Relation
II
Ikatan yang benar untuk bisa membawa manusia pada
kebangitan dan kemajuan adalah yang berasal dari akidah yang didapat melalui
proses berpikir. Karna dari akidahnya sendiri, akidah adalah suatu pondasi yang
ada daripada diri kita atau pemikiran menyeluruh tentang alam, kehidupan dan
manusia dan apa-apa yang sesudah maupun yang sebelum hal yang ketiga tadi. Juga
selain daripada akidah, ikatan yang benar pun haruslah memiliki aturan yang
menyeluruh yang terpancar dari akidahnya tersebut. Ikatan ini disebut ikatan ideologis atau lebih dikenal
mabda/ideology.
Dikatakan ideology/mabda yang benar mustilah yang
berdasarkan pada akidah dan dari akidah tersebut lahirlah sebuah aturan karena
terbukti dari ikatan kerohanian yang sudah kita bahas sebelumnya, ikatan
tersebut tidak memiliki aturan yang mengatur kehidupan hingga hanya namapak
pada kegiatan spiritualitasnya dan hal yang demikian ini tidak bisa membawa
manusia pada kemajuan dan kebangkitan. Maka dari itu diperlukanlah suatu
aturan, dan segenap aturan disini ialah peraturan yang berfungsi untuk
memecahkan dan mengatasi berbagai permasalahan hidup manusia, menjelaskan
bagaimana cara pelaksannan pemecahannya, memelihara akidah serta untuk
mengemban mabda. Dan inilah yang dinamakan thariqah.
Sedangkan akidah adalah suatu pemikiran yang menyeluruh dengan berbagai
pemecahan masalah hidup, itulah yang dinamakan fikrah. Maka dapat disimpulkan bahwa mabda/ideology mustilah
mencakup kedua hal tadi, yakni fikrah
dan thariqah.
Jika melihat negeri kita yang tercinta ini. Dari SD
sampai kuliah sekalipun kita diajarkan bahwa Pancasila adalah dasar Negara,
ideology Negara, dan cara pandang hidup bangsa Indonesia. Juga kita diajarkan
bahwa segala permasalahan yang ada khsususnya di Indonesia adalah karna kita
sudah tidak mengaplikasikan lagi Pancasila dalam kancah kehidupan. Kenapa
sekarang Indonesia sebagian perusahaannya dikuasai oleh asing? Karna pengusaha
pribuminya tidak mengamalkan nilai pancasila. Kenapa makin berkembangnya zaman,
makin banyak juga kasusu dekadensi moral? Karna pemudanya jauh dari nilai-nilai
pancasila. Itulah yang diajarkan pada kita, dan itulah yang dipahamkan kepada
kita semenjak menduduki bangku pendidikan. Guru sejarah saya pernah bilang
bahwa pancasila itu adalah suatu yang ajaib. Hanya berisikan 5 point, tapi
mampu memersatukan rakyat bahkan membentuk suatu Negara Kesatuan Republik
Indonesia. Tapi kenapa 5 point ajaib itu
seiring berkembangnya zaman malah tidak diemban lagi oleh para pengikutnya
yakni bangsa Indonesia? Jika memang pancasila bisa memersatukan bangsa,
seharusnya dengan berbagai perubahan yang ada baik itu globalisasi atau apapun
pancasila harus senantiasa mampu menjaga ‘akidah kepancasilaan’ yang ada dalam
tiap individu, karna itu merupakan suatu syarat sebuah ideology. Tapi kenapa
pancasila belum (jika tidak mau dibilang tidak) memenuhi syarat yang satu ini? Karna
sebetulnya pancasila sendiri masih multitafsir dan hanya merupakan fikrah. Tidak adanya thariqah dalam
pancasila inilah yang sebenarnya tidak
bisa menjadikan pancasila sebagai pengikat antar manusia. Pancasila hanya
sekedar hasil pemikiran yang didalamnya terdapat juga berbagai pemecahan
masalah-masalah yangakan timbul. Pancasila belum (jika tidak mau dibilang
tidak) mampu menjelaskan keberadaan
Tuhan yang Esa itu seperti apa jika pada kenyataannya orang-orang mengakuibahwa
Tuhan itu Esa tapi dalam rangka ibadahnya berbeda-beda pelaksanaannya, lantas
apa makna Esa? Juga bagaimana cara mewujudkan kemanusiaan yang adil dan beradab
itu seperti apa jika pada kenyataannya undang-undang yang ada justru malah
meyengsarakan rakyat. Bagaimana mewujudkan persatuan Indonesia yang pada
kenyaaanya untuk memaknai Esa pun masih berbeda-beda, pun bagaimana bisa
bersatu jika anatara penguasa dan rakyatnya pun banyak ketimpangan yang
terjadi. Bagaimana mewujudkan permusyawaratan jika pada kenyataannya aspirasi
rakyat justru tidak didengar. Bagaimana
mewujudkan keadilan sosial, jika pada kenyataannya system yang diterapkan tidak
memfokuskan permasalahan ekonomi pada hal disribusi. Pancasila belum (jika
tidak mau dibilang tidak) mampu menjawab itu semua. Maka dapat disimpulkan
bahwa dengan atau tidak bergantung pada pancasila permasalahan akan terus
terjadi. Juga berarti pancasila tidak bisa membawa manusia pada kemajuan dan kebangkitan
karna tidak bisa dijadikan pengikat antar manusia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar