Rabu, 28 Desember 2016

Wake Up!

Wake Up !
Alhamdulillah Allah telah memberi kesempatan sekaligus rezekinya kepada saya agar bisa terus menuntut ilmu di jalan-Nya juga untuk memperluas ladang dakwah. Di tempat saya yang baru inilah saya musti melanjutkan jalan dakwah yang wajib diemban bagi setiap muslim.
Sudah bukan rahasia lagi bahwa Indonesia, negeri kita yang tercinta ini telah menerapkan system kapitalisme yang dibalut oleh manisnya demokrasi. Sudah menjadi rahasia umum bahwa penguasa di negeri ini ialah cukong-cukong yang haus akan kekuasaan, yang melalui kekuasaanlah ia dapat memuluskan kepentingan-kepentingan yang menguntungkan bagi mereka. Hingga yang kini terjadi ialah penerapan hukum yang mana runcing ke bawah tumpul ke atas. Berbagai hukum yang telah dibuat yang katanya untuk membuat si pelanggar hukum jera justru malah tidak konsisten dengan apa yang dikatakan, juga seakan tidak memberikan efek jera kepada pelanggar hukum. Tapi hal yang demikian hanya berlaku pada peguasa-penguasa yang dibaliknya ada ‘monster raksasa’ yang mengendalikannya. Hukum hanya akan berlaku kepada mereka rakyat kecil yang tidak memiliki kuasa apapun. Mana yang katanya dari rakyat untuk rakyat dan oleh rakyat? Mana janji-janji manis mu saat kampanye? Dimana letaknya keadilan? Kemana pemuda yang menanggung beban untuk membawa suatu perubahan? Kenapa kalian masih saja tidak menyadari bahwa dunia ini sudah pada titik kehancuran padahal fakta-fakta yang begitu memilukan terpampang jelas di mata kalian wahai pemuda!
71 tahun negeri ini bebas dari tangan penjajah, ketika smp saya berpikir lebih enak perang jaman dulu dibanding jaman sekarang. Jaman dulu jelas sekali bahwa yang melawan kita adalah penjajah dengan segla persenjataan nya yang canggih untuk melemahkan dan membuat tunduk rakyat yang dijajahnya. Tapi sekarang lebih parah dari jaman dulu perangnya, kini para penjajah itu melawan langsung melalui mindset orang-orang khususnya pemuda. Dibuatnyalah pemuda masa kini yang amat mementingkan kepentingan sendiri, membuat pemuda dipersempit pemikirannya yang berakibat pemuda saat ini lebih menyukai hal yang instan, mereka ingin langsung mendapat nilai ketimbang melalui suatu proses. Dan membuat pemuda kehilangan tujuan hidupnya, kehilangan identitasnya. Padahal jika kembali pada tahun 1998 pemudalah yang berkontribusi besar melakukan suatu perubahan sampai-sampai menggulingkan suatu pemerintahan. Tapi itu pemuda jaman dulu, sekarang kemana semua semangat pemuda yang begitu menggelora? Please wake up guys! Apa yang sebenarnya kalian perjuangkan? Apa yang sebenarnya kalian cari? Kapan kalian akan sadar bahwa ada suatu keadaan yang musti kita ubah! Pernahkah terbersit dalam pikiran kalian suatu pertanyaan mengenai kehidupan ini? Apa yag terjadi dengan dunia ini? Kenapa semua ini bisa terjadi? Atau pertanyaan seperti itupun belumpernah terbersit di kepala kalian? Padahal pemuda saat ini tidak pernah sekalipun dalam waktunya untuk lepas dari gadgetnya, tapi kenapa kalian malah menjadi pemuda yang kuper yang tidak tahu apa permasalahan dunia saat ini padahal ini adalah jaman yang mana untuk mengakses suatu informasi begitu mudah.

Dalam suatu kebobrokan negeri ini kenapa pemuda yang disalahkan? Karena tonggak suatu perubahan hanya ada dalam tangan pemuda. Tentu mustilah perubahan hakiki yang mereka bawa. Bagaiamana caranya? Islam sudah menjawabnya yakni dengan cara amar ma’ruf nahi munkar. Beramar ma’ruf maksudnya adalah mengajak kepada kebaikan, yang mana kebaikan hanya ada pada islam, karena islam adalah agama penyempurna. Mengajak teman-teman untuk senantiasa mengkaji islam lebih dalam karna islam bukan hanya sekedar agama spiritual tapi juga islam mengatur segala aspek kehidupan dan islam adalah solusi bagi segala permasalahan di dunia ini. Karna hanya islam yang mampu menguraikan ketiga simpul besar kehidupan yang sesuai juga memuaskan akal serta sesuai dengan fitrah manusia. Cara yang demikian itu hanya bisa dilakukan dengan dakwah, karna tanpa adanya dakwah islam sangat kecil kemungkinannya bahkan tidak mungkin untuk kita pegang saat ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar