Rabu, 28 Desember 2016

Sumayyah binti Khabath

Sumayyah binti Khabath ra.
Ketika jazirah Arab dipenuhi dengan kegelapan jahiliyah, Islam datang bak lentera dalam kegelapan, menyinari jazirah Arab dan mengeluarkan manusia dari gelapnya dunia kala itu menuju cahaya tauhid dan iman. Siapalah yang tak tahu kisah keluarga Yasir, kala itu anak dari Sumayyah dan Yasir yakni Amar bin Yasir mendengar keberadaan risalah nabi Muhammad SAW. Ketika itu perasaan bahagia tak karuan yang Amar rasakan, mendengar kebenaran yang disampaikan dari lisan yang paling jujur, nabi Muhammad SAW. Maka dengan kesucian hatinya ia bersedia untuk menerima seruan iman. Dan dengan hati yang juga bersih dan suci, kedua orangtua Amar pun menerima seruan iman yang Amar sampaikan. Tentu mereka siap dengan segala resiko yang akan menimpa keluarganya kelak, melihat keadaan Arab masa itu penuh dengan ritual-ritual nenek moyang.
Sampailah berita keislaman keluarga Yasir kepada bani Makhzum, dan taksegan-segan mereka langsung menimpakan siksa kepada keluarga Yasir. Ketika matahari sedang terik-teriknya, mereka menyeret keluarga Yasir ketengah lapang dan menyuruh mereka menggunakan baju besi. Mereka tidak diberi minum dan dibiarkan terpanggang oleh teriknya matahari dan terus diberikan siksaan oleh bani Makhzum. Ketika mereka mulai kepayahan, bani Makhzum pun mengembalikan mereka ke rumah dan siksaan nya dilanjut esok hari. Orang-orang musyrik itu terus menyiksa Yasir, Sumayyah dan Amar. Sampai pada suatu hari Rasulullah lewat dan melihat mereka sedang disiksa, beliau bersabda “berbahagialah wahai keluarga Amar, karena sesungguhnya kalian telah dijanjikan masuk surga.” Mendengar kabar gembira itu langsung dari Rasulullah, maka keluarga Yasir pun takpeduli lagi denga siksaan yang diberikan orang musyrik kepada mereka. Siapalah yang patut bersedih setelah mendengar kabar yang luar biasa gembira ini?
Sumayyah adalah wanita yang tegar juga tabah dalam menerima sikasaan yang tak henti-hentinya ditimpakan kepadanya, tetap teguh dengan akidahnya, ia layaknya para mujahid yang sedang di medan perang, gagah berani menghadapi Abu Jahal yang menggalang orang Quraisy untuk menyiksa kaum muslimin. Sebelum menikah dengan Yasir, Sumayyah hanyalah wanita biasa yang hidupnya hanya melayani Abu Hudzaifah. Ia tak pernah meyangka bahwa sampai saat ini namanya akan terus diagung-agungkan di muka bumi. Sumayyah adalah wanita pertama yang menyatakan keislamannya secara teruka dan wanita pertama yang mati syahid. Sumayyah syahid ketika itu Abu Jahal menyiksanya dengan menembuskan tombak dari kemaluannya hingga tembus ke kepalanya. Semoga Allah senantiasa meridhoi dan mengasihi wanita yang pertama meraih syahaadah (mati sahid)
Seharusnya inilah yang dijadikan teladan bagi Muslimah saat ini. dari kisah ini kita belajar bahwa perjuangan untuk menyeru kepada kebaikan dan menuju kebaikan, mustahil kita tidak menemukan hal yang berlawanan dengan tujuan kita. Dan disinilah kita diuji, apa akan terus memperjuangkan apa yang diyakini seperti Sumayyah, atau malah sebaliknya.


SUMBER:  35 Sirah Shahabiyah Nabi karya Mahmud Al Mishri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar