Rabu, 28 Desember 2016

Untuk Apa Kita di Dunia?

Untuk Apa Kita di Dunia?
            Bangkitnya manusia tergantung pada pemikirannya tentang manusia,alam semesta dan kehidupan serta hubungan ketiganya dengan apa-apa yang ada sebelumnya dan apa-apa yang ada seseudahnya.—Syaikh Taqiyudin An-Nabhani (Nizhamul Islam, 2001). Semua itu dapat dilakukan dengan cara mengubah pola pikir manusia terkait ketiga unsur tadi dan akan menghasilkan suatu pemahaman dan akan menjadikan suatu landasan berpikir. Yang dimana dalam prosesnya haruslah sesuai fitrah manusia dan memuaskan akal.
            Dalam tulisan sebelumnya kita telah menemukan bahwa adanya Tuhan yang menciptakan segala sesuatu yang ada di alam semesta. Tapi untuk apa Tuhan menciptakan ini semua? Pencipta yang seperti apa yang menciptakan ini semua? Perlu diketahui bahwa kita ini adalah manusia yang memiliki akal yang bersifat lemah dan terbatas. Juga alam semesta dan kehidupan, semuanya memiliki sifat yang terbatas. Hanya ketiga unsure tadilah yang mampu dijangkau oleh kemampuan indra manusia. Sedangkan Pencipta yang menciptakan seluruh keluarbiasaan ini, yang wujud ataupun sifatnya tidak dapat di indra oleh manusia sebab Pencipta diluar ketiga unsure tadi. Hingga untuk menemukan tujuan dari segala penciptaan ini kita sangatlah memerlukan bantuan.
Dalam tulisan yang sebelumnya juga kita telah menyimpulkan bahwa Allah lah yang menciptakan semua ini. Dalam setiap agama yang diturunkan oleh Allah, Allah sertakan kitab yang  akan  menjadi pedoman hidup manusia. Dalam agama islam Allah telah menurunkan kitab Al-Quran yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad, SAW. Berarti Al-Quran lah yang akan menuntun umat manusia kepada apa yang harus dilakukannya selama di dunia serta membantu manusia untuk menemukan tujuan hidupnya.
Sesungguhnya di dunia ini hanya ada 3 ideologi yakni: Sosialisme-Komunisme, Kapitalisme-Sekulerisme dan Islam. yang pertama ada sosialis-komunis yang berdasarkan teori Karl Marx “sejarah dari segala bentuk masyarakat dari dahulu hingga sekarang adalah sejarah pertikaian antara golongan.” Yang nantinya lebih terkenal dengan semboyan “sama rata sama rasa” tentu pemikiran yang seperti ini bertentagan  dengan fitrah manusia, ibaratnya saya bekerja selama 12 jam dan teman saya bekerja selama 8 jam, tapi gaji saya sama dengan teman saya, missal 1 juta perbulan. Tentu ini bisa dibilang tidak sesuai dengan fitrah manusia. Dan mereka beranggapan bahwa segala sesuatu yang ada berasa daripada materi dan jika mai aka berubah kembali menjadi materi. Ini sangatlah bertentangan baik dengan fitrah manusia maupun dengan akal. Sedangkan kapitalis-sekulerisme, kapitalisme yang berakidahkah sekularisme yakni memisahkan agama dari kehidupan menjadikan para penganutnya memiliki tujuan hidup hanya mengejar materi, materi, dan materi—yup, seperti yang terjadi saat ini. Tentulah ini juga bertentangan dengan fitrah manusia yang dimana manusia akan mensucikan sesuatu yang lebih agung daripadanya, yang darimana fitrah ini apabila ‘ditundukkan’ dengan benar dan sesuai dengan aturan Tuhannya,akan menjadi suatu kerangka moral yang akan menghasilkan suatu perilaku dimana perilaku itu akan Nampak dalam kehidupan sosial, ini sudah membuktikan bahwa selamanya agama tidak dapat dipisahkan dari aturan kehidupan. Yang terakhir ada Islam, islam bukanlah hanya terkait ibadah spiritual saja tapi islam juga memiliki segala aturan yang mencakup segala aspek kehidupan yang aturan-aturan tersebut sangatlah sesuai dengan fitah mansia juga memuaska akal. Karna Islam bukan lah berasal dari manusia, melainkan Zat yang Maha yang menciptakan kita semua, maka aturannya pun datang dari Sang Pencipa yang maha tahu atas segala sesuatu tentang manusia.

Terkait ketiga unsure tadi untuk menemukan landasan berfikir, bahwa dalam proses pemecahannya haruslah sesuai dengan fitrah manusia dan memuaskan akal. Maka hanya islam lah yang mampu memuaskan akal dan sesuai dengan fitrah manusia. Melalui Al-Quran yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad, SAW kita tahu betul apa yag akan menjadi tujuan hidup kita karna Al-Quran lah pedoman hidup manusia. Dan terjawablah pertanyaan ini: “Dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia selain untuk beribadah kepadaku” (Q.S Az-Zariyat:56) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar