Masih teringat dalam benak kita bagaimana rintihan
lembut itu berkata ‘ummati…..ummati…ummati’ tatkala nyawa nya diregang oleh
Malaikat Izrail, bukan Khadijah yang beliau tanyakan, bukan pula Aisyah, bukan
ibunya Aminah, bukan ayahnya Abdullah, bukan para sahabatnya. Tapi kita, kita
yang saat ini sibuk dengan pencapaian dunia kita, kita yang jauh dari ajaran
agama yang dibawanya, kita yang pada hari ini bershalawat kepadanya pun tidak.
Jauh sebelum kita dilahirkan di dunia ini, Nabi Muhammad sudah lebih dulu
mengenal kita, Nabi Muhammad sudah lebih dulu perduli terhadap kita. Tapi
mengapa kita abai terhadap ajaran yang beliau bawa, padahal tugas kita hanyalah
menaati apa-apa yang diperintahkanNya, menjauhi laranganNya dan menjalankan
sunah NabiNya. Kini mereka, musuh Islam sudah berhasil menjauhkan umatnya dari
Islam, membuat umat tak kenal lagi dengan agamanya sendiri, membuat umat
kehilangan identitasnya sebagai muslim, bahkan membuat umat takut akan agamanya sendiri.
Aksi 212 kemarin membuktikan persatuan dan kesatuan
umat dan bergerak untuk membela kitab sucinya. Saat QS Al-Maidah: 51
dinistakan, umat sadar bahwa inilah firman Allah SWT yang tidak pernah mereka
ragukan kebenarannya sedikit pun. Karna itu, dengan kesadrannya ini umat
seharusnya bisa meyakini akan kebenaran seluruh ayat al-Quran dan dengan
kesadaran ini pula umat seharusnya menuntut agar seluruh isi al-Quran
diterapkan dalam kehidupan, sebagai bukti keyakinan kita, sebagai konsekuensi
keimanan kita, dan inilah keimanan hakiki. Kita tidak boleh hanya mengimani
sebagian ayat al-Quran dan mengingkari ayat yang lainnya, sebgaimana dalam
firman Allah SWT: “Apakah kalian mengimani sebagian al-Kitab dan mengingkari
sebagian yang lainnya? tidak ada balasan bagi orang yang berbuat demikian di
antara kalian melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia dan pada Hari Kiamat
mereka akan dikembalikan pada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah
dari apa yang kalian perbuat.”(QS
Al-Baqarah: 85) maka dengan ini amatlah wajib bagi kita agar senantiasa
mengaplikasikan isi al-Qurn dalam kehidupan sehari-hari. Kita tidakboleh
memilih-milih ayat mana yang akan kita imani berdasarkan kesanggupan kita. Justru
Allah menurunkan al-Quran untuk mempermudah kita, bukan malah mempersulit kita.
Juga kita harus menjadikan al-Quran sebagai hukum tertinggi dimanapun kita
berada. Karna al-Quran adalah kalam Allah, sang Pencipta alam semesta,
kehidupan, dan manusia.
Tidak layak bagi kita, umat Islam khususnya berpijak
pada hukum selain hukum Allah, sebagaimana firman Allah: “Dialah yang mempunyai
kekuasaan tertinggi di atas semua hambaNya.” (QS Al-An’am: 61) maka ketika
Allah memrintahkan sesuatu, itu pasti akan membawa kemaslahatan bagi seluruh
alam. Karna Dialah yang menciptakan segala sesuatu yang ada di bumi, hanya
penciptalah yang mengerti sepenuhnya tentang ciptaannya. Adapun akibat daripada
meninggalkan al-Quran dalam kehidupan, yakni terciptanya berbagai kerusakan.
Terbukti sudah hal yang demikian itu dengan zaman sekarang ini yang tidak menjadikan
al-Quran sebagai rujukan. Karena itu, berangkat dari kasus penistaan ini
seharusnya bukan hanya satu ayat saja yang diperjuangkan, melainkan seluruh
ayat dalam al-Quran wajib kita perjuangkan dan amalkan dalam kehidupan kita.
Maka penerapan hukum syariah secara menyeluruh hanya dapat dilakukan dalam
institusi Khilafah Islamiyah. Dan dengan penerapan isi al-Quran dalam kehidupan
secara menyeluruh, dapat membuktikan bahwa kitalah umat Muhammad, kita lah
umatnya yang senantiasa meneladani akhlaknya, yakni Al-Quran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar