Sumayyah
binti Khabath ra.
Ketika jazirah Arab dipenuhi dengan kegelapan
jahiliyah, Islam datang bak lentera dalam kegelapan, menyinari jazirah Arab dan
mengeluarkan manusia dari gelapnya dunia kala itu menuju cahaya tauhid dan
iman. Siapalah yang tak tahu kisah keluarga Yasir, kala itu anak dari Sumayyah
dan Yasir yakni Amar bin Yasir mendengar keberadaan risalah nabi Muhammad SAW.
Ketika itu perasaan bahagia tak karuan yang Amar rasakan, mendengar kebenaran
yang disampaikan dari lisan yang paling jujur, nabi Muhammad SAW. Maka dengan
kesucian hatinya ia bersedia untuk menerima seruan iman. Dan dengan hati yang
juga bersih dan suci, kedua orangtua Amar pun menerima seruan iman yang Amar
sampaikan. Tentu mereka siap dengan segala resiko yang akan menimpa keluarganya
kelak, melihat keadaan Arab masa itu penuh dengan ritual-ritual nenek moyang.
Sampailah berita keislaman keluarga Yasir kepada
bani Makhzum, dan taksegan-segan mereka langsung menimpakan siksa kepada
keluarga Yasir. Ketika matahari sedang terik-teriknya, mereka menyeret keluarga
Yasir ketengah lapang dan menyuruh mereka menggunakan baju besi. Mereka tidak
diberi minum dan dibiarkan terpanggang oleh teriknya matahari dan terus
diberikan siksaan oleh bani Makhzum. Ketika mereka mulai kepayahan, bani
Makhzum pun mengembalikan mereka ke rumah dan siksaan nya dilanjut esok hari.
Orang-orang musyrik itu terus menyiksa Yasir, Sumayyah dan Amar. Sampai pada
suatu hari Rasulullah lewat dan melihat mereka sedang disiksa, beliau bersabda
“berbahagialah wahai keluarga Amar, karena sesungguhnya kalian telah dijanjikan
masuk surga.” Mendengar kabar gembira itu langsung dari Rasulullah, maka
keluarga Yasir pun takpeduli lagi denga siksaan yang diberikan orang musyrik
kepada mereka. Siapalah yang patut bersedih setelah mendengar kabar yang luar
biasa gembira ini?
Sumayyah adalah wanita yang tegar juga tabah dalam
menerima sikasaan yang tak henti-hentinya ditimpakan kepadanya, tetap teguh
dengan akidahnya, ia layaknya para mujahid yang sedang di medan perang, gagah
berani menghadapi Abu Jahal yang menggalang orang Quraisy untuk menyiksa kaum
muslimin. Sebelum menikah dengan Yasir, Sumayyah hanyalah wanita biasa yang
hidupnya hanya melayani Abu Hudzaifah. Ia tak pernah meyangka bahwa sampai saat
ini namanya akan terus diagung-agungkan di muka bumi. Sumayyah adalah wanita
pertama yang menyatakan keislamannya secara teruka dan wanita pertama yang mati
syahid. Sumayyah syahid ketika itu Abu Jahal menyiksanya dengan menembuskan
tombak dari kemaluannya hingga tembus ke kepalanya. Semoga Allah senantiasa
meridhoi dan mengasihi wanita yang pertama meraih syahaadah (mati sahid)
Seharusnya inilah yang dijadikan teladan bagi
Muslimah saat ini. dari kisah ini kita belajar bahwa perjuangan untuk menyeru
kepada kebaikan dan menuju kebaikan, mustahil kita tidak menemukan hal yang
berlawanan dengan tujuan kita. Dan disinilah kita diuji, apa akan terus
memperjuangkan apa yang diyakini seperti Sumayyah, atau malah sebaliknya.
SUMBER: 35
Sirah Shahabiyah Nabi karya Mahmud Al Mishri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar