Maha
Yap, maha. Tittle
itulah yang kini disandang pelajar yang sudah lulus SMA. Mahasiswa. Tatkala
memasuki gerbang kehidupan baru, apalah yang kita rencanakan? Mengejar
beasiswa? Pertahankan ipk? Aktif di berbagai organisasi? Atau malah kita tidak merencanakan
apa-apa? Jalani saja apa yang sedang berlangsung? Oh, sungguh amat disayangkan
jika kita hendak memulai babak baru hanya dengan tujuan yang begitu sempit.
Sempit? Ya. bagaimana tidak, masa yang dimana seharusnya kita manfaatkan sebaik
mungkin untuk membuktikan bahwa memang kitalah yang pantas untuk menyonsong
perubahan, kitalah yang memegang tongkat estafet pemerintahan. Tapi malah kita
gunakan untuk hal yang demikian sempit itu. Berdasarkan penilaian subjektif
saya, saya memandang bahwa kini aktifitas mahasiswa sekarang ini hanyalah untuk
memntingkan dirinya sendiri saja. Belajar serajin mungkin untuk mendapatkan
beasiswa, berprestasi di berbagai kegiatan. Tapi apa pernah membawakan
perubahan? Perubahan yang parsial, ya sudah mereka lakukan, seperti contohnya
prestasi yang didapat pastilah membawa nama baik dan nama instasinya juga jika
hasil daripada apa yang dihasilkan itu bermanfaat pasti akan berdampak pada
lingkungan sekitarnya. Tapi yang dimaksud perubahan adalah perubahan yang
hakiki, perubahan yang benar-benar membawa kebangkitan dan kemajuan bagi bangsa
dan Negara khususnya. Perubahan yang memerdekakan kaum-kaum yang sampai saat
ini masih tertindas. Perubahan yang hakiki lah yang kini dibutuhkan orang
banyak.
Dibalik almamater
tercinta yang kita pakai, disitu tersimpan berjuta harap rakyat. Mereka
menantikan kita untuk membawa perubahan tadi. Kita dipandang oleh mereka, kita
dipercaya oleh mereka. Apakah kita akan mematahkan begitu saja harap itu?
Sungguh sakit pengharapan tanpa kepastian. Benar dikatakan bahwa dunia
perkuliahan adalah miniature pemerintahan, di dalamnya terdapat berbagai
organisasi yang menyerupai pemerintahan Negara. Dikatakan seperti itu karna
apa, karna kitalah yang akan memegang estafet pemerintahan selanjutnya. Maka
sedari dini ketika memasuki dunia perkuliahan, kita diajarkan untuk
berorganisasi selayaknya di pemerintahan. Sama halnya dengan rakyat kebanyakan,
mahasiswa yang tidak memasuki organisasi tersebut menyimpan harapnya pada
aktivis-aktivis itu. Berharap agar bisa membantu menyampaikan aspirasinya. Maka
dari sini dapat disimpulkan bahwa peran mahasiswa sesungguhnya adalah sebgai
penyambung lidah masyarakat. Ingat, masyarakat. Bukan hanya mahasiswanya saja.
Sebagai sambung lidahnya masyarakat, tentu kita harus merakyat. Mendengarkan
setiap aspirasi rakyat, memberikan solusi terbaik untuk rakyat. Jika adayang
berpikiran bahwa masa muda haruslah dipakai senang-senang karna masa muda tak
akan datang dua kali, salah besar. Justru berjuta jiwa rakyat menjadi tanggung
jawab terbesar kita. Jika masih ada yang berpikiran untuk kuliah hanya
mementingkan nilai, berhasil sudah anda menjadi kacung-kacung kapitalisme.
Kapitalisme telah berhasil membuat masyarakatnya bersifat individualisme.
Individualisme inilah yang amat berbahaya, menghilangkan setiap peran dilapisan
masyarakat, menghilangkan kepedulian terhadap sesama. Itulah yang paling miris,
seperti yang kita tahu di bulan kelahiran kekasih Allah, suri tauladan terbaik
kita Nabi Muhammad SAW, berjuta kaum muslim di Aleppo dibombardir kembali oleh
Bassar Assad. Ketika berangkat tubuh masih lengkap, tapi ketika pulang jidatnya
sudah berlubang, banyak wanita muslim yang bunuh diri karna enggan kesuciannya
diambil oleh tangan-tangan biadab. Itulah pemandangan yang kini ada di kota
Aleppo, kotanya para ulama, kotanya saudara kita. Dengan hal yang demikian,
masihkah kita mengedepankan sikap individualisme? Masihkah kita berdiam diri
terhadap apa yang sedang terjadi terhadap saudara kita? Bukankah kita, kaum
muslim adalah saudara? Yang diibaratkan bagai satu tubuh, dimana saat bagian
tubuh yang satu sakit bagian yang lain pun sama. Apakah kita merasakan rasa
sakit itu?
Maka seharusnya yang
menjadi cita-cita besar mahasiswa bukanlah mendapat ipk tinggi, mendapat
berbagai beasiswa, tapi cita-citakanlah dalam benak kalian wahai kaum muslim,
apa yang bisa kalian berikan pada umat Nabi Muhammad SAW.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar