Rabu, 28 Desember 2016

ORMAS


LINE TODAY, 19/12/2016:  Orang nomor satu di Indonesia melalui akun twitternya, @jokowi, menyampaikan “aparat hukum jangan ragu menindak ormas yang melawan hukum dan  meresahkan masyarakat.— Jkw,” tulis Jokowi pada Senin, 19 Desember 2016 sekitar pukul 22.02. Sebelumnya sekretaris Kabinet Pramono Agung mengatakan bahwa hari  itu Jokowi memanggil Kapolri Jenderal Tito Karnavian terkait adanya ormas yang melakukan sweeping penggunaan atribut natal, buntut dari dikeluarkannya fatwa MUI. Pramono juga mengatakan pemanggilan Kapolri itu tak lepas dari sikap Kapolres Bekasi dan Kapolres Kulonprogo, DIY yang menyikapi fatwa MUI tersebut dengan menyebarkan surat edaran. “Apa yang dilakukan oleh kapolres di Bekasi maupun di Kulonprogo, kalau enggak salah, yang kemudian menyikapi secara berlebihan, karena memang fatwa MUI itu bukan hukum positif. Hukum positif kita adalah UU, PP, Perpres, Kepmen dan seterusnya termasuk keputusan kapolri sendiri. Sehingga dengan demikian itulahyang menjadi pegangan. Dan sekarang Kapolri sedang dipanggil oleh Presiden untuk hal tersebut,” jelas Pramono Agung

Duhai pa Pramono, mungkin anda lupa bahwa negeri ini merdeka tak lepas dari peran para ulama yang begitu gigih melawan penjajahan pada  masa itu, yang berarti negeeri ini lahir menjadi negeri yang merdeka berkat para ulama. Apa yang membuat anda berkata bahwa fatwa MUI bukanlah hukum positif? Bukankah MUI adalah tempatnya berkumpul para ulama untuk memutuskan suatu perkara? Atas dasar apa kita harus berpegang pada UU, PP, Perpres, Kepmen dan Kapolri ketika masih ada yang lebih tinggi bahkan tertinggi kedudukannya ketimbang ayat-ayat konstitusi, yakni Al-Quran Al-Karim. Tak perduli kita bangsa apa, adat apa, suku apa, negeri mana, negeri hukum, atau apapun. Selama kita masih ada di bumi Allah maka kita hanyalah hambaNya, yang wajib menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Maka hanya hukum Allah lah yang wajib kita laksanakan sebagai konsekuensi keimanan kita pada Allah.


Ya, inilah salah satu keberhasilan kafir Barat yang menghembuskan ide-ide nya ke dalam benak umat muslim. Inilah akibat tidak adanya pemersatu umat, hingga suara umat Islam menjadi sumbang. Inilah akibat dari tidak adanya pelindung, hingga umat Islam kalah dengan kaum kapitalis sekuler liberalis dan nasionalis. Inilah akibat dari permasalahan yang ada, umat Islam bagai ayam tanpa induk, ikut sana ikut sini. Hingga tak ada yang mampu menjaga akidah umat. Hanya khalifah lah yang dapat mempersatukan umat, hanya khalifah lah yang dapat berbuat adil karna khalifah senantiasa berhukum dengan hukum Allah. Hanya dalam naungan Khilafah lah persatuan dan kesatuan umat dapat terwujud.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar