Rabu, 28 Desember 2016

Prakarya dan Kewirausahaan



Pemeliharaan Unggas Petelur Mulai dari DOC sampai Panen dan Pasca Panen

Untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam usaha beternak unggas petelur, maka perlu diperhatikan beberapa hal berikut:
1.      Bibit
Bibit mempunyai kontribusi sebesar 30% dalam keberhasilan suatu peternakan. Ada beberapa cara untuk memilih bibit/DOC (Day Old Chicken);
-          DOC berasal dari induk yang sehat
-          Bulu tampak halus dan penuh serta baik pertumbuhannya
-          Tidak terdapat kecacatan pada tubuhnya
-          Mempunyai nafsu makan yang baik
-          Ukuran badan normal, antara 35-40 gram
Penyiapan bibit ayam petelur yang berkriteria baik tergantung hal sebagai berikut;
·         Konversi Ransum, merupakan perbandingan antara ransum yang dihabiskan ayam dalam menghasilkan sejumlah telur. Keadaan ini sering disebut ran sum/kg telur. Ayam ayam itu.
·         Poduksi Telur. Di pilih bibit yang dapat memproduksi telur banyak. Tetapi konversi ransum lebih utama.
·         Prestasi bibit di lapangan/ di peternakan. Apabila kedua hal di atas telah baik, maka kemampuan ayam untuk bertelur hanya dalam sebatas kemampuan bibit itu.

2.      Pemberian Pakan
Untuk pemberian pakan, ada 2 fase;
-          Fase starter (umur 0-4 minggu)
Minggu ke-1 (umur 1-7 hari) 17 gram/ekor
Minggu ke-2 (umur 8-14 hari) 43 gram/ekor
Minggu ke-3 (umur 15-21 hari) 66 gram/ekor
Minggu ke-4 (umur 22-29 hari) 91 gram/ekor
Jadi, jumlah pakan/ekor pada umur 1-29 hari adalah 1.520 gram
-          Fase finisher (umur 4-6 minggu)
Minggu ke-5 (umur 30-36 hari) 111 gram/ekor
Minggu ke-6 (umur 37-43 hari) 129 gram/ekor
Minggu ke-7 (umur 44-50 hari) 146 gram/ekor
Minggu ke-8 (umur 51-57 hari) 161 gram/ekor
Jadi, jumlah pakan/ekor pada umur 30-57 hari adalah 3.829 gram

Pemberian minum disesuaikan dengan umur ayam.
Minggu ke-1 (umur 1-7) 1,8 liter/hari/100 ekor
Minggu ke-2 (umur 8-14) 3,1 liter/hari/100 ekor
Minggu ke-3 (umur 15-21) 4,5 liter/ har/100 ekor
Minggu ke-4 (umur 22-29) 7,7 liter/hari/100 ekor
Minggu ke-5 (umur 30-36) 9,5 liter/hari/100 ekor
Minggu ke-6 (umur 37-43) 10,9 liter/hari/100 ekor
Minggu ke-7 (umur 44-50) 12,7 liter/hari/100 ekor
Minggu ke-8 (umur 51-57) 14,7 liter/hari/100 ekor
Pemberian air minum pada hari pertama hendaknya  diberi tambahan gula dan obat anti stress ke dalam air minumnya. Banyaknya gula yang diberikan 50gram/liter air.
3.      Pemberian Vaksin dan Obat
Vaksinasi merupakan salah satu cara pengendalian penyakit virus menular dengan cara menciptakan kekebalan tubuh. Vaksin dibagi menjadi 2 macam
·         Vaksin aktif, yaitu vaksi yang mengandung virus hidup. Kekebalan yang ditimbulkan lebih lama daripada vaksin inaktif.
·         Vaksin inaktif, yaitu vaksin yang mengandung virus yang telah dilemahkan /dimatikan tanpa mengubah struktur antigenic, hingga mampu membentuk zat kebal.
Persyaratan dalam vaksinasi
·         Ayam yang di vaksinasi harus sehat
·         Dosis vaksin harus tepat
·         Sterilisasi alat-alat


4.      Panen Ayam Petelur
§  Hasil Utama
Hasil utama berupa telur. Sebaiknya telur dipanen 3 kali sehari. Ini bertujuan agar kerusakan telur akibat virus dapat dihindari. Pengambilan pertama pada pagi hari pukul 10.00-11.00, pengambilan kedua pukul 13.00-14.00, pengambilan ketiga sambil mengecek seluruh kandang dilakukan pada pukul 15.00-16.00
§  Hasil tambahan yang dapat dinikmati adalah daging ayam yang telah tua dan kotoran dapat dijual untuk dijadikan pupuk kandang.
§  Telur yang telah dihasilkan diambil dan diletakkan di egg tray (nampan telur). Telur yang normal yang berbentuk oval, bersih dan mulus serta beratnya 57,6 gram dengan volume sebesar 63cc. Telur yang abnormal telurnya kecil atau terlalu besar, kulitnya retak.
§  Setelah telur dikumpulkan, telur yang kotor dibersihkan dengan amplas besi yang halus, dicuci secara khusus atau dengan cairan pembersih. Biasanya pembersihan dilakukan untuk telur tetas.
5.      Pemeliharaan
Sanitasi dan Tindakan Preventif
Kebersihan lingkungan kandang pada areal peternakan merupakan usaha pencegahan penyakit yang paling mura, hanya dibutuhkan tenaga yang ulet atau yang terampil saja. Tindakan preventif dengan memberikan vaksin pada ternak.
6.      Pemeliharaan Kandang
Agar bangunan kandang dapat berguna secra efektif, maka bangunan kandang perlu dipelihara secara baik, seperti kandang selalu dibersihkan dan dijaga apabila ada bagian yang rusak agar segera diperbaik. Dengan demikian, daya guna kandang bisa maksimal.
7.      Pasca Panen
Kegiatan pasca panen meliputi penyortiran dan pembersihan telur. Telur yang telah dikumpulkan langsung disortir berdasarkan ukuran dan bentuknya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar