Hubungan
Manusia dengan Tuhannya
Dalam
hubungan ini manusia akan senantiasa merasa lemah dan merasa bahwa dirinya
membutuhkan sesuatu yang ia sucikan, dan melalui yang ia sucikan ini manusia
berharap dirinya akan dibimbing dan pada akhirnya akan menemukan hakikat
keberadaan nya di dunia juga apa pengaruhnya terhadap kehidupan setelah dunia.
Adapun
bentuk dari hubungan ini yakni seputar ibadah ritual atau sebagai bentuk dari
penghambaan. Bentuknya itu seperti shalat, puasa, zakat, serta naik haji dan
terkait amalan-amalan yang hubungannya itu langsung kepada Tuhannya serta ini merupakan salah satu betuk ketundukannya
gharizah tadayun. Amalan-amalan yang dikerjakan itu tetaplah memiliki syarat
agar diterima dan bisa diperhitungkan.
Syarat agar suatu amal diterima adalah ikhlas dan
benar. Ikhlas disini artinya memurnikan amal hanya untuk Allah semata bukan
atas dorongan orang lain. Dan benar, yang artinya sesuai dengan apa yang
diperintahkan Rasulullah SAW. Jadi tolak ukur seorang muslim untuk mengerjakan
suatu amalan ialah harus ikhlas dan benar. Lain halnya dengan orang kafir,
meski ia berbuat beribu-ribu kebaikan di dunia ini tapi itu tidak terhitung
sedikitpun karna syarat yang pertama suatu amalannya tidak terpenuhi yakni
memurnikan amal hanya untuk Allah semata yag disini orang kafir sendiri percaya
dengan adanya Allah, tapi cara penyembahnnya yang berbeda-beda yang tidak
diperintahkan oleh Allah, bahkan mereka seringkali melanggar apa yang Allah
perintahkan yang mana perintah-Nya tersebut sudah ada di dalam kitab mereka,
contoh nya: di kitab injil Allah memerintahkan kepada Nabi Isa AS untuk tidak
mengkonsumsi babi atau alcohol tapi nyatanya pengikutnya malah mengkonsumsi
itu. Semoga dengan ini kita akan senantiasa untuk terus berlomba-lomba dalam
kebaikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar