Pemeliharaan Unggas
Petelur Mulai dari DOC sampai Panen dan Pasca Panen
Untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam usaha beternak unggas
petelur, maka perlu diperhatikan beberapa hal berikut:
1.
Bibit
Bibit mempunyai
kontribusi sebesar 30% dalam keberhasilan suatu peternakan. Ada beberapa cara
untuk memilih bibit/DOC (Day Old Chicken);
-
DOC
berasal dari induk yang sehat
-
Bulu
tampak halus dan penuh serta baik pertumbuhannya
-
Tidak
terdapat kecacatan pada tubuhnya
-
Mempunyai
nafsu makan yang baik
-
Ukuran
badan normal, antara 35-40 gram
Penyiapan bibit ayam petelur yang berkriteria baik tergantung
hal sebagai berikut;
·
Konversi
Ransum, merupakan perbandingan antara ransum yang dihabiskan ayam dalam
menghasilkan sejumlah telur. Keadaan ini sering disebut ran sum/kg telur. Ayam
ayam itu.
·
Poduksi
Telur. Di pilih bibit yang dapat memproduksi telur banyak. Tetapi konversi
ransum lebih utama.
·
Prestasi
bibit di lapangan/ di peternakan. Apabila kedua hal di atas telah baik, maka
kemampuan ayam untuk bertelur hanya dalam sebatas kemampuan bibit itu.
2.
Pemberian Pakan
Untuk pemberian pakan,
ada 2 fase;
-
Fase starter (umur 0-4 minggu)
Minggu ke-1 (umur 1-7 hari)
17 gram/ekor
Minggu ke-2 (umur 8-14
hari) 43 gram/ekor
Minggu ke-3 (umur 15-21
hari) 66 gram/ekor
Minggu ke-4 (umur 22-29
hari) 91 gram/ekor
Jadi, jumlah pakan/ekor
pada umur 1-29 hari adalah 1.520 gram
-
Fase finisher (umur 4-6 minggu)
Minggu ke-5 (umur 30-36
hari) 111 gram/ekor
Minggu ke-6 (umur 37-43
hari) 129 gram/ekor
Minggu ke-7 (umur 44-50
hari) 146 gram/ekor
Minggu ke-8 (umur 51-57
hari) 161 gram/ekor
Jadi, jumlah pakan/ekor
pada umur 30-57 hari adalah 3.829 gram
Pemberian minum
disesuaikan dengan umur ayam.
Minggu ke-1 (umur 1-7)
1,8 liter/hari/100 ekor
Minggu ke-2 (umur 8-14)
3,1 liter/hari/100 ekor
Minggu ke-3 (umur 15-21)
4,5 liter/ har/100 ekor
Minggu ke-4 (umur 22-29)
7,7 liter/hari/100 ekor
Minggu ke-5 (umur 30-36)
9,5 liter/hari/100 ekor
Minggu ke-6 (umur 37-43)
10,9 liter/hari/100 ekor
Minggu ke-7 (umur 44-50)
12,7 liter/hari/100 ekor
Minggu ke-8 (umur 51-57)
14,7 liter/hari/100 ekor
Pemberian air minum pada
hari pertama hendaknya diberi tambahan
gula dan obat anti stress ke dalam air minumnya. Banyaknya gula yang diberikan
50gram/liter air.
3.
Pemberian Vaksin dan Obat
Vaksinasi merupakan salah
satu cara pengendalian penyakit virus menular dengan cara menciptakan kekebalan
tubuh. Vaksin dibagi menjadi 2 macam
·
Vaksin
aktif, yaitu vaksi yang mengandung virus hidup. Kekebalan yang ditimbulkan
lebih lama daripada vaksin inaktif.
·
Vaksin
inaktif, yaitu vaksin yang mengandung virus yang telah dilemahkan /dimatikan
tanpa mengubah struktur antigenic, hingga mampu membentuk zat kebal.
Persyaratan dalam vaksinasi
·
Ayam
yang di vaksinasi harus sehat
·
Dosis
vaksin harus tepat
·
Sterilisasi
alat-alat
4.
Panen Ayam Petelur
§ Hasil Utama
Hasil utama berupa telur.
Sebaiknya telur dipanen 3 kali sehari. Ini bertujuan agar kerusakan telur
akibat virus dapat dihindari. Pengambilan pertama pada pagi hari pukul
10.00-11.00, pengambilan kedua pukul 13.00-14.00, pengambilan ketiga sambil
mengecek seluruh kandang dilakukan pada pukul 15.00-16.00
§ Hasil tambahan yang dapat dinikmati
adalah daging ayam yang telah tua dan kotoran dapat dijual untuk dijadikan
pupuk kandang.
§ Telur yang telah dihasilkan diambil
dan diletakkan di egg tray (nampan telur). Telur yang normal yang berbentuk
oval, bersih dan mulus serta beratnya 57,6 gram dengan volume sebesar 63cc.
Telur yang abnormal telurnya kecil atau terlalu besar, kulitnya retak.
§ Setelah telur dikumpulkan, telur yang
kotor dibersihkan dengan amplas besi yang halus, dicuci secara khusus atau
dengan cairan pembersih. Biasanya pembersihan dilakukan untuk telur tetas.
5.
Pemeliharaan
Sanitasi dan Tindakan
Preventif
Kebersihan lingkungan
kandang pada areal peternakan merupakan usaha pencegahan penyakit yang paling
mura, hanya dibutuhkan tenaga yang ulet atau yang terampil saja. Tindakan
preventif dengan memberikan vaksin pada ternak.
6.
Pemeliharaan Kandang
Agar bangunan kandang
dapat berguna secra efektif, maka bangunan kandang perlu dipelihara secara
baik, seperti kandang selalu dibersihkan dan dijaga apabila ada bagian yang
rusak agar segera diperbaik. Dengan demikian, daya guna kandang bisa maksimal.
7. Pasca Panen
Kegiatan pasca panen meliputi
penyortiran dan pembersihan telur. Telur yang telah dikumpulkan langsung
disortir berdasarkan ukuran dan bentuknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar