Pada pembahasan sebelumnya telah kita bahas terkait radikalisme dan terorisme. Seperti yang kita tahu, radikalisme erat kaitannya dengan terorisme. Bahkan menurut mereka yang melabelkan radikalisme terhadap kelompok yang dianggap mengganggu kepentingan mereka adalah pemicu daripada terorisme. Menurut pasal 14 ayat 1 The Prevention of Terrorism, "setiap penggunaan kekerasan demi mencapai kepentingan poltik dan menimbulkan ketakutan publik secara meluas" itulah radikalisme. sedangkan terorisme menurut UU No.15 tahun 2003, "Setiap orag yang dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan menimbulkan ancaman teror atau rasa takut secara meluas atau menimbulkan korban secara masal dengan cara merampas kemerdekaan atau hilangnya nyawa atau harta berharga orang lain atau mengakibatkan kehancuran atau kerusakan objek-objek vital yang strategis atau lingkungan hidup atau fasilitas publik atau fasilitas internasional." Tapi meskipun UU yang tertera begitu jelas, faktanya mereka orang-orang Barat, khususnya Amerika yang telah berbuat aksi teror dari zaman Hiroshima dan Nagasaki malah dianggap sebagai negara adidaya bahkan dipuja-puja oleh kebanyakan orang. Bahkan dalam media Wonderlist, disitu menyatakan "Siapa saja yang megancam politik, ekonomi, dan pertahanan keamanan Amerika Serikat harus dainggap teroris." dan Josh Bush mengatakan ketika pasca peristiwa WTC, September 2011 lalu, "...from the day on, every nation in every region has decision to make, either you wih us or with terrorist" Juga jika ada yang mengancam keamanan nasional atau lebih jelasnya mengancam imperialisme Barat, seperti penerapan Islam Kaffah, maka ialah teroris.
Jadi, deradikalisasi adalah upaya untuk merubah sikap dan cara pandang radikal yang dianggap keras/fundamentalis menjadi lunak; toleran, plularis, moderat dan liberal. juga merupakan upaya untuk memunculkan Islam Phobia. Dan yangmenjadi target deradikalisasi awalnya hanya para ulama dan tokoh-tokoh masyarakat. Tapi kini remaja pun menjadi sasaran empuk. karna seperti yangkita tahu bahwa remaja adalah tonggak sautu perubahan, apa jadinya jika ada remaja yang teguh akan keislamannya dan ingin berjuang untuk mengembalikan kehidupan Islam? Pastilah itu membuat kafir Barat takut dan jadilah remaja dijadikan salah satu sasaran empuk untuk deradikalisasi ini. Deradikalisasi ini membuat kita agar tidak mempelajari agama, khsusnya Islam secara menyeluruh karna jika demikian akan dicap teroris dan radikal. Hingga membuat pemahaman bahwa semua agama itu sama, penanaman rasa cinta tanah air atau nasionalisme yang melahirkan sifat individualisme, pengaburan sejarah, dan penyempitan berfikir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar