Rabu, 28 Desember 2016

Pribadi Rasulullah SAW

Kemuliaan dan Kesempurnaan Akhlak Rasulullah
Perlu ditekankan bahwa hanya Rasulullah Muhammad SAW lah yang semestinya kita teladani, karna semua suri tauladan terdapat dalam dirinya. Wujud kecintaan kita kepada Rasulullah salah satunya adalah dengan seringnya bershalawat kepadanya juga senantiasa mengamalkan sunnah-sunnahnya. Dan Nabi Muhammad SAW adalah pemberi syafaat yang di hari kiamat kelak. apabila kita bershalawat saja enggan apalagi mengamalkan sunnahnya, apa mungkin Rasulullah akan memberi syafaatnya pada kita? Rasulullah SAW bersabda: “seluruh umatku akan masuk jannah, kecuali yang enggan.” Ada yang bertanya, “wahai Rasulullah siapakah yang enggan?” beliau menjawab: “barangsiapa yang menaatiku maka dia pasti masuk jannah, barangsiapa yang mendurhakaiku maka sungguh ia telah enggan (masuk jannah). Bayangkan jika di akhirat kelak kita memanggil-manggil Rasul, tapi Rasulullah tak menghiraukan kita. Sama halnya ketika beliau memanggil kita disaat akhir hayatnya, tapi kini kita seperti tak ada waktu untuk mengingatnya. Maka dari itu marilah mulai sekrang kita teladani setiap perilaku yang ada dalam dirinya dan mengamalkan seluruh sunnahnya.
Dan sekali lagi suri tauladan yang baik ada pada Rasulullah Muhammad SAW. Heraklius pernah mengajukan pertanyaan kepada Abu Sufyan”apakah kalian menuduhnya dusta sebelum mengatakan apa yang dia katakana?” Abu Sufyan menjawab, “tidak” Nabi Muhammad SAW adalah sosok manusia yang tawadhu dan paling jauh dari sifat sombong. Beliau tidak menginginkan orang-orang berdiri saat menyambut kedatangannya seperti yang dilakukan terhadap para raja. Beliau rajin menjenguk orang sakit, duduk bersama orang miskin,, memenuhi undangan hamba sahaya, dan duduk di tengah para sahabat. Aisyah berkata “beliau bisa menambal terompahnya, menjahit bajunya, melakukan pekerjaan dengan tangnnya sendiri seperti yang dilakukan salah seorang diantara kalian di dalam rumahnya. Beliau mencuci pakaiannya, memerah dombanya dan membereskan urusannya sendiri. Beliau adalah orang yang paling konsisiten dalam memenuhi janji, menyambung tali persaudaraan, paling menyayangi dan bersikap lemah lembut terhadap orang lain, paling bagus pergaulannya, paling lurus akhlaknya, tidak pernah membuat kekejian dan bukan orang yang suka membuat kegaduhan di pasar. Beliau tidak membalas keburukan dengan keburukan, tetapi memaafkan dengan lapang dada.
Itulah sikap Rasulullah Muhammad SAW, tidak ada kejelekan sedikit pun dalam dirinya. Dengan begitu, masih adakah alasan untuk tidak mencintai Rasulullah Muhammad SAW?


SUMBER: buku karya syaikh Syafiyyurahman Al-mubarakfuri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar