Wake
Up !
Alhamdulillah Allah
telah memberi kesempatan sekaligus rezekinya kepada saya agar bisa terus
menuntut ilmu di jalan-Nya juga untuk memperluas ladang dakwah. Di tempat saya
yang baru inilah saya musti melanjutkan jalan dakwah yang wajib diemban bagi
setiap muslim.
Sudah bukan rahasia
lagi bahwa Indonesia, negeri kita yang tercinta ini telah menerapkan system
kapitalisme yang dibalut oleh manisnya demokrasi. Sudah menjadi rahasia umum
bahwa penguasa di negeri ini ialah cukong-cukong yang haus akan kekuasaan, yang
melalui kekuasaanlah ia dapat memuluskan kepentingan-kepentingan yang
menguntungkan bagi mereka. Hingga yang kini terjadi ialah penerapan hukum yang
mana runcing ke bawah tumpul ke atas. Berbagai hukum yang telah dibuat yang
katanya untuk membuat si pelanggar hukum jera justru malah tidak konsisten
dengan apa yang dikatakan, juga seakan tidak memberikan efek jera kepada
pelanggar hukum. Tapi hal yang demikian hanya berlaku pada peguasa-penguasa
yang dibaliknya ada ‘monster raksasa’ yang mengendalikannya. Hukum hanya akan
berlaku kepada mereka rakyat kecil yang tidak memiliki kuasa apapun. Mana yang
katanya dari rakyat untuk rakyat dan oleh rakyat? Mana janji-janji manis mu
saat kampanye? Dimana letaknya keadilan? Kemana pemuda yang menanggung beban
untuk membawa suatu perubahan? Kenapa kalian masih saja tidak menyadari bahwa
dunia ini sudah pada titik kehancuran padahal fakta-fakta yang begitu memilukan
terpampang jelas di mata kalian wahai pemuda!
71 tahun negeri ini
bebas dari tangan penjajah, ketika smp saya berpikir lebih enak perang jaman
dulu dibanding jaman sekarang. Jaman dulu jelas sekali bahwa yang melawan kita
adalah penjajah dengan segla persenjataan nya yang canggih untuk melemahkan dan
membuat tunduk rakyat yang dijajahnya. Tapi sekarang lebih parah dari jaman
dulu perangnya, kini para penjajah itu melawan langsung melalui mindset
orang-orang khususnya pemuda. Dibuatnyalah pemuda masa kini yang amat
mementingkan kepentingan sendiri, membuat pemuda dipersempit pemikirannya yang
berakibat pemuda saat ini lebih menyukai hal yang instan, mereka ingin langsung
mendapat nilai ketimbang melalui suatu proses. Dan membuat pemuda kehilangan
tujuan hidupnya, kehilangan identitasnya. Padahal jika kembali pada tahun 1998 pemudalah
yang berkontribusi besar melakukan suatu perubahan sampai-sampai menggulingkan
suatu pemerintahan. Tapi itu pemuda jaman dulu, sekarang kemana semua semangat
pemuda yang begitu menggelora? Please wake up guys! Apa yang sebenarnya kalian
perjuangkan? Apa yang sebenarnya kalian cari? Kapan kalian akan sadar bahwa ada
suatu keadaan yang musti kita ubah! Pernahkah terbersit dalam pikiran kalian
suatu pertanyaan mengenai kehidupan ini? Apa yag terjadi dengan dunia ini?
Kenapa semua ini bisa terjadi? Atau pertanyaan seperti itupun belumpernah
terbersit di kepala kalian? Padahal pemuda saat ini tidak pernah sekalipun
dalam waktunya untuk lepas dari gadgetnya, tapi kenapa kalian malah menjadi
pemuda yang kuper yang tidak tahu apa permasalahan dunia saat ini padahal ini
adalah jaman yang mana untuk mengakses suatu informasi begitu mudah.
Dalam suatu kebobrokan
negeri ini kenapa pemuda yang disalahkan? Karena tonggak suatu perubahan hanya
ada dalam tangan pemuda. Tentu mustilah perubahan hakiki yang mereka bawa.
Bagaiamana caranya? Islam sudah menjawabnya yakni dengan cara amar ma’ruf nahi
munkar. Beramar ma’ruf maksudnya adalah mengajak kepada kebaikan, yang mana
kebaikan hanya ada pada islam, karena islam adalah agama penyempurna. Mengajak
teman-teman untuk senantiasa mengkaji islam lebih dalam karna islam bukan hanya
sekedar agama spiritual tapi juga islam mengatur segala aspek kehidupan dan
islam adalah solusi bagi segala permasalahan di dunia ini. Karna hanya islam
yang mampu menguraikan ketiga simpul besar kehidupan yang sesuai juga memuaskan
akal serta sesuai dengan fitrah manusia. Cara yang demikian itu hanya bisa
dilakukan dengan dakwah, karna tanpa adanya dakwah islam sangat kecil
kemungkinannya bahkan tidak mungkin untuk kita pegang saat ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar