Rabu, 28 Desember 2016

Habluminallah

Hubungan Manusia dengan Tuhannya
            Dalam hubungan ini manusia akan senantiasa merasa lemah dan merasa bahwa dirinya membutuhkan sesuatu yang ia sucikan, dan melalui yang ia sucikan ini manusia berharap dirinya akan dibimbing dan pada akhirnya akan menemukan hakikat keberadaan nya di dunia juga apa pengaruhnya terhadap kehidupan setelah dunia.
            Adapun bentuk dari hubungan ini yakni seputar ibadah ritual atau sebagai bentuk dari penghambaan. Bentuknya itu seperti shalat, puasa, zakat, serta naik haji dan terkait amalan-amalan yang hubungannya itu langsung kepada Tuhannya serta  ini merupakan salah satu betuk ketundukannya gharizah tadayun. Amalan-amalan yang dikerjakan itu tetaplah memiliki syarat agar diterima dan bisa diperhitungkan.

Syarat agar suatu amal diterima adalah ikhlas dan benar. Ikhlas disini artinya memurnikan amal hanya untuk Allah semata bukan atas dorongan orang lain. Dan benar, yang artinya sesuai dengan apa yang diperintahkan Rasulullah SAW. Jadi tolak ukur seorang muslim untuk mengerjakan suatu amalan ialah harus ikhlas dan benar. Lain halnya dengan orang kafir, meski ia berbuat beribu-ribu kebaikan di dunia ini tapi itu tidak terhitung sedikitpun karna syarat yang pertama suatu amalannya tidak terpenuhi yakni memurnikan amal hanya untuk Allah semata yag disini orang kafir sendiri percaya dengan adanya Allah, tapi cara penyembahnnya yang berbeda-beda yang tidak diperintahkan oleh Allah, bahkan mereka seringkali melanggar apa yang Allah perintahkan yang mana perintah-Nya tersebut sudah ada di dalam kitab mereka, contoh nya: di kitab injil Allah memerintahkan kepada Nabi Isa AS untuk tidak mengkonsumsi babi atau alcohol tapi nyatanya pengikutnya malah mengkonsumsi itu. Semoga dengan ini kita akan senantiasa untuk terus berlomba-lomba dalam kebaikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar