Rabu, 28 Desember 2016

Superwoman

Superwoman
Harta, tahta, wanita. Itulah godaan terbesar yang ada di dunia khususnya bagi kaum laki-laki. Wanita itu istimewa, jika dalam psikologi manusia menjadi objek dalam pembelajarannya karena manusia memiliki keunikan dalam dirinya. Tapi jika dibadingkan dengan pria, wanita lebih unik lagi sikapnya. Mulai dari jarak pandang antar wanita dan pria pun berbeda. Pria hanya bisa melihat apa yang adadi hadapannya.sedangkan wanita jarak pandangnyaa lebih luas lagi, ia bisa memandang hampir setengah ruangan yang ada. Dan wanita sangat rentan terhadap sentuhan, seringkali kita temukan banyak wanita yang bergandengan tangan karena kenyamanan dan apabila di foto bersama wanita cenderung memegang temanyang disebelahnya, baik bahu tangan atau yang lainnya. Lain halnya dengan pria, mungkin kita sudah jijik duluan apabila melihat ada pria yang melakukan hal yang demikian. Setiap harinya wanita berbicara rata-rata mengeluarkan 16.000-20.000 kata/hari, sedangkan pria hanya 7000 kata/hari. Tak heran karna pada usia 3 tahun kosakata wanita 3 kali lipat dibandingkan dengan pria. Bayi perempuan menatap mata 2-3 kali dibanding pria, karna pria lebih tertarik pada benda dibandingkan wajah. Pria cenderug bersaing sedangkan wanita lebih mengutamakan kerjasama. Dan dalam bidang keguruan,wanita lebih mendominasi khususnya dalam mata pelajaran bahasa dan sastra, sedangkan pria jika dalam bidang keguruan rata-rata menagajar dalam bidang saintek. Itulah yang menjadi perbedaan antara wanita dan pria, dan wanita lebih unik bukan? Tapi sayang dalam segala keunikannya wanita memiliki masa kelam dalam hidupnya.
Di kebudayaan Hindu wanita tidak berbeda dengan budak. Di kebudayaan Yunani wanita tidak lebih seperti barang belian yang dimiliki oleh suaminya setelah dibeli atau oleh walinya. Di Romawi wanita hanya dianggap sebagai objek seksual oleh kaum pria. Juga dalam kitab Yahudi, Talmud. Menahoth 34b-44a tertulis “seorang lelaki Yahudi diwajibkan membaca doa ini setiap hari: “terimakasih Tuhan karena tidak menjadikanku seorang kafir, seorang wanita atau budak belian.” Orang-orang itu bersyukur tidak terlahir sebagai seorang perempuan karna perempuan dipandang hina. Dan keadaan penindasan inilah yang menjadikan salah satu munculnya gerakan feminisme. “Suatu kesadaran akan penindasan dan pemerasan terhadap perempuan dalam masyarakat, di tempat kerja, dan dalam keluarga, serta tindakan sadar oleh perempuan maupun lelaki untuk mengubah keadaan tersebut”  (Kamla Bashin dan Nighat Said Khan, 1995). Wanita menuntut hak nya agar disamaratakan derajatnya dengan pria, agar kejadian kelam seperti dulu tak terulang kembali juga untuk menandakan awal kebangkitan wanita untuk menggeser status sebagai manusia kedua setelah pria di dunia. Feminisme bukanlah peruangan emansipasi perempuan di hadapan laki-laki saja melainkan perjuangan dalam rangka mentransformasikan system dan struktur yang tidak adil. Itu sekilas tentang feminism secara umum, adapun feminisme islam, wanita menuntut haknya untuk mendapatkan hal yang setara dengan laki-laki khususnya dalam bidang hukum waris, talak, dan dalam kiprah politik. Seperti yang sudah dijelaskan pada paragraph pertama, jelas sekali perbedaan antara wanita dan pria. Dan memang secara fitrah wanita dan pria itu berbeda dan tidak dapat disamakan. Seharusnya justru dengan segala perbedaan yang ada, apabila kita muslim malah  bisa saling bahu-membahu untuk taat kepada Allah SWT.
            Dalam paragraph kedua kita telah membahas kelamnya sejarah wanita pada masanya, dan berbagai gerakan pun dilakukan oleh wanita untuk menuntut disamaratakan derajatnya dengan kaum pria. Kemudian islam pun datang untuk menjadi satu-satunya penyelamat. Terkait tuntutan wanita agar disamaratakan kedudukannya dengan pria, Allah SWT berfirman: “Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”(TQS at-Taubah [9] : 71). Apabila kita muslim, sudah semestinya yang menjadi standar kebahagiaan bagi kita yakni mendapatkan ridho Allah dengan mejalani segenap perintahNya dan menjauhi laranganNya. Tak heran hingga kini wanita masih menuntut kesamaan gender, karna system yang diterapkan saat ini adalah sekularisme dengan segenapidenya termasuk liberalism yang mengusung ide kebebasan berperilaku. Dan standar kebahagiaan bagi kaum sekularisme disandarkan pada materi, maka tak jarang kita lihat wanita jaman sekarang banyak yang menjadi wanita karir. Bukannya menyalahkan pekerjaannya sebgai wanita karir, pasti ada sisi positifnya. Wanita memang harus berpendidikan, karna ia akan menjadi madrasah pertama untuk anaknya kelak. Sejak kelahirannya di dunia, wanita sudah dijamin surga oleh Allah,  “Barangsiapa diamanati Allah seorang putri, bila mati tidak ditangisi, dan bila hidup dididik secara baik, maka dia dapat jaminan surga.”(HR. Abu Dawud, Hakim dari Ibnu Abbas). Wanita juga memiliki kedudukan yang sangat tinggi sebagaimana dijelaskan dalam hadis: “Wahai Rasulullah, siapakah di antara manusia yang paling berhak untuk aku berbuat baik kepadanya?” Rasulullah menjawab, “Ibumu.” “Kemudian siapa?” tanyanya lagi. “Ibumu,” jawab beliau. Kembali orang itu bertanya, “Kemudian siapa?” “Ibumu.” “Kemudian siapa?” tanya orang itu lagi. “Kemudian ayahmu,” jawab Rasulullah .”(HR. Bukhari dan Muslim) Dari hadis ini jelas bahwa wanita yang kelak akan menjadi seorang ibu memiliki kedudukan yang sangat tinggi di mata Rasulullah, jika Rasul sudah bicara demikian berarti itu benar adanya bukan? Karna apapun yang dikeluarkan dari lisannya hanyalah sebuah kebenaran. Dan hanya dalam islamlah wanita diberikan derajat tertinggi, dan islam merupakan karunia terbaik bagi siapapun di dunia ini. Sebagaimana dijelaskan dalam hadis: “Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya di antara mereka. Dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istri-istrinya.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi). “Dunia itu perhiasan; sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (HR Muslim). Juga pepatah mengatakan, dibalik lelaki hebat ada wanita yang kuat. Dan itu benar adanya. Itulah kedudukan wanita dalam islam, begitu dimuliakannya seorang wanita hingga ada hadis yang mengatakan surga berada di bawah telapak kaki ibu. Maka kita sebagai seorang muslimah sebagaimana muslim yang lain, tugas kita hanya satu, yakni beribadah kepada Allah dengan taat pada perintahNya dan menajauhi laranganNya.
“ Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan,dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu .”(TQS an-Nisaa [4] : 32)









Tidak ada komentar:

Posting Komentar