini dikarenakan tubuh wanita bersifat asam, dan sperma yang baru memasuki tubuh wanita otomatis akan langsung mati. Tapi setelah dicari tahu lebih dalam, ternyata masing-masing sperma sudah meiliki penawar racunnya sendiri. Siapakah yang memerintahkan itu semua?
Di alam semesta ini ada begitu tak terhingga nya benda angkasa yang mengelilingi alam semesta. Dan benda-benda tersebut ukurannya berjuta kali lipat besarnya daripada matahari. Seperti bumi dan bulan, mereka mengelilingi matahari berdasarkan porosnya masing-masing. Tapi apa pernah terjadi tabrakan? Itu baru bumi dan bulan. Ada banyak lagi bintang-bintang yang besarnya melebihi matahari, bintang-bintang tersebut sama halnya dengan bumi memiliki porosnya masing-masing. Benda-benda yang luar biasa besar itu tersebar di langit dengan pergerakan yang berdasarkan porosnya masing-masing, begitu teratur. Siapakah yang mampu megatur itu semua?
Ahli matematikawan, sarjana Inggris menyimpulkan bahwa kemungkinan tidak adanya Tuhan ialah . Hasilnya adalah unlimited nol. Tidak mungkin tidak ada Tuhan di dunia ini yang mengatur segala keteraturan yang ada di bumi.

Dengan keluarbiasaan alam semesta, kehidupan, dan manusia pastilah bukan pencipta ‘biasa’ yang menciptakannya, melainkan yang Maha segalanya lah yang menciptakan segala yang ada di bumi. kekuatanNya yang luar biasa lah yang menghendaki segala yang ada di bumi. Sekalipun berbagai teori dikeluarkan untuk menemukan asal mula kehidupan, tak bisa dinafikan bahwa memang Allah lah yang menciptakan segalanya. “Sungguh, Tuhanmu (adalah) Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat. (Dia ciptakan) maahari, bulan dan bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah! Segala penciptaan dan urusan menjadi hak-Nya. Mahasuci Allah, Tuhan seluruh alam.” (Q.S Al-A’raf: 54).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar