212
Kini aksi dengan
tuntutan yang sama pun kembali dikumandangkan. Dengan lebih banyak ummat
tentunya. Aksi ini kembali dilakukan karna si sang penista belum juga diadili
dan dipenjarakan juga belum diberikan hukuman. Zaman kenabian dulu, ada juga
kasus penistaan terhadap Al-Qur’an dan Nabi Muhammad lansung membunuhnya,
itulah semestinya hukuman bagi sang penista. Seiring dengan adanya aksi ini,
masih saja ada pihak yang ingin melindungi sang penista. Jika aksi 411 lalu
dihadiri oleh kurang lebih 2 juta umat, aksi 212 kemarin dihadiri 7 juta umat
muslim dari berbagai penjuru negeri bahkan para mujahid dari Ciamis rela
berjalan kaki untuk sampai ke Jakarta. Konyolnya, dengan jutaan umat muslim
yang ada di Jakarta, diberitakan bahwa hanya ada 50 ribu umat yang berkumpul,
suatu pembodohan besar bukan? Ya pembodohan itu dilakukan oleh salah satu
stasiun tv sekuler yang memang super sekali dalam hal pemutar balikan fakta,
khususnya jika kasus itu terkait dengan umat islam. Ya itulah metro tv, sudah
kedua kalinya ia diusir dalam aksi besar ini. Patutlah mereka diusir, karna
justru merekalah yang menimbulkan perpecahan. Terkait aksi kali ini jelas
berbeda dengan aksi sebelumnya. Aksi 212 ini lebih kepada mendoakan negeri ini
agar senantiasa bersatu, dan tidak terjadi pecah belah. Tapi menurut pandangan
saya, aksi 212 ini mulai teralihkan fokusnya. Fokus awal yakni penuntutan
terkait kasus Ahok, tapi mengapa hal yang demikian ini tidak menjadi fokus pada
aksi kemarin? Hingga membuat masyarakat awam berpikiran, ngapain jauh-jauh
datang ke Jakarta cuma untuk shalat berjamaah? Jamaahan di masjid setempat kan
bisa. Nagapain jauh-jauh ke Jakarta cuma buat dengerin tausyiah? Ngapain
jauh-jauh ke Jakarta cuma berdoa?
Itulah sekelebat
pikiran orang awam. Karna memang jika menurut pandangan saya, aksi 212 kemarin
sudah sedikit teralihkan fokusnya. Mungkin terkait adanya aksi kebhinekaan yang
juga ingin agar rakyat Indonesia tidak terpecah belah. Jika orang-orang
mengatakan bahwa baik itu aksi 411 atau 212 bisa membuat sebuah perpecahan
justru menurut saya, dengan adanya aksi susulan baik terkait NKRI atau
kebhinekaan, itulah yang malah membuat pecah belah. Menjadikan seakan-akan di
Indonesia ini ada 2 kubu, muslim dengan islamnya dan mereka dengan NKRI nya. Padahal
dengan adanya aksi bela islam itu adalah semata-mata hanya untuk persatuan dan
kesatuan bangsa dan menyadarkan umat bahwa ada suatu keadaan yang musti diubah
demi terwujudnya kesejahteraan. Melalui aksi 411 atau 212, Allah telah
menunjukan bahwa jumlah kita ini banyak wahai kaum muslim! Tapi kenapa banyak
negeri muslim yang masih terjajah? Tapi kenapa di Negara yang mayoritasnya
muslim, kita malah memilih seorang kafir untuk menjadi pemimpin?! Sadarlah
wahai umat muslim sekalian, Allah telah berfirman: “kamu umat islam adalah umat
terbaik yang dilahirkan untuk manusia, karena kamu menyuruh berbuat yang makruf
dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab
beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Diantara mereka ada yang beriman,
namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik.” (Q.S Al-Imran: 110)
Melalui aksi 411 dan
212 ini Allah telah menunjukan bahwa kemenangan islam akan segera tiba. Aamiin
aamiin Allahuma aamiin. Allahu Akbar!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar