Rabu, 28 Desember 2016

Abad Keemasan


Ketika sejarah mencatat bahwa abad pertengahan adalah abad kegelapan bagi Eropa. Tapi lain halnya dengan yang terjadi di dunia belahan Timur, cahaya bersinar terang pada bagian itu, menggambarkan peradaban yang sangat maju. Ya, itulah dunia Islam,dimana seluruh ilmu pengetahuan lahir daripadanya. Kegemilangan abad ini meluas dari Spanyol hingga daratan China. Dari berbagai penemuan-penemuan yang dihasilkan oleh ilmuwan yang berpikiran cemerlanglah dapat menjadikan Islam sebagai pemimpin dunia, yang mengalahkan dua imperium besar pada masanya, Romawi dan Persia. Tapi peradaban yang begitu gemilang ini tidak diketahui oleh orang banyak, karna sejarah telah menguburnya-dalam dan telah tereliminasi.

Berbagai penemuan-penemuan yang dihasilkan oleh ilmuwan Islam amatlah berpengaruh pada kehidupan modern saat ini. Seperti Al-Jazari, seorang insyinyur dan penemu ilmu teknik. Ibnu Al-Haytam, yang  mencipatakan lensa kamera. Ketika itu Ibnu Al-Haytam menemukan lilin, dan proyeksinya memantul ke dalam ruangan gelap, dan akhirnya menciptakan kamera Obsikular. Penemuannya yang luar biasa itu amatlah berguna bagi dunia modern saat ini, seperti kamera, infokus dan lain sebgainya. Seperti yang kita tahu bahwa penemu pesawat terbang adalah Wright bersaudara. Padahal Abas Ibnu Firnas lah, seorang ilmuwan Islam yang telah menciptakan alat terbang, dan membayangkan mesin terbangnya seribu tahun sebelum Wright bersaudara. Ada Abu Qasim Al-Zahrawi, yang disebut sebagai bapak ilmu pembedahan. Penemuannya yang amat berharga itu kini digunakan dalam zaman modern ini. Maryam Al-Asturlabi, ilmuwan dalam bidang astrolube. Dari hasil penemuannya inilah tercipta alat yang menghitung perjalanan, alat penjaga waktu, yang saat ini kita kenal dengan kompas, satelit navigasi.

Begitu banyaknya hasil penemuan ilmuwan Islam yang sampai saat ini begitu bermanfaat bagi kehidupan modern. Tapi sejarah yang gemilang ini terkubur oleh zaman yang begitu kejamnya merenggut segala apa yang ada. Hingga sejarah pun berbalik pada sang ‘pemenang’. Maka tak heran jika tak ada sejarah yang diajarkan di sekolah-sekolah untuk mengetahui abad keemasan ini.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar