Gharizah
Na’u (Naluri Memperoleh Keturunan)
Saat
bayi, sangatlah sulit bagi dirinya untuk jauh dari ibunya. Tentunya pada masa
ini amatlah penuh kasih sayang dan saat
memasuki usia remaja, mulailah ada rasa ketertarikan dengan lawan jenis. Dan
itulah salah satu penampakan dari gharizah nau yang memang Allah berikan agar
terus berlangsung nya kehidupan yakni dengan memperbanyak keturunan. Tentu
melihat dunia saat ini telah mengalmai berbagai kekeliruan terkait fitrah yang
satu ini. Banyak dari mereka yang menyalurkan naluri ini dengan salah, yakni
dengan pacaran, zinah pra nikah dan berbagai kasus lainnya yang menurut mereka
itu adalah yang biasa. Itulah yangterjadi apabila naluri ini tidak ditundukkan
dengan aturan Allah. Dan adanya kasus LGBT, mereka menganggap ini adalah suatu
penyakit dan menganggap bahwa mereka menjadi LGBT karna sudah ditakdirkan
begitu oleh Allah. Hal yang demikian itu masih dalam kuasa manusia bukan?
Dimana manusia berhak penuh atas semua pilihannya. Jika yang seperti itu memang
takdir Allah, bukankah Allah senantiasa memberi dua jalan, baik atau buruk
“telah kami tunjukkan kepadanya dua jalan hidup (baik dan buruk)” (Q.S
Al-Balad: 10).
Jika
gharizah ini tidak disalurkan dengan benar atau malah ditahan seperti contohnya
aturan bagi biarawati adalah dilarang menikah, tentu ini sangat tidak sesuai dengan fitrah manusia. Alhasil
telah ditemukan berbagai pelanggaran seksual antar biarawati dan pendeta.
P.S: biar tau gimana cara nyalurin gharizah ini
dengan baik dan benar sesuai aturan Allah, silahkan baca buku ustad Felix
Siauw; Udah Putusin Aja! Recommended sekali pokonya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar