Rabu, 28 Desember 2016

Relation (2)

Relation II
Ikatan yang benar untuk bisa membawa manusia pada kebangitan dan kemajuan adalah yang berasal dari akidah yang didapat melalui proses berpikir. Karna dari akidahnya sendiri, akidah adalah suatu pondasi yang ada daripada diri kita atau pemikiran menyeluruh tentang alam, kehidupan dan manusia dan apa-apa yang sesudah maupun yang sebelum hal yang ketiga tadi. Juga selain daripada akidah, ikatan yang benar pun haruslah memiliki aturan yang menyeluruh yang terpancar dari akidahnya tersebut. Ikatan ini disebut  ikatan ideologis atau lebih dikenal mabda/ideology.
Dikatakan ideology/mabda yang benar mustilah yang berdasarkan pada akidah dan dari akidah tersebut lahirlah sebuah aturan karena terbukti dari ikatan kerohanian yang sudah kita bahas sebelumnya, ikatan tersebut tidak memiliki aturan yang mengatur kehidupan hingga hanya namapak pada kegiatan spiritualitasnya dan hal yang demikian ini tidak bisa membawa manusia pada kemajuan dan kebangkitan. Maka dari itu diperlukanlah suatu aturan, dan segenap aturan disini ialah peraturan yang berfungsi untuk memecahkan dan mengatasi berbagai permasalahan hidup manusia, menjelaskan bagaimana cara pelaksannan pemecahannya, memelihara akidah serta untuk mengemban mabda. Dan inilah yang dinamakan thariqah. Sedangkan akidah adalah suatu pemikiran yang menyeluruh dengan berbagai pemecahan masalah hidup, itulah yang dinamakan fikrah. Maka dapat disimpulkan bahwa mabda/ideology mustilah mencakup kedua hal tadi, yakni fikrah dan thariqah.
Jika melihat negeri kita yang tercinta ini. Dari SD sampai kuliah sekalipun kita diajarkan bahwa Pancasila adalah dasar Negara, ideology Negara, dan cara pandang hidup bangsa Indonesia. Juga kita diajarkan bahwa segala permasalahan yang ada khsususnya di Indonesia adalah karna kita sudah tidak mengaplikasikan lagi Pancasila dalam kancah kehidupan. Kenapa sekarang Indonesia sebagian perusahaannya dikuasai oleh asing? Karna pengusaha pribuminya tidak mengamalkan nilai pancasila. Kenapa makin berkembangnya zaman, makin banyak juga kasusu dekadensi moral? Karna pemudanya jauh dari nilai-nilai pancasila. Itulah yang diajarkan pada kita, dan itulah yang dipahamkan kepada kita semenjak menduduki bangku pendidikan. Guru sejarah saya pernah bilang bahwa pancasila itu adalah suatu yang ajaib. Hanya berisikan 5 point, tapi mampu memersatukan rakyat bahkan membentuk suatu Negara Kesatuan Republik Indonesia.  Tapi kenapa 5 point ajaib itu seiring berkembangnya zaman malah tidak diemban lagi oleh para pengikutnya yakni bangsa Indonesia? Jika memang pancasila bisa memersatukan bangsa, seharusnya dengan berbagai perubahan yang ada baik itu globalisasi atau apapun pancasila harus senantiasa mampu menjaga ‘akidah kepancasilaan’ yang ada dalam tiap individu, karna itu merupakan suatu syarat sebuah ideology. Tapi kenapa pancasila belum (jika tidak mau dibilang tidak) memenuhi syarat yang satu ini? Karna sebetulnya pancasila sendiri masih multitafsir dan hanya merupakan fikrah. Tidak adanya thariqah dalam pancasila inilah yang sebenarnya  tidak bisa menjadikan pancasila sebagai pengikat antar manusia. Pancasila hanya sekedar hasil pemikiran yang didalamnya terdapat juga berbagai pemecahan masalah-masalah yangakan timbul. Pancasila belum (jika tidak mau dibilang tidak) mampu  menjelaskan keberadaan Tuhan yang Esa itu seperti apa jika pada kenyataannya orang-orang mengakuibahwa Tuhan itu Esa tapi dalam rangka ibadahnya berbeda-beda pelaksanaannya, lantas apa makna Esa? Juga bagaimana cara mewujudkan kemanusiaan yang adil dan beradab itu seperti apa jika pada kenyataannya undang-undang yang ada justru malah meyengsarakan rakyat. Bagaimana mewujudkan persatuan Indonesia yang pada kenyaaanya untuk memaknai Esa pun masih berbeda-beda, pun bagaimana bisa bersatu jika anatara penguasa dan rakyatnya pun banyak ketimpangan yang terjadi. Bagaimana mewujudkan permusyawaratan jika pada kenyataannya aspirasi rakyat justru tidak didengar.  Bagaimana mewujudkan keadilan sosial, jika pada kenyataannya system yang diterapkan tidak memfokuskan permasalahan ekonomi pada hal disribusi. Pancasila belum (jika tidak mau dibilang tidak) mampu menjawab itu semua. Maka dapat disimpulkan bahwa dengan atau tidak bergantung pada pancasila permasalahan akan terus terjadi. Juga berarti pancasila tidak bisa membawa manusia pada kemajuan dan kebangkitan karna tidak bisa dijadikan pengikat antar manusia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar