Rabu, 28 Desember 2016

212

212
Kini aksi dengan tuntutan yang sama pun kembali dikumandangkan. Dengan lebih banyak ummat tentunya. Aksi ini kembali dilakukan karna si sang penista belum juga diadili dan dipenjarakan juga belum diberikan hukuman. Zaman kenabian dulu, ada juga kasus penistaan terhadap Al-Qur’an dan Nabi Muhammad lansung membunuhnya, itulah semestinya hukuman bagi sang penista. Seiring dengan adanya aksi ini, masih saja ada pihak yang ingin melindungi sang penista. Jika aksi 411 lalu dihadiri oleh kurang lebih 2 juta umat, aksi 212 kemarin dihadiri 7 juta umat muslim dari berbagai penjuru negeri bahkan para mujahid dari Ciamis rela berjalan kaki untuk sampai ke Jakarta. Konyolnya, dengan jutaan umat muslim yang ada di Jakarta, diberitakan bahwa hanya ada 50 ribu umat yang berkumpul, suatu pembodohan besar bukan? Ya pembodohan itu dilakukan oleh salah satu stasiun tv sekuler yang memang super sekali dalam hal pemutar balikan fakta, khususnya jika kasus itu terkait dengan umat islam. Ya itulah metro tv, sudah kedua kalinya ia diusir dalam aksi besar ini. Patutlah mereka diusir, karna justru merekalah yang menimbulkan perpecahan. Terkait aksi kali ini jelas berbeda dengan aksi sebelumnya. Aksi 212 ini lebih kepada mendoakan negeri ini agar senantiasa bersatu, dan tidak terjadi pecah belah. Tapi menurut pandangan saya, aksi 212 ini mulai teralihkan fokusnya. Fokus awal yakni penuntutan terkait kasus Ahok, tapi mengapa hal yang demikian ini tidak menjadi fokus pada aksi kemarin? Hingga membuat masyarakat awam berpikiran, ngapain jauh-jauh datang ke Jakarta cuma untuk shalat berjamaah? Jamaahan di masjid setempat kan bisa. Nagapain jauh-jauh ke Jakarta cuma buat dengerin tausyiah? Ngapain jauh-jauh ke Jakarta cuma berdoa?
Itulah sekelebat pikiran orang awam. Karna memang jika menurut pandangan saya, aksi 212 kemarin sudah sedikit teralihkan fokusnya. Mungkin terkait adanya aksi kebhinekaan yang juga ingin agar rakyat Indonesia tidak terpecah belah. Jika orang-orang mengatakan bahwa baik itu aksi 411 atau 212 bisa membuat sebuah perpecahan justru menurut saya, dengan adanya aksi susulan baik terkait NKRI atau kebhinekaan, itulah yang malah membuat pecah belah. Menjadikan seakan-akan di Indonesia ini ada 2 kubu, muslim dengan islamnya dan mereka dengan NKRI nya. Padahal dengan adanya aksi bela islam itu adalah semata-mata hanya untuk persatuan dan kesatuan bangsa dan menyadarkan umat bahwa ada suatu keadaan yang musti diubah demi terwujudnya kesejahteraan. Melalui aksi 411 atau 212, Allah telah menunjukan bahwa jumlah kita ini banyak wahai kaum muslim! Tapi kenapa banyak negeri muslim yang masih terjajah? Tapi kenapa di Negara yang mayoritasnya muslim, kita malah memilih seorang kafir untuk menjadi pemimpin?! Sadarlah wahai umat muslim sekalian, Allah telah berfirman: “kamu umat islam adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, karena kamu menyuruh berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Diantara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik.” (Q.S Al-Imran: 110)
Melalui aksi 411 dan 212 ini Allah telah menunjukan bahwa kemenangan islam akan segera tiba. Aamiin aamiin Allahuma aamiin. Allahu Akbar!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar