Kamis, 29 Desember 2016

Deradikalisasi

Pada pembahasan  sebelumnya telah kita bahas terkait radikalisme dan terorisme. Seperti yang kita tahu, radikalisme erat kaitannya dengan terorisme. Bahkan menurut mereka yang melabelkan radikalisme terhadap kelompok yang dianggap mengganggu kepentingan mereka adalah pemicu daripada terorisme. Menurut pasal 14 ayat 1 The Prevention of Terrorism, "setiap penggunaan kekerasan demi mencapai kepentingan poltik dan menimbulkan ketakutan publik secara meluas" itulah radikalisme. sedangkan terorisme menurut UU No.15 tahun 2003, "Setiap orag yang dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan menimbulkan ancaman teror atau rasa takut secara meluas atau menimbulkan korban secara masal dengan cara merampas kemerdekaan atau hilangnya nyawa atau harta berharga orang lain atau mengakibatkan kehancuran atau kerusakan objek-objek vital yang strategis atau lingkungan hidup atau fasilitas publik atau fasilitas internasional." Tapi meskipun UU yang tertera begitu jelas, faktanya mereka orang-orang Barat, khususnya Amerika yang telah berbuat aksi teror dari zaman Hiroshima dan Nagasaki malah dianggap sebagai negara adidaya bahkan dipuja-puja oleh kebanyakan orang. Bahkan dalam media Wonderlist, disitu menyatakan "Siapa saja yang megancam politik, ekonomi, dan pertahanan keamanan Amerika Serikat harus dainggap teroris." dan Josh Bush mengatakan ketika pasca peristiwa WTC, September 2011 lalu, "...from the day on, every nation in every region has decision to make, either you wih us or with terrorist" Juga jika ada yang mengancam keamanan nasional atau lebih jelasnya mengancam imperialisme Barat, seperti penerapan Islam Kaffah, maka ialah teroris.

Jadi, deradikalisasi adalah upaya untuk merubah sikap dan cara pandang radikal yang dianggap keras/fundamentalis menjadi lunak; toleran, plularis, moderat dan liberal. juga merupakan upaya untuk memunculkan Islam Phobia. Dan yangmenjadi target deradikalisasi awalnya hanya para ulama dan tokoh-tokoh masyarakat. Tapi kini remaja pun menjadi sasaran empuk. karna seperti yangkita tahu bahwa remaja adalah tonggak sautu perubahan, apa jadinya jika ada remaja yang teguh akan keislamannya dan ingin berjuang untuk mengembalikan kehidupan Islam? Pastilah itu membuat kafir Barat takut dan jadilah remaja dijadikan salah satu sasaran empuk untuk deradikalisasi ini. Deradikalisasi ini membuat kita agar tidak mempelajari agama, khsusnya Islam secara menyeluruh karna jika demikian akan dicap teroris dan radikal. Hingga membuat pemahaman bahwa semua agama itu sama, penanaman rasa cinta tanah air atau nasionalisme yang melahirkan sifat individualisme, pengaburan sejarah, dan penyempitan berfikir.

Rabu, 28 Desember 2016

Indahnya Perbedaan

Ajaran Islam secara garis besar terbagi menjadi dua karakter, yang pertama yakni terkait ushul atau hal-hal pokok. Dalam perkara ushul akidah, kita tidak boleh berbeda. kita harus mengakui, mnyembah dan menaati Tuhan yang satu yakni Allah. Dan bersumber pada kitab yang benar yakni Al-Quran. Aspek yang kedua adalah furu' atau permasalahan cabang. Dalam perkara furu' kita boleh berbeda dan wajib menghormati. Dalam hal furu' ini perbedaan jelas terlihat dari mazhab siapa yang kita pegang. Karna tiap-tiap mazhab memiliki pandangan dan cara penafsiran yang berbeda-beda. Meskipun begitu, perbedaan antar mazhab tidaklah menjadi perkara yang utama, karena tujuan daripada mazhab itu sendiri sama. Dan masalah perbedaan ini adalah permasalahan cabang, yang mana ketika kita sudah bisa menguraikan ketiga simpul besar dalam hidup kita, maka simpul lain pun akan terurai. Jadi, tidak perlu adu jotos karna permasalahan perbedaan ini. Apalagi kepada sesama umat muslim. Dan disinilah toleransi kita diuji.

Wawacan


1.      Wawacan Regganis
Ngagambarkeun kahébatan raja jeung prajurit Arab nu ngageum agama Islam ngéléhkeun raja-raja nu kapir, nu sanggeus taluk jadi muslim.
2.      Wawacan Darmawulan
Nyaritakeun Puteri Brawijaya di Karajaan Majapahit anu ngarana Déwi Kencana Wungu ngawaris tahta karajaan kalawan gelar Prabu Kanya Ayu Kencana Wungu.
3.      Wawacan Layang Muslim Muslimat
Eusina sastra kagamaan ngeunaan bebedaan istilah wajib jeug fardu, solat 5 waktu, 4 rupa napsu, rukun Islam, rukun Iman, 4 kitab, 4 amal, carita Nabi Adam jeung Siti Hawa diturunkeun ka alam dunya, jeung jumlah poé dina saminggu.
4.      Wawacan Batara Rama
Anggitan R.A.A Martanagara, asalna tina carita India, Ramayana. Dina wangun carita pantun, eusina nyaritakeun anak-anak Batara, Ramayana.
5.      Wawacan Rusiah Nu Kasép
Ngagambarkeun lalaki kasép, turunan ménak, anu meunang jodo ka istri binangkit. Tapi, resep nyolowédor jeung awéwé.
6.      Wawacan Mintaraga
Dumasar kana carita Arjuna Wiwaha, Arjuna nu keur tatapa di gunung, digoda ku tujuh widadari, kusabab dina tatapana geus mepet sakabéh indra tujuh, jadi katujuh widadari éta teu bisa kukumaha. Arjuna nu panteng tatapa geus “mati raga”
7.      Wawacan Iman, Élmu, Reujeung Amal
Anggitan Ba’ing (H.Mardjoeki). Wawacan ieu ngeunaan Agama Islam. Ba’ing ngajarkeun jeung nglaksanakeun tarékat Naqsyabandiah, nu dibaca kitab Syarussalikin.
8.      Wawacan Purnama Alam
Nyaritakeun putra raja nu kasép, nu ditenung jadi arca sarta diteundeun di guha racun Pajarangan di nagara Tolongtelengan di puseur bumi, nyaéta Purnama Alam. Putri jin di nagara Tolongtelengan, kapincut ku kakasépanana, tapi Purnama Alam nikah jeung putra guruna, Déwi Kania. Wawacan ieu téh mangrupa carita perlambang hirup manusa.
9.      Wawacan Wayang Purwa
Dianggit ku M. Winatahardja dumasar kana pakem Tegal numutkeun dalang Djaja Atmaja. Jeung dumasar kana carita wayang kanda Tegal.


10.  Wawacan Rasiah Pariangan

Nyaritakeun kajayaan nagri Bandung, kusabab gaduh pamingpin anu alus sagala sikapna, taat ibadahna, sareng gaduh kakayaan nu bisa dibabagi, pokona bisa jadi conto. Pamingpin éta nyaéta Kanjeng Adipati Wiranata Koesoema. 

Untirta, Immanuel Kant dan B&K

Untirta, Immanuel Kant dan B&K
Terkait dengan pertanyaan Immanuel Kant seputar kehidupan, ketika menempati tempat yang baru atau memulai suatu yang baru pasti timbulah beberapa pertanyaan yang serupa dengan pertanyaan Immanuel Kant pada setiap individu. Pertanyaan tersebut yakni:
1.      Apa yang dapat saya harapkan?
2.      Apa yang dapat saya ketahui?
3.      Apa yang dapat saya lakukan?
4.      Siapakah saya/manusia itu?
Berangkat dari sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari “Barang siapa yang keadaan amalnya hari ini lebih jelek dari hari kemarin, maka ia terlaknat. Barang siapa yang hari ini sama dengna hari kemarin, maka ia termasuk orang yang merugi. Dan barang siapa yang hari ini lenih baik dari hari kemarin, maka ia termasuk orang yang beruntung.” Setiap individu yang telah memasuki babak baru dalam hidupnya pastilah, tidak mungkin tidak. Ingin menjadi pribadi yang lebih baik lagi, juga memiliki motivasi yang besar untuk kehidupan yang lebih baik lagi. Dan pastilah memiliki pertanyaan yang dipertanyakan oleh Immanuel Kant.
Begitupun yang terjadi pada saya. Kini saya telah memasuki babak baru. Yang tadinya hanya berstatus sebagai siswa, kini ada sebuah kata tambahan dalam status tersebut. Ya, Maha. Mahasiswa, pemuda dengan berjuta potensi, para intelektual yang dijuluki sebagai “Agen of Change”, garda terdepan untuk suatu perubahan. Tentunya setelah mendengar julukan-julukan mahasiswa, layaknya ada sebuah dorongan untuk melakukan sebuah perubahan. Meskipun dorongan tersebut tidak terlalu kuat, tapi saya yakin setiap Mahasiswa pasti berpikiran untuk melakukan sebuah perubahan jika di alam semesta ini menuntut adanya suatu perubahan.

Babak baru yang akan saya jalani dimulai di salah satu universitas negeri di Banten yakni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta). Sebelumnya untirta adalah Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH), karena Banten mengalami pemekaran maka memisahkan diri dari Jawa Barat dan akan membentuk provinsi, berubahlah STIH menjadi universitas negeri pada tahun 2001. Tidak mungkin tidak didirikannya sesuatu tanpa ada sebuah tujuan. Begitupun dengan Untirta, ada tujuan yang mendasari mengapa Untirta ini didirikan. Yang lebih kita kenal dengan visi. Visi ini ada kaitannya dengan pertanyaan pertama dari Immanuel Kant, yakni; apa yang dapat saya harapkan?
Visi Untirta: “Terwujudnya Universitas Sultan Ageng Tirtayasa yang maju, bermutu, berkarakter, dan berdaya saing dalam kebersamaan tahun 2025”
Penjelasan dari visi Untirta adalah:
1.      Maju: terwujudnya kondisi Untirta yang mengalami pertumbuhan, peningkatan, dan perubahan dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.
2.      Bermutu: tercapainya kualitas layanan yang memberikan kepuasan pada pelanggan. Juga menguasai Iptek dan mampu berkomunikasi demi kemajuan bangsa.
3.      Berdaya saing: terwujudnya suatu dorongan pada diri pendidik untuk menjadi lebih kompetitif lagi.
4.      Berkarakter: tercapainya tenaga pendidik yang menguasai iptek dengan menjunjung tinggi kejujuran, amanah, berwibawa, adil, religius, dan akuntabel.
5.      Kebersamaan: mengutamakan semangat gotong royong sebagai sebuah tim kerja yang menjunjung tinggi solidaritas dan soliditas.
Dari penjelasan tadi dapat diketahui bahwa adanya tujuan salah satunya adalah untuk melakukan suatu perubahan kea rah yang lebih baik lagi. Untuk melakukan suatu perubahan hanya diperlukan individu yang bertekad kuat dan yang berpikiran maju lah yang dapat mewujudkan suatu perubahan. Itulah harapan dari seluruh masyrakat Untirta. Dan tentunya sebagai individu yang berintelektualitas, haruslah selalu fokus pada tujuan tersebut. Demi terwujudnya visi Untirta tadi.

Lantas, harus menjadi mahasiswa seperti apakah yang bisa ikut berkontribusi dalam mewujudkan visi Untirta? Pertanyaan ini sama halnya dengan pertanyaan Immanuel Kant yang ketiga, yakni; apa yang dapat saya lakukan?
Sebagai pemuda yang memiliki berjuta potensi tentunya ada banyak cara untuk mewujudkan cita-cita nya. Tapi tak bisa dipungkiri bahwa manusia adalah mahluk lemah dan terbatas, yang dalam melakukan sesuatu pastilah membutuhkan sesamanya. Berkaitan dengan hal itu, pastilah ada individu yang akan berusaha sekeras mungkin untuk menggali potensi dalam dirinya sehingga ia mengetahui dirinya sendiri dan juga ia bisa menempatkan dirinya dimanapun berada. Juga tentunya ia bisa berkontribusi dalam hal apapun, termasuk mewujudkan visi untirta. Dengan caranya aktif mengikuti berbagai oragnisasi yang ada untuk membawa nama baik Untirta. Dan tak hanya itu, agar Untirta menjadi universitas yang bermutu, tentunya ia akan terus memperluas pengetahuannya agar menjadi masyarakat Untirta yang berintelektualitas. Dan ada pula yang sebaliknya. Yang hanya mengikuti arus perkembangan. Yang hanya ingin menjadi penonton daripada menjadi pemain.

Seperti yang sudah dipaparkan tadi, bahwa untuk mewujudkan cita-cita, haruslah mengenali diri sendiri terlebih dahulu. Ini berkaitan ddengan pertanyaan Immanuel Kant yang keempat, yakni; siapakah saya/manusia itu?
Dalam proses finding my self saya adalah orang Islam, dan saya tahu kenapa saya memilih Islam. dan saya adalah orang yang suka mendengarkan daripada mendominasi percakapan. Maka dari itu saya memilih Bimbingan dan Konseling sebagai pilihan pertama ketika mengikuti tes masuk universitas. Peran seorang konselor dalam melakukan suatu perubahan cukup besar, karna Bimbingan dan Konseling ada kaitannya dengan psikologi yang mempelajari tentang manusia. Hanya bedanya Bimbingan dan Konseling lebih fokus untuk membantu para konselinya untuk berkonsultasi, bagaimana caranya menghadapi konseli yang tentunya berbeda karakter. Kenapa bisa dikatakan peran Bimbingan dan Konseling cukup besar dalam sutu perubahan, karena melalui konseling yang rutin seorang konselor yang paham akan segala sesuatu tentang kehidupan, bisa mengubah pola pikir tentang kehidupan seorang konseli yang nantinya akan menumbuhkan sutu pemahaman dan menghasilkan suatu perilaku yang nantinya pasti akan timbul suatu perubahan dalam dirinya. Maka dari itu, itulah tujuan saya kenapa memilih Bimbingan dan Konseling.


A Little Fighter


A LITTLE FIGHTER
AUTHOR POV
                Laailahailaullah Muhammadarrasulullah. Tiada tuhan selain Allah, Muhammad utusan Allah. Hanya percaya akan hal itu, percaya bahwa nabi Muhammad adalah utusan Allah, Nabi yang terakhir bagi seluruh umat, percaya akan semua janji-Nya, menaati semua perintah-Nya, menjauhi semua laranga-Nya, menjalani segala sunnah Rasul. Percayalah..hidupmu akan baik-baik saja. Hidupmu penuh berkah, hidupmu penuh keikhlasan yang menentramkan hati.
            Tapi entah apa yang merasuki hati, pikiran, dan akal umat sekarang sehingga banyak dari mereka yang ingkar. Banyak dari mereka yang tidak lagi percaya akan janji-Nya. Padahal, Dia adalah yang mengatur segala urusan, Dia yang menghidup matikan manusia, Dia yang mendatangkan rezeki, Dia adalah Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Pengampun. Dia adalah segala Maha. Dia adalah Zat yang dengan hanya mengingat-Nya hati akan menjadi tenang, tapi beda lagi apabila kita tidak mengahadirkan Dia dalam setiap kehidupan, beda lagi ketika kita terlalu sibuk memikirkan dunia yang hanya ladang untuk memperbanyak amal untuk menuju akhirat. Padahal, sungguh dunia ini tak bernilai di sisi Allah walau sehelai sayap nyamuk pun.
            Kita ini seakan lupa bahwa dia Maha Melihat, Maha Mendengar. Dengan mudahnya kita bermaksiat kepadanya, dengan mudahnya kita melakukan dosa, seakan amal perbuatan kita tak akan pernah di hisab oleh-Nya. Semakin kita terlena oleh nikmatnya dunia, semakin kita lupa pada-Nya. Padahal dulu, kita sering bangun di 1/3 malam, melakukan qiyamullail, mengadu kepada-Nya atas segala permasalahan hidup kita. Tapi sekarang? Subuh pun terlewat.
            *Ketika Allah rindu dengan tangisnya di keheningan malam, ketika Allah kangen dengan keluhan mesra dalam rangkaian doa-doanya, ketika Allah rindu kekhusyu’an dalam shalat-shalatnya, maka segera ‘dikaruniakan’ lah kesulita hidup kepadanya.

(*dikutip dari buku Ahmad Rifa’I Rif’an Tuhan, maaf, kami sedang sibuk)


FAQIH POV
            Namaku Muhammad Faqih Pasha. Biasa dipanggil Faqih kalau di sekolah, kalau di rumah  dipanggil De Iki karena aku anak bungsu. Besok, tanggal 21 Maret bersama dengan sekolah ku, TK Ibu Pertiwi, Aku akan pergi ke Dufan, jalan-jalan akhir semester. Tapi sayang, Aku tidak jadi pergi, tapi yang teman-teman yang lain jadi pergi. Aku tidak jadi pergi karena tidak bisa pergi, aku harus menjaga Ibunya, takut tiba-tiba sakit.
“De Iki gak apa-apa gak jadi pergi?” Tanya ka Ifa sambil mengelap ingusku karena habis nangis.
Nama kakak ku Amatullah Hanifah Pasha, biasa dipanggil Ifa. Ka Ifa masih kelas 1 SMP.
“Iya gak apa-apa lain kali aja perginya. Iki takut Ibu sakit.” Jawab ku sambil sesenggukan.
“de Ifa, de Iki, makan dulu yu. Dari pagi belum makan, nanti sakit loh.” Seru ka Ina
Ka Ina, kakak kami. Nama lengkapnya Aminah Muslim Pasha. Dia kelas 3 SMP, dan sudah diterima di SMK Kimia Analis yang notaben anak-anaknya pintar dan kaya karena sekolahnya ada di kota. Ka Ina pintar sejak kecil, umur 1  tahun sudah hafal surat Al-Fatihah, sudah pintar baca Al-Qur’an. Dan dia masuk sekolah itu lewat seleksi raport loh.
“Ibu mana ka?” Tanya ku kepada ka Ina.
“Ibu lagi tidur, kasian capek. Tapi Ibu udah makan kok, de Iki tenang aja. Ibu kan cewe strong, gamungkin sakit!” jawab ka Ina dengan senyum yang dipaksakan.
“de Iki besok libur dulu berarti yah? Jagain Ibu dulu, belajar di rumah dulu yah. Besok ka Ina sama ka ifa pulangnya abis dzuhur kok, kan kalo lagi ujian pulangnya suka cepet.” Ucap ka Ifa
“iya ka.” Jawab Faqih
 Keesokan paginya, kami sekeluarga pergi ke makam ba’da shubuh. Disini pepohonan sudah tak banyak dan tak terlalu rindang. Jadi ba’da shubuh sudah terang. Sesampainya di makam, suasana nya sangat mencekam, dan sedikit menakutkan. Padahal tak usah takut, karena itu akan menjadi rumah terakhir kita.
“bu, makam bapak masih basah yah? Tanah dan bunganya masih segar.” Ucapku polos
“iyalah de, kan baru kemarin bapak dikuburnya.”
“aku gak ngomong ke ka Ifa lah, akunih nanya ke Ibu.” Jawabku sambil memasang muka jutek ke ka Ifa
”sudah-sudah jangan berisik. Sekarang kita berdo’a dulu buat bapak, biar tenang disana dan biar dijauhkan dari fitnah kubur.” Perintah Ibu untuk mencegah perdebatan anatara aku dan ka Ifa hehe. Padahal kemarin Ibu terlihat sangat sedih. Tapi sekarang Ibu sudah seperti biasa lagi. Ah, memang Ibu yang strong!
Sepulang dari makam, kami semua sarapan bersama A Didin, yang dari malam mengaji di rumah. A Didin menemani kami di rumah, agar tidak takut dan sepi hehe. Bukan, remaja masjid disini jika ada yang meninggal akan mengaji d rumah keluarga yang ditinggalkansampai 40 hari, untuk menemani keluarga yang ditinggalkan dan sekaligus mendoakan orang yang meninggal.
IFA POV
Omong-omong, bapakku meninggal karena serangan jantung. Bapakku perokok berat. Padahal merokok itu hukumnya makruh dalam Islam. Jika ditinggalkan mendapat pahala, jika dikerjakan tidak apa. Dan Rasulullah.SAW. tidak menyukai hal-hal yang makruh. Saat bapak meninggal, aku sangat kasihan pada Fiqih, dia masih sangat kecil kalau boleh dibilang untuk menerima kenyataan itu, dan harusnya hari ini dia pergi ke Dufan bersama temannya, tapi Fiqih bilang tak apa tak jadi pergi. Padahal aku tahu sekali dia sangat ingin pergi. Dia sudah menyiapkan segalanya dari jauh-jauh hari. Dia membuat semacam list, permainan apa saja yang harus dia naiki jika sudah di Dufan. Tapi takdir berkata lain. Jika Dia sudah berkehendak, apakah kami bisa mengelakkannya? Tentu tidak, apalagi soal kematian. Kematian bukanlah suatu pilihan, bukan?
”bu, Ina dan Ifa berangkat dulu ya. Doakan semoga ujiannya lancar” ucap Ina pada Ibu sambil salam.
”iya, pasti Ibu doakan. Jangan lupa berdoa dulu sebelum ujiannya mulai. Yang jujur ya. Kalo gak jujur nanti jadi koruptor loh.” Itulah nasehat Ibu yang selau ia sampaikan sebelum kami berangkat sekolah. Utamakan kejujuran dalam keadaan apapun.
”iya Ibu, siap! Yaudah bu, Ifa sama ka Ina berangkat ya. De Iki jangan lupa belajar! Assalamualaikum.”





ORIGINAL POV
Yah inilah hidup. Walau bapak sudah meninggal, kehidupan akan tetap berjalan, bukan? Malah, inilah pilihan kita, mau ambil hikmahnya atau tidak dari kejadian ini.  Jangan malah terpuruk dan putus asa. Mungkin ini adalah musibah bagi keluarga kami, karena bapak, sang tulang punggung keluarga telah dipanggil oleh Yang Mahakuasa. Tapi jangan langsung menganggap musibah adalah suatu hal yang harus diratapi. Bisajadi ini adlah salah satu bentuk cinta-Nya dan Dia sudah menyiapkan suatu yang lebih baik lagi dari ini. Seperti kata pepatah, dibalik musibah pasti ada hikmahnya.
Esoknya, Faqih sudah masuk sekolah. Kangen temen-temen katanya
 “Faqih, sehat nak? Ibu gimana? Sehat juga?” bu Dewi langsung menyambutku dengan pertanyaan begitu aku tiba
 “ Faqih sehat saja bu, Ibu juga sehat.” Jawabku
 “Alahamdulillah. Kamu kesini diantar siapa nak?”  
“ sama uwa, tadi pagi uwa datang katanya sekarang tiap pagi uwa mau antar Faqih ke sekolah, sekalian berangkat kerja katanya.”
 “Oh begitu, syukur deh ya. Ayo masuk kelas, bentar lagi mau bel.”
IFA POV
 Faqih anak yang pintar. Pelajaran matematika yang paling dia sukai. Dan dia sangat tertarik dengan sejarah Islam.
Waktu berjalan detik demi detik, hari demi hari, bulan demi bulan. Tak terasa Faqih sudah lulus TK, dan dia  sekarang sekolah di SD salah satu kecamatan. Prestasi demi prestasi diraihnya. Faqih mudah dekat dengan orang baru. Sehingga memudahkannya mencari teman. Hingga pada kelas 4 SD dia sudah mengikuti lomba antar kecamatan. Karena dari kecil dia sudah diajak main catur oleh bapak, ia pun sekarang jadi pintar main catur. Sayang, pada suatu perlombaan dia dikalahkan oleh lawannya yang memang sudah terlatih. Tapi ia tak menyerah, ia bertekad tahun depan dia harus jadi juara.
Ka Ina yang juga pandai beradaptasi dengan orang baru, ia pun cukup mudah mendapat teman di sekolahnya yang baru. Dan juga dia ramah, jadi disukai oleh orang. Tapi ka Ina tidak mudah terbawa oleh pergaulan anak kota, yang terkenal dengan mainnya yang selalu ke mall.
Aku sekarang kelas 9 SMP. Bentar lagi mau ujian nasional. Dan harus memutuskan segera akan dilanjutkan kemana.  Karena aku suka masak, aku pingin melanjutkan ke SMK yang  berbasis pariwisata di kota. Tapi aku kurang tinggi. Rencana lainnya aku ingin masuk ke sekolah yang sama seperti ka Ina, sekolah yang memunculkan generasi di bidang analis kimia. Tapi pernah aku mengikuti tes minat bakat dan nilai analis ku 0. Akhirnya aku masuk ke SMA di kecamatan, bagus juga. Tapi aku tidak pernah merencanakan masuk kesini. Tapi yasudahlah, yang penting niatnya mau mencari ilmu, mau ibadah. Karena menuntut ilmu merupakan suatu kewajiban bagi setiap muslim.
Dan Ibu, ia tetap menjadi wanita yang tegar. Yang kepadanyalah kita menggantung harap. Kepadanyalah kita harus hormat. Dan dibawah telapak kakinyalah terdapat surga.
(beberapa tahun kemudian)
Akhirnya aku sekarang sudah SMA, ka Ina mau naik kelas 3. Dan Faqih, atas kemauannya sendiri, ia mondok di salah satu pesantren modern di kabupaten. Pingin fokus pada ilmu agama katanya. Ketertarikan Faqih pada sejarah Islam membuat ia mengidolakan Muhammad Al-Fatih, seorang pemuda 21 tahun yang menaklukan Konstatinopel, kota sumber peradaban, sekaligus sumber kekufuran, menjadi Negara Islam. Dan dia adalah seorang khalifah Utsmani yang sangat disegani dan dicintai oleh rakyatnya.
FAQIH POV
“sungguh kau tak tahu bahwa menegakkan khilafah adalah hukumnya wajib?” tanyaku pada Hilal dengan herannya
“ya. Bukankah bapak wakil presiden kita bilang bahwa khilafah hanyalah hayalan? Memang aku tak mengerti mengapa bapak wapres kita bilang begitu.” Jawab Hilal yang memang kedengarannya belum paham
“dan kamu percaya apa yang dikatakannya?” tanyaku greget
“tidak. Karena tidak ada bukti bahwa itu hanyalah hayalan. Karena para pendahulu kita sudah membuktikannya dengan jatuhnya Konstantinopel ke tangan Turki Utsmani.”
“lantas mengapa kau tak tahu kalau menegakkan khilafah hukumnya wajib?” yah inilah dunia yang sekarang. Barat sudah menjajah kita kembali. Salah satunya dengan cara menghilagkan sosok khalifah. Mereka takut ‘dikalahkan’ apabila seluruh umat muslim bersatu.
“karena belum ada pemimpin kita yang ingin menegkkan khilafah. Makanya aku tak tahu kalau khilafah itu wajib.” Jawab Hilal
“hm, jika aku sudah menjadi pemberani seperti Dr.Zakir Naik aku ingin teriak di depan orang-orang yang katanya pemimpin itu.” Jawabku sambil memandang langit
“hanya teriak?” Tanya Hilal tak habis fikir
“ tidak. Sambil mengucapkan apa yang diucapkan oleh Ust. Nurul Dzikri ‘pemimpin besar lahir dari orang yang benar-benar menjiwai bahwa dia adlah pengikut Nabi .SAW dan para sahabat’”
AUTHOR POV
 Yah itulah Faqih yang sekarang, dia benar-benar tumbuh menjadi seorang lelaki. Ia belum terlalu paham tentang agama, tapi dia sudah mampu berpikr kritis tentang masalah apapun dalam negeri.
“yasudah nanti kita lanjut lagi perbincangan yang cukup berat itu. Sekarang ambil busur dan anak panahmu. Ayo, kita latihan lagi.”
Faqih dan Hilal sudah berteman semenjak mereka ada di pesantren. Hilal merupakan saingan terberat Faqih karena Hilal sangat pandai dalam bidang matematika. Tapi jika urusan catur Faqih jagonya. Guru-guru di pesantren pun heran mengapa ada anak yang sangat pandai dalam mengatur strategi itu. Apalagi KH. Ahmad Karaeng, ia merasa sangat tersaingi oleh Faqih. Karena pernah suatu waktu mereka berdua beradu catur dan Faqih menang. Dengan lapang dada KH. Ahmad Karaeng menerima kekalahan itu, dan tentunya ia memberi hadiah berupa sarung untuk Faqih. Selain karena kemenangan Faqih atas permainan caturnya, KH. Ahmad  Karaeng memberi sarung itu denga alas an karena sarung yang dipakai Faqih sudah terlihat usang. Yah itulah Faqih, jika ada suatu barang yang sangat sudah nyaman dipakai dia tak akan menggantinya meskipu sudah usang. Tapi KH.Ahmad Karaeng mengancam akan membuang sarung yang sudah usang itu jika Faqih tidak memakai sarung pemberiannya haha. KH. Ahmad Karaeng memang suka mengancam yang aneh-aneh. Tapi dia merupakan guru yang sangat Faqih hormati dan segani. Banyak pengalaman hidupnya yang bisa dijadikan pelajaran katanya.
KH. AHMAD KARAENG POV
 “Assalamualaikum. Kau sedang rehat nak?”
 “Waalaikumsalam. Iya kiyai. Hari ini banyak mempelajari teknik-teknik baru yang cukup rumit.” Aku cukup senang ketika mengetahui yang datang adalah KH. Ahmad
“hm, begitu. Tapi nampaknya sahabat kau yang satu itu tak kenal lelah ya. kau  tak takut jika tersaingi oleh dia lagi?” Tanya Kiyai sambil memandang Hilal
“Hilal? Kiyai tak tahu saja, dia baru saja rehat tadi kiyai. Itu dia baru mulai lagi” jawabku sambil tersenyum penuh kemenangan hehe
“oh begitu. Sok tahu sekali orang tua ini hehe.” KH. Ahmad tertawa kecil dengan renyahnya. Walau sedang tertawa, kewibaannnya masih jelas terlihat.
“haha tidak juga kiyai.” Aku langsung menimpali
“ah ya. Nak, kau belajar catur dari siapa? Bagaimana bisa anak kecil sepertimu mengalahkan ku?” Tanya Kiyai tiba-tiba
“dari bapakku kiyai. Sejak kecil aku suka diajaknya main catur. Awalnya aku hanya memperhatikan bapak ketika sedang main dengan temannya. Tapi lama-lama aku jadi mengerti bagaimana permainan catur itu. Dan sekali mencoba bermain, aku jadi ketagihan” Faqih menarik nafas, dan memandang langit yang entah sangat cerah sekali hari ini. Sembari melanjutkan “ Jika bapak masih ada, bapak pasti ingin main dengan kiyai. Karena menurutku kiyai cukup handal dalam bermain, dan mempunyai strategi jitu. Kalau kemarin kiyai kalah, kiyai kurang konsentrasi saja hehe.”
“ ah, begitu. Maafkan orangtua ini membuatmu mengingat masa lalu itu. Pantas saja kau  jadi pandai begini, dari kecil sudah diajari. Tapi mengapa sekarang kau malah tertarik dengan memanah? Padahal kau bisa jadi master catur.” Jawab Kiyai sambil sedikt menghiburku
“hm, yah menjadi master memang jadi cita-citaku. Tapi setelah aku mengidolakan Muhammad Al-Fatih, sang penakluk Konstantinopel, aku jadi ingin memperjuangkan Islam di Negeri ini yang dimana pemimpinnya dzalim terhadap rakyatnya. Dan aku sangat percaya akan janji Allah, bahwa Islam akan bangkit lagi di muka bumi ini. Makanya aku ingin ikut berjuang.” Jawabku mantap
“subhanallah, cita-cita yang mulia sekali nak. Selain itu memanah adalah salah satu olahraga yang disunahkan oleh Rasulullah .SAW.” jawab KH. Ahmad sambil terkagum dengan cita-citaku. Sambil mengikuti gaya ku yang sedang memandang langit, KH. Ahmad melanjutkan, “masih teringat sekali cerita pasukan Yenisari yang sangat tangguh dan terlatih. Dengan keyakinan yang penuh, tekad yang kuat, dan dengan niat jihad fiisabilillah. Mereka mebidik anak panah dengan mantap untuk mengahncurkan pasukan Vlad II untuk merebut kembali Hungaria. Dan tentunya dengan bantuan Allah mereka semua berhasil merebut Hungaria menjadi Negara Islam.” KH. Ahmad menceritakannya selalu dengan senyum yang menenangkan. “dank kau tahu nak apa yang membuat Muhammad Al-Fatih bisa menaklukan Konstantinopel?”
Penjelasan Kiyai memang selalu singkat, tapi anehnya selalu membekas
 “apa itu kiyai?” tanyaku penasaran
“ akidah yang kuat, tekad yang kuat, dan keimanan yang kuat.” Jawab KH. Ahmad sambil menatapku. “aku akan selalu mendoakan yang terbaik untukmu nak. inshaAllah, Allah akan senantiasa membantumu untuk menegakkan kembali Agama yang hanya di ridhoi oleh-Nya, yaitu Islam.” jawab Kiyai dengan segala kewibaannya
“Aamiin kiyai. Terimakasih telah senantiasa ada untukku, dan mendukungku.” Tersenyum aku sambil meng Aamiini doa Kiyai
“bukankah itu memang sudah tugasku? Ah, yasudah, sana kembali latihan lagi. Maafkan orangtua ini yang sudah mengganggu jam istirahat mu.” Ucap Kiyai sambil hendak beranjak
“taka apa kiyai. Berbincang dengan kiyai selalu ada manfaatnya, selalu ada pelajaran yang bisa diambil. Yasudah, Faqih latihan dulu kiyai. Assalamualaikum.” Pamit ku sambil mencium telapak tangannya. Tanda hormat
“Waalaikumsalam warrahmatullahi wabaraakatuh.” Kiyai menjawab salam ku dengan hidmat dan tentunya dengan sepoles senyuman yang menenangkan
FAQIH POV
            Cita-citaku yang sekarang adalah memperjuangkan agama yang benar ini di muka bumi, ya, Islam. Islam adalah agama yang benar. Satu-satu nya agama yang diridhoi oleh Allah. Segala aspek kehidupan ada di Islam. segala urusan kehidupan baik sejarah atau ekonomi diatur segalanya dalam Islam, yaitu melalui kitab nya umat muslim, Al-Qur’an Nul Kariim. Setiap orang pasti ingin berjuang. Hidup tiada mungkin tanpa perjuangan, bukan?
“hei Faqih!” Hilal memanggilku dari ujung lab.komputer dengan teriakannya yang masih merdu. Karena Hilal juga adlah seorang muadzin loh. Dia sangat terinspirasi oleh Bilal, sahabat Rasulullah .SAW. yang pertama kali mengumandangkan azan, dan dia rela mati demi membela agamanya.
“ada apa Hilal?” jawabku dengan bingung karena melihat muka panik Hilal yang datang dengan tiba-tiba sambil berlarian menghampiriku
“kau! Kau! Kau dapat beasiswa ke Inggris Faqih!” ucap Hilal antusias sambil masih ngos-ngosan karena habis berlari
“hah? Aku tak pernah mendaftar beasiswa itu, Hilal. Memang itu beasiswa untuk apa?” Jawabku heran setengah mati. Karena memang aku sama sekali tak tahu ada beasiswa ke Inggris. “sekarang kau taarik nafas dulu, atur nafasnya. Dan mari kita duduk, bicarakan ini  secara perlahan agar aku mengerti.” Aku membawa Hilal ke tempat duduk terdekat
“haaah, sebentar..” Hilal masih mengatur nafasnya. “jadi gini Faqih..” sekarang nafas Hilal sudah terdengar sedikit teratur “beasiswa itu memang ditujukkan untuk para senior kita di kelas memanah. Setiap tahunnya memang selalu ada beasiswa itu. Beasiswa ini sebenarnya semacam pertukaran pelajar, hanya saja dikhusukan untuk para pemanah muda.”
“mengapa harus para pemanah?” jawabku masih bingung “dan aku ini masih junior, Hilal”
“Inggris itukan termasuk salah satu Negara yang perkembangan Islamnya cukup pesat. Dan mereka tahu bahwa ternyata dan seharusnya di muka bumi ini semestinya hanya ada 1 khalifah. Dan untuk itu, mereka ingin berjuang untuk menegakkan khilafah di muka bumi ini. Menerapkan Islam di segala aspek kehidupan. Dan seperti yang sudah KH. Ahmad sampaikan, memanah adalah salah satu olahraga yang disunahkan oleh Rasul. Jadi mereka ingin berjuang melalui itu yang inshaAllah mereka ini akan menjadi para Ghazi (tentara).”
Hilal tarik nafas sejenak dan melanjutkan, “KH. Ahmad Karaeng yang mendaftarkanmu. Bagaimana? Ini salah satu cita-citamu bukan? Kejarlah cita-citamu yang mulia itu Faqih.” Sambil tersenyum Hilal berkata, “tenang, nanti aku menyusul!”
AUTHOR POV
            Ada sebuah kisah menarik. Pada suatu hari, seorang lelaki bertanya kepada Imam Hasan Al-Bashri, “sesungguhnya aku melakukan banyak dosa. Tapi ternyata rezeki ku tetap lancar-lancar saja. Bahkan lebih banyak dari sebelumnya.”
Sang Imam lantas bertanya, “Apakah semalam engkau melaksanakan qiyamullail?”
Lelaki itu menjawab, “Tidak.”
Dengan kalimat bijak, Imam Hasa Al-Bashri menasehatkan pada lelaki tersebut, “Sesungguhnya jika Allah langsung menghukum semua mahluk yang berbuat dosa dengan memutus rezekinya, maka semua manusia di muka bumi ini sudah habis binasa. Sungguh dunia ini tak bernilai di sisi Allah walau sehelai sayap nyamukpun, maka Allah tetap memberikan rezeki bahkan pada orang kufur sekalipun kepada-Nya. Adapun kita orang mukmin, hukuman atas dosa adalah terputusnya kemesraan dengan Allah, Subhanahu wa Ta’ala.

Prakarya dan Kewirausahaan



Pemeliharaan Unggas Petelur Mulai dari DOC sampai Panen dan Pasca Panen

Untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam usaha beternak unggas petelur, maka perlu diperhatikan beberapa hal berikut:
1.      Bibit
Bibit mempunyai kontribusi sebesar 30% dalam keberhasilan suatu peternakan. Ada beberapa cara untuk memilih bibit/DOC (Day Old Chicken);
-          DOC berasal dari induk yang sehat
-          Bulu tampak halus dan penuh serta baik pertumbuhannya
-          Tidak terdapat kecacatan pada tubuhnya
-          Mempunyai nafsu makan yang baik
-          Ukuran badan normal, antara 35-40 gram
Penyiapan bibit ayam petelur yang berkriteria baik tergantung hal sebagai berikut;
·         Konversi Ransum, merupakan perbandingan antara ransum yang dihabiskan ayam dalam menghasilkan sejumlah telur. Keadaan ini sering disebut ran sum/kg telur. Ayam ayam itu.
·         Poduksi Telur. Di pilih bibit yang dapat memproduksi telur banyak. Tetapi konversi ransum lebih utama.
·         Prestasi bibit di lapangan/ di peternakan. Apabila kedua hal di atas telah baik, maka kemampuan ayam untuk bertelur hanya dalam sebatas kemampuan bibit itu.

2.      Pemberian Pakan
Untuk pemberian pakan, ada 2 fase;
-          Fase starter (umur 0-4 minggu)
Minggu ke-1 (umur 1-7 hari) 17 gram/ekor
Minggu ke-2 (umur 8-14 hari) 43 gram/ekor
Minggu ke-3 (umur 15-21 hari) 66 gram/ekor
Minggu ke-4 (umur 22-29 hari) 91 gram/ekor
Jadi, jumlah pakan/ekor pada umur 1-29 hari adalah 1.520 gram
-          Fase finisher (umur 4-6 minggu)
Minggu ke-5 (umur 30-36 hari) 111 gram/ekor
Minggu ke-6 (umur 37-43 hari) 129 gram/ekor
Minggu ke-7 (umur 44-50 hari) 146 gram/ekor
Minggu ke-8 (umur 51-57 hari) 161 gram/ekor
Jadi, jumlah pakan/ekor pada umur 30-57 hari adalah 3.829 gram

Pemberian minum disesuaikan dengan umur ayam.
Minggu ke-1 (umur 1-7) 1,8 liter/hari/100 ekor
Minggu ke-2 (umur 8-14) 3,1 liter/hari/100 ekor
Minggu ke-3 (umur 15-21) 4,5 liter/ har/100 ekor
Minggu ke-4 (umur 22-29) 7,7 liter/hari/100 ekor
Minggu ke-5 (umur 30-36) 9,5 liter/hari/100 ekor
Minggu ke-6 (umur 37-43) 10,9 liter/hari/100 ekor
Minggu ke-7 (umur 44-50) 12,7 liter/hari/100 ekor
Minggu ke-8 (umur 51-57) 14,7 liter/hari/100 ekor
Pemberian air minum pada hari pertama hendaknya  diberi tambahan gula dan obat anti stress ke dalam air minumnya. Banyaknya gula yang diberikan 50gram/liter air.
3.      Pemberian Vaksin dan Obat
Vaksinasi merupakan salah satu cara pengendalian penyakit virus menular dengan cara menciptakan kekebalan tubuh. Vaksin dibagi menjadi 2 macam
·         Vaksin aktif, yaitu vaksi yang mengandung virus hidup. Kekebalan yang ditimbulkan lebih lama daripada vaksin inaktif.
·         Vaksin inaktif, yaitu vaksin yang mengandung virus yang telah dilemahkan /dimatikan tanpa mengubah struktur antigenic, hingga mampu membentuk zat kebal.
Persyaratan dalam vaksinasi
·         Ayam yang di vaksinasi harus sehat
·         Dosis vaksin harus tepat
·         Sterilisasi alat-alat


4.      Panen Ayam Petelur
§  Hasil Utama
Hasil utama berupa telur. Sebaiknya telur dipanen 3 kali sehari. Ini bertujuan agar kerusakan telur akibat virus dapat dihindari. Pengambilan pertama pada pagi hari pukul 10.00-11.00, pengambilan kedua pukul 13.00-14.00, pengambilan ketiga sambil mengecek seluruh kandang dilakukan pada pukul 15.00-16.00
§  Hasil tambahan yang dapat dinikmati adalah daging ayam yang telah tua dan kotoran dapat dijual untuk dijadikan pupuk kandang.
§  Telur yang telah dihasilkan diambil dan diletakkan di egg tray (nampan telur). Telur yang normal yang berbentuk oval, bersih dan mulus serta beratnya 57,6 gram dengan volume sebesar 63cc. Telur yang abnormal telurnya kecil atau terlalu besar, kulitnya retak.
§  Setelah telur dikumpulkan, telur yang kotor dibersihkan dengan amplas besi yang halus, dicuci secara khusus atau dengan cairan pembersih. Biasanya pembersihan dilakukan untuk telur tetas.
5.      Pemeliharaan
Sanitasi dan Tindakan Preventif
Kebersihan lingkungan kandang pada areal peternakan merupakan usaha pencegahan penyakit yang paling mura, hanya dibutuhkan tenaga yang ulet atau yang terampil saja. Tindakan preventif dengan memberikan vaksin pada ternak.
6.      Pemeliharaan Kandang
Agar bangunan kandang dapat berguna secra efektif, maka bangunan kandang perlu dipelihara secara baik, seperti kandang selalu dibersihkan dan dijaga apabila ada bagian yang rusak agar segera diperbaik. Dengan demikian, daya guna kandang bisa maksimal.
7.      Pasca Panen
Kegiatan pasca panen meliputi penyortiran dan pembersihan telur. Telur yang telah dikumpulkan langsung disortir berdasarkan ukuran dan bentuknya.


Umat Butuh Khilafah


Kini kita kembali berduka, setelah muslim Rohingya diusir da terkatung-katung di lautan sekarang Aleppo, Suriah kembali dibantai oleh Rusia, pendukung Bashar Asad dan didukung penuh oleh Amerika dan sekutunya, Iran. Pembantaian yang dilakukan di Aleppo amatlah keji hingga menurut Duta Besar Prancis untuk PBB, Francois Delattre, “Aleppo menjadi salah satu tempat pembantaian terbesar terhadap penduduk sipil sejak Perang Dunia II” . Konflik di Suriah bermula ketika Suriah mengalami revolusi panjang yang memunculkan iklim Islami yang berbahaya bagi kepentingan Amerika dengan kapitalisme sera demokrasi sebagai idenya.  Penduduk Suriah bukan  hanya menginginkan pergantian rezin, tapi juga tata kelola system pemerintahan yag baru, yakni Khilafah. Suriah yang menolak tawaran Amerika itu yakni dengan menawarkan demokrasi, langsunglah ditindak dengan cara yang pengecut oleh Amerika. Yakni dengan mengadakan operasi militer yang ‘keras’. Dan tentu Amerika tidak mengadakan operasi militer secara langsung, Rusia ‘dimainkan’ oleh Amerika untuk mendorong Rusia mempercepat pengiriman satuan militer. Amerika pun mendorong Iran untuk mengirimkan pasukan tambahan ke wilayah Aleppo. Cara yang seperti itu pengecut bukan? Gak berani maju sendiri.
Ketika saudara kita di Timur sana menungu bala bantuan kita, bukan hanya bantuan kebutuhan pokok tapi lebih kepada perlindungan. Disini, di negeri kaum Muslim, diam seribu bahasa. Apalgi dengan negeri yang mayoritasnya muslim terbesar di dunia, penguasanya malah mengadakan kerjasama dengan negara yang menjadi salah satu pelaku pembantaian Aleppo, ya, Iran. Rakyat disini amat sangat tidak mengerti denganapa yang dilakukan oleh penguasa negeri ini.
Sampai saat ini bukan hanya Aleppo saja yang menjadi sasaran target kaum kapitalis, tapi kini masih berlangsung pembantaian umat di Myanmar. Pun halnya dengan muslim di Xinjiang, Cina; Kashmir, India; Afrika; Afgahanistan, Irak, Pakistan, dan Palestina. Dengan bebagai penderitaan umat di belahan bumi sana, adakah yang tulus membela? PBB kah? Penguasa Arab dan negeri Muslim? Tidak. Untuk mengirimkan bala bantuan tentara untuk melawan dan menghentikan serangan brutal Rusia dan sekutunya pun tidak. Maka dengan segala hal yang terhjadi di dunia ini, khususnya kaum muslim terbukti umat hanya membutuhkan Khilafah yang dipimpin oleh seorang Khalifah. Karna sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Imam (khalifah) itu laksana perisai; kaum Muslim diperangi (oleh kaum kafir) di belakang dia dan dilindungi oleh dirinya.” (HR Muslim)


SUMBER: bulletin Al-Islam edisi 836; Pelajaran Penting dari Aleppo: Umat Makin Butuh Khilafah