Kemuliaan
dan Kesempurnaan Akhlak Rasulullah
Perlu ditekankan bahwa hanya Rasulullah Muhammad SAW
lah yang semestinya kita teladani, karna semua suri tauladan terdapat dalam
dirinya. Wujud kecintaan kita kepada Rasulullah salah satunya adalah dengan seringnya
bershalawat kepadanya juga senantiasa mengamalkan sunnah-sunnahnya. Dan Nabi
Muhammad SAW adalah pemberi syafaat yang di hari kiamat kelak. apabila kita
bershalawat saja enggan apalagi mengamalkan sunnahnya, apa mungkin Rasulullah
akan memberi syafaatnya pada kita? Rasulullah SAW bersabda: “seluruh umatku
akan masuk jannah, kecuali yang enggan.” Ada yang bertanya, “wahai Rasulullah
siapakah yang enggan?” beliau menjawab: “barangsiapa yang menaatiku maka dia
pasti masuk jannah, barangsiapa yang mendurhakaiku maka sungguh ia telah enggan
(masuk jannah). Bayangkan jika di akhirat kelak kita memanggil-manggil Rasul,
tapi Rasulullah tak menghiraukan kita. Sama halnya ketika beliau memanggil kita
disaat akhir hayatnya, tapi kini kita seperti tak ada waktu untuk mengingatnya.
Maka dari itu marilah mulai sekrang kita teladani setiap perilaku yang ada
dalam dirinya dan mengamalkan seluruh sunnahnya.
Dan sekali lagi suri tauladan yang baik ada pada
Rasulullah Muhammad SAW. Heraklius pernah mengajukan pertanyaan kepada Abu
Sufyan”apakah kalian menuduhnya dusta sebelum mengatakan apa yang dia
katakana?” Abu Sufyan menjawab, “tidak” Nabi Muhammad SAW adalah sosok manusia
yang tawadhu dan paling jauh dari sifat sombong. Beliau tidak menginginkan
orang-orang berdiri saat menyambut kedatangannya seperti yang dilakukan
terhadap para raja. Beliau rajin menjenguk orang sakit, duduk bersama orang
miskin,, memenuhi undangan hamba sahaya, dan duduk di tengah para sahabat.
Aisyah berkata “beliau bisa menambal terompahnya, menjahit bajunya, melakukan
pekerjaan dengan tangnnya sendiri seperti yang dilakukan salah seorang diantara
kalian di dalam rumahnya. Beliau mencuci pakaiannya, memerah dombanya dan
membereskan urusannya sendiri. Beliau adalah orang yang paling konsisiten dalam
memenuhi janji, menyambung tali persaudaraan, paling menyayangi dan bersikap
lemah lembut terhadap orang lain, paling bagus pergaulannya, paling lurus
akhlaknya, tidak pernah membuat kekejian dan bukan orang yang suka membuat
kegaduhan di pasar. Beliau tidak membalas keburukan dengan keburukan, tetapi
memaafkan dengan lapang dada.
Itulah sikap Rasulullah Muhammad SAW, tidak ada
kejelekan sedikit pun dalam dirinya. Dengan begitu, masih adakah alasan untuk
tidak mencintai Rasulullah Muhammad SAW?
SUMBER: buku karya syaikh Syafiyyurahman
Al-mubarakfuri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar